<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276</id><updated>2011-08-14T13:17:38.229+07:00</updated><category term='Unity in Football'/><category term='hikayat'/><category term='gurun kehidupan'/><category term='maling'/><category term='Me and Neighborhood'/><category term='Me and Mom'/><category term='Me and Reflection'/><category term='Copas'/><category term='Jihad'/><category term='Smile Trigger'/><category term='sapa'/><category term='Maut'/><category term='Private'/><category term='ibadah'/><category term='Me and Myself'/><category term='Me and Fiction Reality'/><category term='uang'/><category term='Cerpen (cerita suplemen)'/><category term='Linguistik'/><category term='Facebook'/><category term='Mimpi'/><title type='text'>Widz_Kunx's | SmallWorld</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>96</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-5361808366780252120</id><published>2010-06-05T14:47:00.000+07:00</published><updated>2010-06-05T14:47:03.917+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><title type='text'>Andai Gaza di Depan Rumahmu</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; Normal   0               false   false   false      IN   X-NONE   X-NONE &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--  --&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;mce:style&gt;&lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --&gt;  &lt;!--[endif]--&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://muhsinlabib.files.wordpress.com/2008/11/gaza1-743448.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="288" src="http://muhsinlabib.files.wordpress.com/2008/11/gaza1-743448.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang biasanya kautemui di depan rumahmu  ketika bangun dari tidurmu? Apa yang biasa kau lihat? Apa yang biasa kau  hirup? Apa yang biasa kaurasakan? Tepat setelah kau bangun dari tidurmu  dan kau buka pintu rumahmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kau bayangkan, ketika kau  buka matamu, yang biasa kau temui di pagi harimu, segalanya menjadi jauh  berbeda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau membuka mata. Ada pemandangan yang tak  pernah kau kira. Ketika kau membuka mata. Ada Gaza.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Andai Gaza di depan rumahmu. Apa yang akan  kaulakukan Saudaraku?&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu kau tanyakan bagaimana  bisa. Meskipun cuma seandainya, tak ada hal yang tak mungkin bagi-Nya.  Cukup bayangkan saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pagi, kau buka matamu. Kau heran,  kenapa tak ada suara azan terdengar? Alih-alih, justru suara-suara  menggelegar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kau bergegas menuju pintu rumahmu. Kau buka,  lalu seketika tak percaya.&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelapan yang biasa kau  lihat, kini telah diterangi cahaya ledakan yang berkilat-kilat. Silau!  Seolah retinamu tertusuk! karena masih terbawa kantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segarnya  udara pagi yang murni dan belum tercemari, kini berganti dengan tajamnya  mesiu yang menusuk paru-paru. Tak ada lagi udara yang menyegarkan  seluruh tubuhmu. Melainkan mesiu panas dalam setiap hirupanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa  dingin yang biasa menyengat hingga memaksamu mengenakan jaket rangkap,  kini dipanasi oleh puluhan ledakan yang berasap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau mulai  terheran, ketika itu pula kau bertanya-tanya "Apa yang harus kulakukan?  Ini asli! Bukan berita yang setiap hari kulihat di TV!" ujarmu.&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kemarin, beberapa hari sebelum hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar dan berita, tiap hari kausaksikan dan kau baca. Hampir tiap  hari pula, disampaikan kepadamu oleh mereka, berita tentang Palestina  serta konfliknya di Jalur Gaza. Lalu, setelah mendengar dan atau  melihatnya dengan mata kepala (melalui layar kaca), kau diam serta tak  berbuat apa-apa selain doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih banyak urusanku yang lain"  jawabmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan katamu. Jika kau seorang pelajar. "Aku harus  menuntut ilmu, menggali kemudian mengkaryakannya agar berguna bagi  negaraku". Begitu jawabmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari nafkah katamu. Jika kau  seorang kepala rumah tangga. "Aku harus menghidupi keluargaku dengan  cucuran keringatku. Aku memiliki nyawa-nyawa lain yang bergantung dan  menjadi tanggung jawabku". Begitu jawabmu yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta  berbagai jawaban lain yang senada. Jawaban dari orang-orang yang  termasuk dalam golongan realistis yang tak suka &lt;i&gt;taking a risk. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Itu kemarin. Kini segalanya telah lain.  Kau tak bisa berkata "maaf, tidak" kepada seruan dan ajakan yang  mengulurkan tangannya, memintamu menyambutnya dan menyerahkan diri  secara sukarela dengan niat tulus dan lurus, menjadi mujahid Allah  Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu lagi dalam-dalam merogoh kocekmu untuk  transportasi. Kini segalanya ada di depan matamu. Lapangan jihad melawan  Zonis terlaknat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan matamu, kau saksikan mortir  berjatuhan. Di sekelilingmu, kaudengar ledakan granat, serta suara  rentetan senapan yang memekikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan layar kaca! Segalanya  nyata! Mayat yang tak lengkap lagi organ di tubuhnya berserakan di  mana-mana.&amp;nbsp; Tua-muda, kecil-dewasa, pria-wanita, semua menjadi  korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lautan darah di sepanjang kau memandang. "Kenapa tak  anyir? Kenapa tak amis? Sebaliknya, harum... Inikah syahid?" begitu  pikirmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba sebuah bom dijatuhkan di dekatmu. Suaranya  memecahkan lamunanmu. Ledakannya mementalkan tubuhmu. Kau bangun, tubuh  dan seluruh persendianmu terasa ngilu. Kau melihat rumahmu, kini telah  menjadi abu. &amp;nbsp;Lalu kau sadari, tak ada waktu untuk termangu. Keputusan  harus dibuat secepat kilat. Jihad. Atau habis riwayat.&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Andai Gaza di depan rumahmu... Akankah kau  terlalu sayang akan nyawamu? Bersembunyi di sudut redup, karena percaya  kata logika, jika berontak, tak ada harapan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai Gaza di  depan rumahmu... Atau akankah kau pungut senapan di dekatmu. Berdiri.  Mengumpulkan keberanian, berlari ke depan. &amp;nbsp;Bergabung bersama para  mujahid yang telah siap bahkan mencari Syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan mengantarkan  nyawamu. Tapi memberikan perlawanan. Karena itu kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"&lt;i&gt;Telah  diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena  sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar  Maha Kuasa menolong mereka itu. yaitu orang-orang yang telah diusir dari  kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar.&lt;/i&gt;" (Q.S. al-Hajj :  39-40)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bukan pula karena panggilan. Tapi kebutuhan. Karena Gaza  tak pernah membutuhkanmu. Tapi kaulah yang membutuhkan Tuhanmu.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"&lt;i&gt;Sesungguhnya  Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka  dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah;  lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang  benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang  lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah  dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang  besar.&lt;/i&gt;" (Q.S. at-Taubah : 111)&lt;/blockquote&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maka, ketika dihadapkan dalam kondisi  demikian, apakah kau akan bersyukur? Bergembira karena dapat menjadi  Mujahid-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah justru kau bersyukur karena sekarang kau tak  berada dalam keadaan dimana nyawa menjadi taruhan?&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"&lt;i&gt;Hai  manusia sekalian! Janganlah kamu mengharapkan pertemuan dengan musuh dan  mohonlah kesehatan kepada Allah. Namun apabila kamu bertemu dengan  mereka, maka bersabarlah&lt;/i&gt;" (H.R. Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Jika kau adalah  golongan yang pertama, jika rumahmu bukanlah di Gaza atau Palestina. Kau  ingin, tapi karena hambatan beberapa hal ‘teknikal', hingga tak  memungkinkanmu pergi kesana. Janganlah berduka. Ketahuilah... Hampir  semua ayat berjihad, selalu diikuti kata "... dengan harta, dan jiwa  mereka..."&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"&lt;i&gt;Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta  berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih  tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang  mendapatkan kemenangan.&lt;/i&gt;" (Q.S. at-Taubah :20)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Karena ‘Gaza'  yang lain, ada di depan matamu. Di dalam dirimu. Ia berbentuk ‘Nafsu'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam bisshowab... (/dhi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-5361808366780252120?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/5361808366780252120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/06/andai-gaza-di-depan-rumahmu.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/5361808366780252120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/5361808366780252120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/06/andai-gaza-di-depan-rumahmu.html' title='Andai Gaza di Depan Rumahmu'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-3451539415358732069</id><published>2010-06-05T14:23:00.001+07:00</published><updated>2010-06-05T14:39:43.596+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Linguistik'/><title type='text'>Anu...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.truelifekarma.com/images/emptiness.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="253" src="http://www.truelifekarma.com/images/emptiness.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini bagaimana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begini Pak.. Anunya itu,  dianukan.. Sampai itunya anu.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"?????"&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Aku terpingkal mendengar cerita tetanggaku  yang kuyakin bukan rekayasa itu. Dalam ceritanya, dia memiliki seorang  bawahan dengan kemampuan komunikasi ganjil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga tak habis  pikir, manusia sejak kecil menerima masukan bahasa. Jumlah kosakatanya  semakin diperkaya melalui interaksi sosial dengan sekitarnya. Bahkan  pelajaran bahasa pun diberikan di sekolahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cukup hanya 2 bahasa  saja. Belum lagi dari berbagai literatur bacaan. Semua itu lebih dari  cukup untuk mengisi cawan kosakata, database dictionary, dalam memory  linguistik manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui bahwa masih ada orang yang  terbata-bata berbicara dan hanya mengkombinasikan tiga kata (anu, itu,  ini) saja, sungguh fenomena yang layak masuk berita.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tak perlu memperpanjang gunjingan. Jika  menilik keseharian masyarakat Jawa, hal tersebut hanyalah ke-lebih  biasa-an dari sebuah kebiasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anu..."&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;Anu, entah siapa yang pertama  kali mempopulerkan. Kata tersebut sungguh luar biasa kaya maknanya. &lt;i&gt;Portable&lt;/i&gt;,  universal, entah apalagi yang bisa menggambarkan kejamakan makna kata  ini : anu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari kata kerja, kata benda, kata keterangan,  kata sifat, semua kategori masuk dalam satu kata : anu.&lt;br /&gt;Hebatnya  orang Jawa, bahkan hanya dengan berkata "anu.." tak perlu lagi bertanya  ba bi bu, cukup : anu. Lawan bicara biasanya langsung mengangguk, entah  setuju, atau tak tahu.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Masih lekat  dalam ingatanku. Ketika aku kanak dulu. Bermain dan bercanda dengan  teman sebayaku. Ketika salah satu mengkasariku, kuadukan pada ibuku  sembari tersedu. "Aku di-anu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontan kata itu terucap dari  mulutku. Yang maksudnya, aku sendiripun tak tahu. Entah karena memang  tergagu, atau tak tega lalu kemudian melindungi si pelaku. Karena  bagaimanapun juga, dia temanku.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ah...  Anu. Kaya sekali maknamu. Ketika aku butuh jawaban spontan dan segera,  kaulah tujuanku. Ketika makna yang kutuju sedikit banyak mengandung  tabu, kau pulalah jawabanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Apakah  memang kaya? Atau sebenarnya kau tak memiliki makna apa-apa selain  kebimbangan belaka?&lt;br /&gt;Alih-alih menjawab pertanyaanku, apakah kini  kau malah memandangku dengan tertawa? Mengolokku dengan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akulah  hidupmu. Manifestasi serta perwujudan dirimu. Penuh dengan bimbang dan  rasa ragu. Mudah surut, nyali ciut, hanya karena terpengaruh ‘suara',  serta takut pada risiko yang jika dibandingkan manfaatnya, besarnya tak  seberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sebut fleksibel, hanya untuk menutupi kelemahanmu  yang tak bisa fokus dan berkala pada tujuanmu.&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulah  hidupmu. Manifestasi serta perwujudan dirimu."&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;"Persetan denganmu! Aku telah tahu sejatinya hidupku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anu...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(/dhi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-3451539415358732069?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/3451539415358732069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/06/anu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3451539415358732069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3451539415358732069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/06/anu.html' title='Anu...'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-4007855088861696742</id><published>2010-06-05T13:39:00.001+07:00</published><updated>2010-06-05T14:04:53.517+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maut'/><title type='text'>Ada Kuburan di Tepi Jalan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://arulchandrana.files.wordpress.com/2009/08/kuburan-dumbledore.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://arulchandrana.files.wordpress.com/2009/08/kuburan-dumbledore.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wid! dah pernah denger belom? Di tikungan  Ketinggring itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mangnya ada apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masa ga tau? Di  daerah situ angker Wid... ati-ati kalo lewat sana... Nyebut..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa?  Ngebut?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nyebut! Buset dah ni anak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sori bang... yang  dimana si?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu, yang tikungan tajem itu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh... yang  di pinggir jalan ada kuburannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah disitu! Dah banyak kasus  Wid! Yang diboncengin pocong, yang dihalangi pocong rebahan di tengah  jalan, yang suara-suara misterius, pokoknya banyak deh!"&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emang  abang pernah liat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belon si..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beuh! Gw mah pernah  ketemu bang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beneran? Gimana critanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu gw ketemu  dia ne! Dia biling gini ma gw :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Lo mo lari ya bang...&amp;nbsp; Lo bisa  lari dari gw, dari &lt;i&gt;medi, &lt;/i&gt;tapi lo ga bakalan bisa lari dari mati'&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;... "&lt;/blockquote&gt;...&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada kuburan di  tepi jalan. Kulewati setiap hari. Bukan hanya aku, puluhan, bahkan  mungkin ratusan kendaraan melewatinya setiap hari. Juga bukan hanya  disini, aku yakin puluhan, bahkan ratusan kuburan berada tepat di tepi  jalan.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kalo lewat di depan kuburan,  bilang &lt;i&gt;nuwun sewu&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Begitu kata  orang tua dulu. Entah teori darimana. Kurasa, karena sudah budaya Jawa,  ‘terlalu' menghormati orang yang lebih tua, bahkan yang ‘terlalu' lebih  tua pun kebagian rasa hormat itu. Aku tak mau berprasangka buruk untuk  mengatakannya syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun, melihat para santri dan kyai pondok  pesantren dari berbagai penjuru berbondong-bondong secara musiman &lt;i&gt;ngarep  berkah&lt;/i&gt; ziarah ke makam-makam para wali. Aku masih tak berprasangka  buruk. Mungkin mereka cuma ingin ‘kirim fatihah'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal  ‘mahal'nya biaya untuk kirim fatihah, sampai harus repot-repot dan  jauh-jauh, aku juga masih ingin berprasangka positif. Santri juga butuh &lt;i&gt;refreshing&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti, pernah suatu hari, aku diajak dalam tour ziarah. Dan yang  menggelitik mataku adalah, terlampir dalam selebaran itu, tujuan akhir  dari tour ziarah ini adalah Pulau Bali!&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kembali,  ada kuburan di tepi jalan. Setiap hari kulewati. Keberadaannya, seperti  melambai-lambai, menggapai-gapai, meraih-raih, setiap orang yang  melewati. Berharap untuk sekedar menengoknya, beruntung jika  mengingatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terhitung, entah berapa kali aku melewati  kuburan ini setiap hari. Begitupun dengan kendaraan lain. Kuyakin, sama  sepertiku, tak sempat mereka repot-repot menghitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi,  kuharap mereka sama sepertiku juga, sempat untuk menyadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari  keberadaan kuburan ini... Menyadari mati.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kudengar sambutnya tiap pagi. Bergaung. Bergema. Keras! Lantang!  Melebihi klakson ketergesaan pagi yang menyalak jalang.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Kemana kau pergi? Berangkat beraktifitas?  Pergilah! Carilah nafkah! Tapi pastikanlah semuanya barokah. Carilah  ilmu! Tapi pastikanlah, tak kau monopoli hanya untuk dirimu. Pandangi  aku! Sadari! Bahwa kau akan jadi bagian dariku. Maka, kau akan ingat  semua itu."&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kudengar sapanya tiap  senja. Sayup. Tapi tetap terdengar. Bahkan membuat jiwa bergetar.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Selamat jalan kawan.. Pulang. Mungkin juga  berpulang. Tak ada jaminan esok datang."&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mendengar  sapanya. Aku tersadar. Kuburan itu, bukan di tepi jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi  tepat di tengah jalan. Di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekat... Sangat dekat...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(/dhi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-4007855088861696742?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/4007855088861696742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/06/ada-kuburan-di-tepi-jalan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/4007855088861696742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/4007855088861696742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/06/ada-kuburan-di-tepi-jalan.html' title='Ada Kuburan di Tepi Jalan'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-7824153122686590706</id><published>2010-06-05T13:20:00.000+07:00</published><updated>2010-06-05T13:20:06.663+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen (cerita suplemen)'/><title type='text'>Hikayat Slamet</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://petromaks.files.wordpress.com/2007/04/sampan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://petromaks.files.wordpress.com/2007/04/sampan.jpg" width="264" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; Normal   0               false   false   false      IN   X-NONE   X-NONE &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--  --&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;mce:style&gt;&lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Namaku Slamet. orang Jawa. Orang desa. Kalau orang  kota bilang, aku orang udik. Namaku juga pasaran. Pasti ada di setiap  tikungan. Sama nasibnya seperti Asep di tanah Parahyangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal,  maksud bapak sama simbokku baik. Ngasih nama Slamet ya supaya Selamat.  Ga Cuma di dunia, tapi di akhirat.. Kata orang nama adalah doa. Dan  kurasa, Slamet adalah doa paling &lt;i&gt;simple &lt;/i&gt;tapi lengkap. Seperti doa  sapu jagad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"robbana atina fiddunya khasanah. Wafil akhirati  hasanah"&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Met! Pergi beliin simbok minyak  tanah..."&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;... &lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;"Ya mbok..."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Aku pengangguran. Maka,  perintah-perintah seperti membeli minyak tanah, apapun keperluan ke  warung sebelah, menjadi keseharian yang aku hanya bisa pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulusan  SMA sepertiku, semakin tak punya nilai saing di tengah gilasan  globalisasi seperti sekarang ini. Aku hanyut oleh arus media dan  informasi yang tak bisa kuarungi karena keterbatasan fasilitas maupun  kapasitas diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Ini kapitalisme Met..."&lt;br /&gt;...&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Begitu kata Bejo. Tetanggaku, yang juga kawan masa  kecilku. Seperti namanya, dia bejo (beruntung -Ind) bernasib baik. Orang  tuanya mapan secara ekonomi. Hingga sekarang, dia bisa sekolah sampai  perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Sekolah mahal Met.. Maaf.. Mbok ga  bisa nyekolahin kamu..."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa mengangguk  haru. Simbokku, seorang babu. Untung anaknya hanya aku. Satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit masih gulita. Sengaja aku mendahului simbokku yang  memang biasa telah terjaga di pagi buta. Sholat shubuh di mushola,  maupun menyiapkan makanan dan segala rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tulisanku  dalam suratku. Aku yakin, ketika membacanya, mbok meremasnya di dadanya,  menitikkan air mata. Lirih gumam dari bibirnya mengiringiku, tapi aku  bisa mendengarnya berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Semoga kamu slamet nak.."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Mbok, aku pergi... Kita tak punya, pun tak bisa membelinya. Aku  akan membuatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perahu Mbok..."&lt;br /&gt;...&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-7824153122686590706?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/7824153122686590706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/06/hikayat-slamet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/7824153122686590706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/7824153122686590706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/06/hikayat-slamet.html' title='Hikayat Slamet'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-201499126980963380</id><published>2010-06-05T11:56:00.000+07:00</published><updated>2010-06-05T11:56:56.251+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Private'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mimpi'/><title type='text'>Tembok Transparan</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; Normal   0               false   false   false      IN   X-NONE   X-NONE &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--  --&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;mce:style&gt;&lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --&gt;  &lt;!--[endif]--&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:Wm9z-yi8BwEHKM:http://achyar89.files.wordpress.com/2009/06/menulis.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="283" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:Wm9z-yi8BwEHKM:http://achyar89.files.wordpress.com/2009/06/menulis.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak bisa lagi menulis"&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;Kalimat itulah yang ada di benakku. Selalu  terngiang-ngiang, malam dan siang. Telah berkali-kali kucoba, tapi tetap  tak bisa. Otakku selalu terbata untuk memulai kembali kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  tak tahu, apakah ini hanya jenuh, atau aku benar-benar tak bisa? Apakah  memang fitrahku bukan menjadi penulis? Hingga aku benar-benar kesulitan  memulai kembali setelah lama mengistirahatkan diri.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ataukah ini hanyalah sebuah &lt;i&gt;great wall &lt;/i&gt;yang  memisahkanku dengan mimpiku di seberang. Begitu tinggi, begitu tebal  tembok itu! Tapi juga transparan, hingga aku dapat melihat mimpiku di  seberang yang lain.&lt;br /&gt;Ingin kudobrak! Kurusak! Tapi begitu tebalnya  hingga tanganku berdarah penuh luka. Kupukul, kutendang, kudorong!  Sia-sia belaka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin kulewati! Kulompati! Tapi begitu  tingginya, hingga lompatanku yang tingginya tak seberapa, jauh  jangkauanku dari puncaknya. Kudaki! Kunaiki! Selalu melorot...  Merosot...&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;"Tembok apa ini? Apakah aku  harus berhenti di sini? Kembali menyerah.. Pasrah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpiku..  Pernah sekali kurelakan dengan menyakitkan."&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Tidak kali ini. Bermimpi berarti berani.  Selalu ada tembok yang menghalangi. Bahkan bukan hanya sekali.&lt;br /&gt;Bermimpi  berarti berjuang.. Setinggi apapun harus mendaki. Seberapapun jatuh  berkali-kali. Berdarah, penuh luka, itu hal biasa..."&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Jadi, inikah cita-cita?&lt;br /&gt;Disinilah kualitas serta jati diri ditempa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-201499126980963380?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/201499126980963380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/06/tembok-transparan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/201499126980963380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/201499126980963380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/06/tembok-transparan.html' title='Tembok Transparan'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-5913905623283037537</id><published>2010-05-20T15:48:00.001+07:00</published><updated>2010-05-20T15:51:34.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikayat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibadah'/><title type='text'>Hikayat Ibadah Terberat</title><content type='html'>&lt;span class="trigger"&gt;&lt;/span&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;div class="w642 mt15"&gt;&lt;div class="pl15 pr15"&gt;&lt;div class="fsize12 lh20"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:trFauXR1-XJgDM::pondokhati.files.wordpress.com/2009/03/shollu.jpg&amp;amp;t=1&amp;amp;h=245&amp;amp;w=206&amp;amp;usg=__5tyRH9CzW-HBAsZAGmL2GGjPuFs=" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:trFauXR1-XJgDM::pondokhati.files.wordpress.com/2009/03/shollu.jpg&amp;amp;t=1&amp;amp;h=245&amp;amp;w=206&amp;amp;usg=__5tyRH9CzW-HBAsZAGmL2GGjPuFs=" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria biasa. Wajar. Seperti pria-pria beruntung lainnya.  Berkeluarga, memiliki anak, memiliki ekonomi mapan. Aku memiliki segala  hal yang menjadi idaman para pria normal di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan keluargaku juga biasa. Wajar. Normal. Dengan istriku, tak  pernah ada percekcokan berkelanjutan. Tak pernah ada perang urat syaraf  yang meletup menjadi perang deklamasi. Anakku pun tumbuh sehat dan  normal seperti anak-anak lainnya. Berpendidikan cukup, uang saku cukup,  kasih sayang lebih dari cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dikatakan, kehidupanku sempurna.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu kehidupan dunia. Ketika kupahami dalam sebuah perenunganku,  dunia tetaplah dunia. Dia hanya persinggahan, bukan tujuan. Dalam  perenungan itu pula kusadari, bahwa aku telah sering mengabaikan ibadah  rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusekolahkan anakku ke TPQ. Kusuruh mereka rajin sholat dan mengaji.  Sementara aku, mengabaikan dan meninggalkannya berkali-kali. Padahal,  mereka menjadikanku sebagai teladan dan tolok ukur pasti.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu pulalah aku&amp;nbsp; tersadar… “Inilah titik balikku”.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adalah seorang kawanku, rekan sekerjaku, yang kuanggap memiliki  kedewasaan rohani. Kuajak dia berbicara dari hati ke hati.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Aku ingin memperbaiki ibadahku kawan. Tapi aku tak ingin ibadahku  nanti bukan hanya sebatas ritualitas belaka, tapi memiliki esensi serta  kaya akan arti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu, cuma satu pesanku. Kau akan mencapai titik itu, ketika  kau mampu melakukan ibadah yang paling berat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibadah yang paling berat? Apa itu kawan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Temukanlah dulu olehmu. Cari dengan akalmu. Jalani dengan tubuhmu.  Jika telah kautemukan, beritahu aku.”&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Percakapan berakhir. Dia meninggalkanku yang termangu. Berfikir, apa  kiranya maksud dari ucapannya? Seperti apakah ibadah terberat itu?&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kuputuskan untuk menjawabnya dengan pengalamanku.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kumulai risetku dengan Sholat Dhuha. Di tengah kesibukanku, kucoba  untuk meluangkan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat… Sungguh berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bahkan untuk makan pun aku sering tak sempat, kini aku harus  mengendap-endap berwudlu dan sholat.&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali menjalani, aku berujar dalam hati, “Mungkin ini  ibadah terberat”&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Belakangan baru kupahami, se-tak sempat apapun aku sekarang ini,  nanti, aku bahkan tak punya waktu lagi.&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, aku mengalihkan risetku. Kali ini Qiyamul Lail-lah  bahan uji praktik berikutnya. Di tengah kantuk dan akumulasi rasa  lelahku, kucoba bangkit dari tidurku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat… Sungguh berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bahkan aku sering tak tidur karena lembur. Dan siang hari, masih  diakumulasi dengan forsiran pekerjaan yang tak henti. Tidur, bagiku  memiliki jatah waktu yang amat mini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, aku harus bangkit di malam hari. Menyingkirkan setan di pelupuk  mata yang membebani. Menindih tubuhku dari kepala sampai kaki.  Menyingkap selimut yang hangat, bersentuhan dengan air yang dingin dan  menyengat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat… Sungguh berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali menjalani, aku berujar dalam hati, “Mungkin ini  ibadah terberat”&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Belakangan baru kupahami, se-ingin apapun aku tidur dan menutup  mataku sekarang ini, nanti, aku toh akan tidur dan menutup mata untuk  selamanya. (Hingga waktu dibangkitkan kembali).&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kutemui kawanku lagi. Kuceritakan pengalamanku. Hasil dari risetku.  Serta hipotesaku.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;“Bukan… Bukan itu kawan. Yang kau jalani itu mungkin berat. Tapi  bukan yang terberat.”&lt;br /&gt;“Gila! Apa pula yang lebih berat dari mereka?”&lt;br /&gt;“Istiqomah kawan…”&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Kau bisa, semua orang bisa, menjadi muslim yang begitu tekun dalam  sehari, dua hari, tiga hari, bahkan berhari-hari. Tapi sedikit sekali  dari mereka bertahan dengan performa keimanannya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqomah bukanlah sekedar amalan kawan. Itu adalah manifestasi  hidup. Konsistensi, dedikasi, loyalitas, totalitas, sampai dengan  ikhlas, semua terimplementasi di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan cuma menjadi muslim musiman. Mendadak ‘alim’ hanya saat  ramadhan atau ketika mendapat hidayah spontan. Taubat dan ingat akhirat,  hanya mengendap seperti temp folder yang hilang ketika &lt;i&gt;restart&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camkan! Rasukkan kawan! Berat memang… karena inilah ibadah terberat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah kawan, bukan hanya amalan. Hakikat darinya adalah implikasi  dalam perilaku kehidupan.”&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Masih terekam jelas di ingatanku, kata-katanya, ketika berlalu dan  meninggalkanku…&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Ucapkanlah: “Aku beriman kepada Allah”, kemudian  beristiqomahlah dalam ucapan itu” &lt;/i&gt;(HR. Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-5913905623283037537?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/5913905623283037537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/hikayat-ibadah-terberat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/5913905623283037537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/5913905623283037537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/hikayat-ibadah-terberat.html' title='Hikayat Ibadah Terberat'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-6792492099281885609</id><published>2010-05-20T09:28:00.000+07:00</published><updated>2010-05-20T09:28:46.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Facebook'/><title type='text'>Ada Kail di 20 Mei 2010</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i154.photobucket.com/albums/s260/agkarim/Kail.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="280" src="http://i154.photobucket.com/albums/s260/agkarim/Kail.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada kail di 20 Mei 2010.&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kail, tentu ada umpan. Ada umpan, tentu ada yang dipancing. Ada yang  dipancing, tentu ada yang memancing. Ada yang memancing, tentu ada  maksud dan tujuan, mengapa ia memancing?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari sebuah jejaring sosial yang kemudian menjadi fenomena.  Menjamur dimana-mana. Dari mulai balita sampai orang tua menjadi  penggilanya. Tak kurang, merata dari kota sampai pelosok desa. Facebook  namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tak kenal jejaring sosial ini? Sebuah situs yang bagaikan  pedang bermata dua. Di satu sisi, bisa membuat karyawan berkurang  produktivitas kerjanya, membuat rumah tangga retak dan tak lagi saling  percaya, memicu dua pihak menjadi berselisih karenanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sisi lain, dapat meningkatkan dan memperluas market share  serta relasi, mempererat ukhuwah juga menjalin tali silaturahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah event diselenggarakan pada 20 Mei 2010. Tak sedikit pula yang  menghadirinya. Terakhir kulihat 12.000 orang mengkonfirmasi will  attending. Event tersebut, sangat berbau provokasi. Tak perlulah kusebut  nama event selengkapnya. Cukup tengok saja, karena telah santer  beritanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi, ini bukan yang pertama kali. Hal serupa pernah  terjadi sebelumnya. Hanya subjeknya saja yang berbeda. Sama seperti  (euforia) sekarang. Boikot diteriakkan dimana-mana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boikot dan teriakan ganyang tersebut, apa walhasil? Seperti telah  kuduga sebelumnya. Tak ada tindakan apa-apa dari pihak admin. Yang  kuingat hanyalah ‘patriotisme’ cerdas sekelompok hacker Perancis yang  kemudian mengakhiri fitnah provokatif tersebut.&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, seperti telah kusebutkan di awal. Terdapat korelasi  antara kail, umpan, ikan, dan pemancing.&lt;br /&gt;Kita (muslim wa muslimah) diibaratkan ikan dalam kolam yang sedang  dipancing. Tentu saja dengan harapan umpan tersebut, dimakan (apalagi  mentah-mentah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat tiga jenis ikan. Yang pertama adalah ikan yang tertarik oleh  umpan karena memiliki tujuan tersembunyi. Umpan itu, diibaratkannya  sebagai popularitas. Penekanan identitas. Kesemuanya, tak lebih hanya  sekedar riya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua adalah ikan yang tertarik oleh umpan karena keluguan.  Umpan itu, dihampirinya hanya karena ia terpanggil oleh kebutuhan.  Tersulut, murni karena patriotisme nurani. Kesemuanya, tak beroleh  apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga adalah ikan yang sama sekali tak tertarik oleh umpan. Ia  tak acuh karena berpaham bahwa ‘tak ada kemudahan meskipun untuk  mendapat makanan’. Karena itulah, ia terus bergerak tak hirau dengan  umpan-umpan di sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hatilah. Umpan itu, bisa berbagai rupa. Dan yang pasti,  maksud dan tujuannya sangatlah berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk ikan yang manakah Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, aku bahkan tak sudi disamakan dengan ikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw tak menghendaki kita, menjadi pengikut yang haus akan  amarah, dan gatal akan serapah. Sebaliknya, sebagai ummat yang memiliki  akhlakul hasanah serta berpegang teguh pada Alquran dan sunnah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Dari Anas bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:  "Berjihadlah melawan kaum musyrikin dengan hartamu, jiwamu dan lidahmu."  &lt;/em&gt;(Riwayat Ahmad dan Nasa'i. Hadits shahih menurut Hakim.)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Sun manembah kanthi obah jumangkah/ tandha sumarah/ dudu apal  donga lan pinter cadhong tadhah.&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;(Aku menyembah dengan gerak dan langkah/tanda pasrah/bukan hafal doa  dan pintar menadahkan tangan)&lt;/blockquote&gt;Nuwun...&lt;br /&gt;Widhi Satya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-6792492099281885609?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/6792492099281885609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/ada-kail-di-20-mei-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/6792492099281885609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/6792492099281885609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/ada-kail-di-20-mei-2010.html' title='Ada Kail di 20 Mei 2010'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-5569369186163865050</id><published>2010-05-14T10:09:00.000+07:00</published><updated>2010-05-14T10:09:05.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gurun kehidupan'/><title type='text'>Gurun Kehidupan [3] : Bersahabat dengan Pasir</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:exqytVRZqYc1cM::projects.math.arizona.edu/%7Esp2007/dunesPic.jpg&amp;amp;t=1&amp;amp;h=194&amp;amp;w=259&amp;amp;usg=__ZR7sqQnIG-F_077oOCKC3uGsJ6U=" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:exqytVRZqYc1cM::projects.math.arizona.edu/%7Esp2007/dunesPic.jpg&amp;amp;t=1&amp;amp;h=194&amp;amp;w=259&amp;amp;usg=__ZR7sqQnIG-F_077oOCKC3uGsJ6U=" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kembali melanjutkan perjalanan. Masih berlatar belakang dan berlokasi di gurun yang sama. Tempat-tempat yang dikunjunginya, antara lain : pembuat telur pasir, pembuat patung pasir, sawah dari pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan kedua adalah pembuat telur pasir. &lt;i&gt;‘Tsuna Tama&lt;/i&gt;' namanya. Didemonstrasikan bahwa telur diletakkan di sebuah kotak, dikubur dengan pasir, kemudian dimasukkan ke dalam pemanggang. Setelah matang, kemudian dibelah, dan diperlihatkan perbedaan telur yang dipanggang dengan pasir dan telur yang hanya direbus dengan cara biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telur pasir, diproduksi massal sebagai &lt;i&gt;home industry. &lt;/i&gt;Beberapa karyawan juga dipekerjakan di sana. Toko-toko di sekitar, menjadi tempat pemasaran. Sebagai souvenir, maupun untuk dikonsumsi, telur pasir tetap menjadi pilihan yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya telur pasir yang memanfaatkan pasir sebagai media. Ada juga kerupuk pasir sebagai produksi sampingan. Didemonstrasikan, sebuah pasir dididihkan, kemudian dimasukkanlah kerupuk-kerupuk ke dalamnya hingga matang.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Telur pasir dan kerupuk pasir. Adakah yang berminat mengadaptasinya?&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tujuan berikutnya adalah pembuat patung pasir. Petualang kita bercakap-cakap dengan seorang pematung yang membuat patung dengan pasir sebagai medianya. Dijelaskan pula, bahwa agar pasir mengeras dan mudah untuk dibentuk, dia menambahkan air ke dalam pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pematung itu juga menceritakan mimpinya, bahwa ia ingin salah satu karyanya, masuk ke museum patung pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditampilkan tentang museum patung pasir, aku benar-benar ternganga. Karya-karyanya luar biasa. Tiap detilnya, menyiratkan ketekunan dan ketelitian tingkat tinggi. Benar-benar karya seni bernilai tinggi.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tujuan berikutnya adalah sebuah sawah di tengah gurun. Ya, sawah / ladang di tengah gurun. Lengkap dengan tanamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan diketahui, bahwa tanaman yang dapat tumbuh di pasir yang kemudian ditanam massal dalam sebuah ladang, bernama &lt;i&gt;Rokkya. &lt;/i&gt;Aku tak tahu bagaimana menjelaskan tumbuhan ini, karena tak dijelaskan apa nama latinnya. Yang jelas, ia bisa tumbuh di pasir. Bentuknya seperti daun bawang. &lt;i&gt;Rokkya &lt;/i&gt;ini, selain dibuat sebagai lauk, juga dapat dikonsumsi langsung seperti memakan buah, hanya dengan dicuci saja.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;It's amazing how people can survive here. Not only just survive, it's like they having a friend with the sand. They make use of sand as a utility to live. They use it to socialize, they use it to photography, they use it to enterpreneur,they use it to art, even they use it to farm. Desert, in our image is a place where almost no living creature upon it, they turn it around 180 degree. I'm so moved and amazed with they effort. See you next week" &lt;/i&gt;petualang menutup acara dan memberikan salam perpisahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengagumkan, melihat bagaimana mereka dapat bertahan di gurun ini. Bukan hanya bertahan hidup, mereka seolah menjadikan pasir sebagai sahabat mereka. Mereka menggunakan dan memanfaatkan pasir dengan sebaik-baiknya. Mereka memanfaatkannya untuk bersosialisasi, fotografi, wirausaha, seni, bahkan mereka memanfaatkannya untuk bercocok tanam. Gurun pasir, dalam bayangan kita adalah sebuah tempat yang gersang dan sangat jauh dari kesan ‘kehidupan'. Tapi dengan kesungguhan dan usaha mereka, mereka tak hanya mampu bertahan hidup, bahkan telah bersahabat dengan pasir. Sampai jumpa minggu depan"&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semoga kisah di atas dapat diambil hikmah dan dijadikan pelajaran. Bahwa selalu ada harapan. Yang harus dirubah hanyalah sudut pandang, diikuti dengan ketekunan. Seperti sebuah ungkapan "perbedaan orang pesimis dan orang optimis adalah, ketika dihadapkan dengan kegelapan, orang pesimis tak dapat melihat apa-apa, sedangkan orang optimis dapat melihat cahaya, meskipun sangat kecil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuwun..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widhi Satya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-5569369186163865050?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/5569369186163865050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/gurun-kehidupan-3-bersahabat-dengan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/5569369186163865050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/5569369186163865050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/gurun-kehidupan-3-bersahabat-dengan.html' title='Gurun Kehidupan [3] : Bersahabat dengan Pasir'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-984451385959833843</id><published>2010-05-14T10:05:00.000+07:00</published><updated>2010-05-14T10:05:33.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gurun kehidupan'/><title type='text'>Gurun Kehidupan [2] : Bukan Hanya Batu di Tepi Jalan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.geeksquad.com/intelligence/wp-content/uploads/2010/03/road.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://www.geeksquad.com/intelligence/wp-content/uploads/2010/03/road.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       &lt;/span&gt;Lain ladang, lain belalang, lain lubuk lain ikannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pepatah mengatakan. Begitupun apa yang kusaksikan. Lain negaraku, negara kita, Indonesia tercinta, lain pula di Jepang sana. Pikiran dan kesan serupa, lenyap, sirna, tak sampai acara memasuki menit kelima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode petualangan yang kusaksikan, berlatar belakang di sebuah gurun pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;I can't believe such a place exist in this country. You see? We see nothing but sand here&lt;/i&gt;", begitu kata petualang, sekaligus pembawa acara yang tak kuingat siapa namanya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun tak habis pikir, bagaimana mungkin? Negara yang berlokasi secara geografis jauh di sebelah utara khatulistiwa. Daerah beriklim sub tropis. Yang selain karakter empat musimnya, sangat jauh dari kesan ‘iklim panas' dan sulit membayangkan, bahwa ada gurun disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu belum seberapa, keterkejutanku baru saja dimulai. Tak berapa lamanya, sampailah Si Petualang ini di sebuah desa. Bayangkan, desa di sebuah gurun! Dimana tak ada apa-apa di sekelilingnya selain pasir! Jika saja ini Arabia, aku mungkin takkan sebegitu hebohnya, tapi ini Jepang! Negara dengan tingkat pertumbuhan industri jauh melebihi negara-negara lain di Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadikan gurun sebagai pemukiman, sebagai pilihan, dan mengabaikan kehidupan industrial penuh dengan &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt; elektronis yang memudahkan kegiatan. Benar-benar pilihan yang bagi kebanyakan orang tak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa ini (aku juga tak ingat namanya) akhirnya, seperti tempat-tempat unik lainnya, juga menjadi tujuan kujungan turis dan wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seorang gadis penduduk setempat, berseragam sekolah, mendekati petualang kita. "&lt;i&gt;What? You wanna take my picture? Go ahead&lt;/i&gt;". Diizinkan, Si Gadis pun segera mengambil gambar petualang kita yang telah bersiap dengan posenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Arigatou Gozaimasu&lt;/i&gt;", Si Gadis Berterima kasih sambil membungkukkan badan, khas orang Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Dou Itashimashite&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;you're welcome&lt;/i&gt; - Eng; sama-sama -Ind)", begitu jawab petualang juga sambil membungkukkan badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Are you a photography school's student?&lt;/i&gt;" petualang kemudian bertanya, dalam dua bahasa. Petualang kita, seorang Kaukasia (orang Indonesia menyebutnya &lt;i&gt;bule&lt;/i&gt;), dia menguasai bahasa Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Gadis menjawab dalam bahasa Jepang. Dari translate yang tertulis dibawahnya, kubaca "&lt;i&gt;Yes, i study at photography school, and i usually come around here, to take a picture and socialize with a tourist&lt;/i&gt;". Dia berkata demikian, sambil menggerak-gerakkan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Hey, i can understand your language, so why you moved your hands? Is it a language?&lt;/i&gt;" petualang bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Yes, i deaf. I can't hear. So beside i talk with my mouth, i use my hands to communicate either.&lt;/i&gt;" Si Gadis menjelaskan masih sambil menggerakkan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Then how can you understand me speaking? Are you reading my lips?&lt;/i&gt;" petualang kembali bertanya lagi, juga dengan dua bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Some kind of that&lt;/i&gt;" Si Gadis menjawab, tak ketinggalan gerakan tangannya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, aku mulai ternganga. Bagaimana seorang gadis tuli, dapat berbicara dengan normal, layaknya orang biasa. Bahkan lebih dari itu, dapat berkomunikasi dengan wajar, dengan membaca bibir lawan bicaranya.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dari literatur yang pernah kubaca, seorang yang terlahir tuli, sebagian besar (hampir semua), juga menjadi bisu. Itu karena mereka tak dapat menyerap informasi bahasa yang sejak lahir diberikan oleh orang tua, maupun lingkungan sekitar mereka.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Layar kemudian beralih tampilannya. Menjadi seperti sebuah thriller, yang menampilkan &lt;i&gt;preview&lt;/i&gt; mereka. Siswa-siswa yang terlahir memiliki keterbatasan kemampuan pendengaran (aku pernah membaca dalam sebuah makalah, untuk mengganti kata ‘penyandang cacat' dengan kata-kata lain selain ‘cacat', karena konotasinya yang negatif dan aproduktif), mereka berjuang melawan keterbatasan dengan keuletan. Mereka berkarya, dengan fotografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil karya fotografi mereka yang ikut di-&lt;i&gt;preview-&lt;/i&gt;kan pula, dapat kulihat sentuhan jiwa didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan pula oleh gurunya (yang juga tuli), bahwa bersosialisasi dengan turis, adalah salah satu upaya untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka (para siswa tunarungu -pen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengamini gurunya, beberapa siswa kemudian membuka suara, bahwa meski ragu dan kikuk pada awalnya, tapi akhirnya mereka mendapatkan rasa percaya diri ketika telah dapat membuka percakapan dan bertukar sapa dengan para turis.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Subhanallah...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa, kalimat tasbih terucap dari bibirku. Bagaimana sebuah keterbatasan fisik, sama sekali tak membatasi semangat. Bukan semangat untuk menjadi ‘normal', tapi semangat untuk lebih berani menjadi diri mereka sendiri, dengan cara mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah semangat untuk berani menunjukkan eksistensi. Bahwa, "aku ada, aku telah tercipta, maka kehadiranku di dunia, takkan kubuat sia-sia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat sekali dalam semangat mereka terdapat sebuah manifestasi: "Aku dapat hidup mandiri, dengan caraku sendiri. Tanpa perlu bergantung, apalagi menjadi beban orang lain."&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka yang memiliki keterbatasan fisik saja, memiliki semangat hidup demikian hebatnya, masihkah kita lupa akan karunia Sang Kuasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kita enggan bersyukur? Syukur yang kemudian diimplementasikan dalam aplikasi tindakan sehari-hari, berupa karya, serta bermanfaat bagi sekitarnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kita ingkar? Dengan hidup bermalas-malasan serta sering menyalahkan keadaan. Anti dengan kesulitan serta lemah terhadap cobaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingkar bahwa dibalik kesulitan, setelahnya pasti ada kemudahan. Yang secara otomatis mengangkat kita pada derajat kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingkar bahwa dibalik cobaan terdapat kenikmatan. Terdapat angin musim gugur yang meruntuhkan daun-daun kekhilafan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kita zalim? Dengan melihat buku hanya dari sampulnya saja. Melihat manusia hanya dari bajunya saja. Melihat keterampilan hanya dari kondisi fisiknya saja. Tubuh memiliki ruh. Ruh yang sama. Nyawa yang sama. Keinginan yang sama. Kehendak yang sama. Cita-cita yang sama. Kebutuhan yang sama. Hati yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kita zalim degan bersikap risih, jijik, serta tindakan-tindakan yang berusaha menepikan keberadaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zalim karena enggan menerima mereka sebagai bagian dari sosial dengan tangan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kezaliman itu, takkan beroleh apa-apa selain luka di hati mereka, serta perasaan depresi dan rendah diri, karena dianggap "batu di tepi jalan. Ada dan tiadanya, tak diacuhkan, tak diabaikan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam bisshowab...&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat mereka dan semangat hidup mereka. Aku geli. Pada idiom "patah hati lalu bunuh diri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;*** &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Bersambung...&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-984451385959833843?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/984451385959833843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/gurun-kehidupan-2-bukan-hanya-batu-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/984451385959833843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/984451385959833843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/gurun-kehidupan-2-bukan-hanya-batu-di.html' title='Gurun Kehidupan [2] : Bukan Hanya Batu di Tepi Jalan'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-3642442149508175984</id><published>2010-05-14T09:57:00.001+07:00</published><updated>2010-05-14T09:57:55.969+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gurun kehidupan'/><title type='text'>Gurun Kehidupan [1] : Petualang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:-6xNPlCxAbjmmM::images.swastikaayu.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Sdl1bAoKCDIAAF7EcEw1/SangPetualang1.JPG%3Fet%3DWiYPCiDxmxhQy0qp1cBmww%26nmid%3D0&amp;amp;t=1&amp;amp;h=188&amp;amp;w=224&amp;amp;usg=__XQ_dzwKoaoKyE5L9OU2F7VJBQ6M=" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:-6xNPlCxAbjmmM::images.swastikaayu.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Sdl1bAoKCDIAAF7EcEw1/SangPetualang1.JPG%3Fet%3DWiYPCiDxmxhQy0qp1cBmww%26nmid%3D0&amp;amp;t=1&amp;amp;h=188&amp;amp;w=224&amp;amp;usg=__XQ_dzwKoaoKyE5L9OU2F7VJBQ6M=" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;20:00 BBWI. Seperempat jam sebelumnya, aku baru saja tiba di rumah. Kehujanan, kedinginan, kelaparan. Melewati jalanan yang gelap, pekat tanpa satupun penerangan selain kilat. Malam yang naas bagi sebagian orang. Tapi tidak bagiku. "Aku makhluk bernyawa, yang takkan pernah bisa didikte oleh rutinitas, lalu kemudian menyalahkan mereka sebagai monotonitas". Tantangan, liku, rintangan, besar, ataupun kecil, bagiku seperti sebuah ‘iklan' yang meruntuhkan kebosanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Ini baru namanya hidup".&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;20:00 BBWI. Ada apa dengan waktu itu? Ada apa dengan jam itu? Apa yang terjadi ketika jarum pendek menunjukkan angka delapan, tepat ketika jarum panjang menunjuk angka dua belas?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang istimewa dengan penunjuk waktu. Yang menarik adalah apa yang membuatku tertarik dan kusaksikan di layar kaca tepat pada jam itu.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, aku ingin langsung tidur saja. Rasa lelah telah menarik-narikku, seperti anak kecil, merengek-rengek minta ditidurkan. Minta diistirahatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak &lt;i&gt;afdhal&lt;/i&gt; rasanya, jika tak menemani, dan sekedar berbicara dengan bapakku. Biarlah, kutemani Beliau menghabiskan teh panasnya, meskipun hanya sebentar.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mataku tertuju pada layar televisiku. Televisi yang sering kucaci-maki itu. Ketika melihat sesuatu yang tak mengenakkan hatiku, pun ketika melihat hal-hal yang tak bermutu. Ah... Televisiku, malangnya nasibmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatianku tertuju pada acara yang sedang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi. Bukan... Bukan di Indonesia. Melainkan di Jepang sana. NHK World namanya. Entah apa nama acaranya, aku lupa. Rasa lelah telah mematikan separuh kesadaran dan ingatanku. Tapi, dengan separuh perhatian pun, aku masih bisa mencerna dan dibuat ternganga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang kusaksikan, jika di Indonesia mungkin namanya "Jejak Petualang" atau acara-acara seragam lainnya (aku tak bilang plagiat lho ya?). Awalnya, akupun berpikiran sama. Ah, paling-paling cuma tontonan orang jalan-jalan, ke tempat-tempat rekreasi, makan-makan, belanja. Berpikir mereka dapat setidaknya, mewujudkan mimpi pemirsa yang tak mampu kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atapun tontonan orang bertualang, ke tempat-tempat terbuka, "berkawan dengan alam" katanya, makan-makanan menjijikkan (baca: haram), ataupun meneliti penduduk (baca: suku) asli yang sebagus apapun mereka kiaskan dalam bungkus acara mereka, takkan menutupi bahwa mereka sedang "mengeksploitasi keanehan orang terbelakang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya aku tak suka, bukannya aku alergi, apalagi anti. Aku tetap menikmati. Paling tidak, untuk orang sepertiku, orang yang berkantung cekak (baca: miskin), aku  hanya bisa mengatakan "Toh mereka yang keluar duit, kenapa aku harus ribut?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling-paling aku cuma bisa iri, melihat orang membelanjakan (aku tak bilang menghamburkan lho ya?) uang berjuta-juta, memancing di lautan lepas terbuka, memperoleh ikan yang takkan habis 5 kali makan dilepaskan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan denganku, memancing di pinggiran empang, memperoleh ikan yang habis dalam satu gigitan. Besar sedikit saja hasil tangkapan, girang bukan kepalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin kubilang, "Cobalah pak, cuma modal yang tak sampai sepuluh ribu, kalau perlu buat dari bambu. Sandal jepit, kalau perlu tak usah bersandal, lebih menyehatkan dari sandal kesehatan yang harganya tak masuk akal. Celana pendek, kaos robek, menyusuri pinggiran empang sawah. Rasakan sensainya pak! Pasti tak kalah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu, kalau saya mau mencoba menjadi Anda?" jika kemudian dia bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya.... Gantian saya yang mencoba menjadi Anda!?"&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ah... Tinggalkan acara-acara yang (buatku, &lt;i&gt;wabil khususan&lt;/i&gt;, cuma buatku) tak ‘membumi' dan membuatku membanjirkan air liur saja. Aku ingin, tapi melihat kondisi kantung, dompet, maupun rekening, rasanya tak mungkin. "Melihat Anda di layar kaca pak, bukannya melipur lara, sebaliknya, menambah ingin saja."&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;bersambung....&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-3642442149508175984?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/3642442149508175984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/gurun-kehidupan-1-petualang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3642442149508175984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3642442149508175984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/gurun-kehidupan-1-petualang.html' title='Gurun Kehidupan [1] : Petualang'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-8887941993807371422</id><published>2010-05-11T18:03:00.001+07:00</published><updated>2010-05-20T15:57:33.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='maling'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikayat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sapa'/><title type='text'>Provokasi Seorang Maling</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Sumber Gambar : Mekarina.wordpress.com" class="size-medium wp-image-138541" height="300" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/05/abstrak-07-282x300.png" title="abstrak-07" width="282" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku maling bin maling. Bapakku maling. Ibuku juga maling. Profesi kami sekeluarga maling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi? Sindikat? Mafia? Atau apapun kalian menyebut kami. Toh, kami tetap maling. Seperti maling-maling yang lainnya, pekerjaan kami mencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencuri telah menjadi akar budaya, telah mendarah daging, telah merasuk ke sumsum, menjadi penyakit genetis tak terputuskan, tak tersembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencuri memang telah menjadi penyakit akut kami. Tapi, kami tak ingin sendiri. Beruntunglah, karena mencuri bersifat ‘familiar' hingga ia mudah untuk ditularkan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sebarkan. Kami tularkan. Kami kontaminasikan semua. Mereka yang masih bersih suci, belum terjamah, belum tersentuh. Lugu, polos. Maka, kami ajarkan mereka nikmatnya mencuri, dan bangganya menjadi maling.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah, kami memang maling. Tapi kami punya etika. Kami maling beradab. Kami maling modern. Kami maling yang tetap mengindahkan norma-norma dan berpegang pada regulasi,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bukan maling yang mau repot, meluangkan waktu, sekedar untuk mencuri uang, mencuri asset negara, mencuri kendaraan bermotor, mencuri perabotan. Apalagi, maling-maling kacangan seperti maling ayam dan maling jemuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kami, mereka semua cuma sampah. Kumpulan orang-orang bodoh, karena tak memperhitungkan segala sesuatunya. Untung yang mereka terima (kalau memang bisa dibilang untung), tak sebanding dengan risiko pekerjaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin kuteriakkan, "Pakailah ilmu ekonomi bung! Hitung untung rugi! Kau mungkin dapat untung. Tapi tengoklah risikonya bung! Reputasimu bisa buntung!"&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ingin kuteriakkan itu pada mereka, agar mereka beralih profesi saja. Profesi lebih mulia. Sayang, mereka terlanjur nyaman dengan profesi rutinan mereka. Telinga mereka tak lagi menganga. Mata mereka terlanjur buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah... Biarlah.. Aku mengajak orang-orang yang mau saja. Pun jika mereka ingin beralih menjadi maling sepertiku, lowongan selalu ada, pintu selalu terbuka.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebagai proposal, agar kau mau menjadi pengikutku, menjadi maling sepertiku. Karena pekerjaanku, seperti Multi Level Marketing sistemnya. Makin besar, makin kuat, makin banyak profitnya. Semua berbanding lurus, jika makin banyak pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaanku. Maling. Menucuri. Tapi, tak ada siapapun yang rugi. Secara materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sebaliknya, pencuri maupun korban yang dicuri, sama-sama memperoleh untung. Ingat, sama-sama memperoleh untung. Bahkan tak terhitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikutilah aku! Menjadi maling sepertiku. Mencuri sebagai pekerjaan sampingan, tapi keuntungannya tak terhitungkan....&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kau? Maling apakah aku? Maling yang menjadi lebih mulia, jika telah berhasil mencuri sesuatu? Yang sesuatu itu jika telah tercuri, si pemilik malah justru beroleh keuntungan yang begitu besar? Dari keuntungannya, akupun memperoleh keuntungan yang sama?&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maling apakah aku? Mencuri apa aku?&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Aku maling kemuliaan. Dan aku, mencuri salam.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Assalamu'alaikum warahmatullah... wabarakaatuh.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ya, inilah aku. Maling profesiku. Mencuri pekerjaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hatilah jika bertemu denganku!&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Tidak halal bagi muslim memutuskan persahabatan dengan saudaranya lebih dari tiga malam. Mereka bertemu, lalu seorang berpaling dan lainnya juga berpaing. &lt;b&gt;Yang paling baik di antara keduanya ialah memulai mengucapkan salam&lt;/b&gt;."&lt;/i&gt; (Muttafaq Alaihi)&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mencuri salam, dan sekedar ingin menyapa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum Warahmatullah.. Wabarakaatuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuwun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widhi Satya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-8887941993807371422?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/8887941993807371422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/provokasi-seorang-maling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/8887941993807371422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/8887941993807371422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/provokasi-seorang-maling.html' title='Provokasi Seorang Maling'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-7300173684807910484</id><published>2010-05-09T16:52:00.002+07:00</published><updated>2010-05-20T15:58:39.877+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikayat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uang'/><title type='text'>Anda Uang Mempunyai Nyawa...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Indonetwork.web.id" class="size-medium wp-image-136980" height="200" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/05/797837_006-decorart100x125abstrak-236x300.jpg" width="157" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_136980" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; width: 246px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagus banget! Berapa duit ni bang?”&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak, aku pengen nglanjutin sekolah..”&lt;br /&gt;“Maaf ya nak, bapak tak punya uang…”&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang kamu ama dia?”&lt;br /&gt;“Iya mak. Setelah kuliahnya selesai, rencana dia mau nglamar saya”&lt;br /&gt;“Punya duit berapa dia berani nglamar kamu!”&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau tak kuliah. Juga tak kerja.&lt;br /&gt;Lalu mau jadi apa?”&lt;br /&gt;“Saya lagi ngumpulin materi, referensi, relasi, buat buka usaha pak.”&lt;br /&gt;“Buka usaha? Modal darimana?”&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak.. Kasihan pak.. Dua hari belum makan.. Minta uang pak..”&lt;br /&gt;“Minta? Cari! Lo pikir duit boleh nemu! Kerja! Badan sehat gitu  juga.”&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi.. Kau ingin urusanmu lancar kan?”&lt;br /&gt;“Tentu saja bang..”&lt;br /&gt;“Kalau gitu, ada syaratnya.”&lt;br /&gt;“Syarat bang?”&lt;br /&gt;“Kau tahulah… Pelumas..”&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Mau tau gak mafia di senayan.&lt;br /&gt;Kerjaannya tukang buat peraturan.&lt;br /&gt;Bikin UUD.&lt;br /&gt;Ujung-ujungnya Duit.&lt;br /&gt;[Slank - Gossip Jalanan]&lt;br /&gt;…&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Perkenalkan. Namaku uang. Juga dikenal dengan duit, &lt;i&gt;money&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;fulus&lt;/i&gt;.  Termasuk berbagai macam konotasi yang kesemuanya, pada intinya  ‘memanggilku’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentukku sedang. Tak terlalu besar. Juga tak terlalu panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku memang diciptakan secara anatomis, cukup agar masuk dan  muat di saku, dompet, dan tempat-tempat aman namun strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kertas warna-warni, logam sebesar biji, adalah dua dariku dalam  perwujudan rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mudah ditiru, itulah salah satu ciri utamaku. Meskipun, pada  kenyataannya, masih ada saja yang mencobanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memalsukanku, mencetak dan mengedarkanku hanyalah satu dari ratusan  kemungkinan dari tindakan penyalahgunaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang palsu, aku yang telah ditiru, mungkin serupa wujudnya  denganku. Tapi bisa dengan mudah dipergoki dengan alat bantu. Dan mereka  -aku yang palsu- hanya bisa menipu orang yang tak teliti akan  anatomiku.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kau mungkin sering melihatku (aku yang asli). Ada yg sangat sering,  ada juga yang jarang. Tapi dari semuanya, aku yakin tak satupun dari  kalian yang tak menginginkaku. Tapi, sedikit sekali dari kalian yang  membutuhkanku.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menginginkan dan membutuhkan, adalah dua hal yang sangat jauh  berbeda. Dua hal yang membedakan manusia beradab dan biadab. Susila dan  asusila. Kikir dan dermawan. ‘fakir’ dan ‘hartawan’. Pandir dan  budayawan. ‘kafir’ dan ‘agamawan’.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ingin, seperti angin, tak pernah pasti, bertiup kesana kemari.  Berhembus, ganas, karena ada panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin, seperti asin. Tak pernah cukup meskipun meminumnya sampai  kembung, sampai kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin, ibarat zina. Takkan pernah puas ratusan tuna susila  dihadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin, selalu berotasi. Tak pernah pasti karena tak punya titik  destinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin pulalah yang mendorong gayus, markus, serta para tikus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin pulalah yang mendorong manusia berhura-hura, berfoya-foya,  belanja sampai lupa, tersesat dalam hakikat bahagia yang fana.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jika melihat mereka.. Rasanya… Aku ingin lenyap saja. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Lain ingin, lain lagi butuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh ibarat ruh. Ada, namun tak tersentuh. Adanya ia, melahirkan  keringat dan peluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh ibarat nyawa. Mutlak eksistensinya. Adanya ia, melahirkan jasa  dan karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh ibarat birahi kedewasaan. Berhenti ketika telah terlampiaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh itu notasi pasti. Ia punya destinasi. Cukup, hanya jika telah  terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Karena butuh itu fitrah. Maka, aku didapat dari jalan yang fitrah,  juga dibalanjakan ke hal-hal yang fitrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diperoleh dengan kerja keras dan susah payah. Dan setelahnya, aku  disisihkan, sebagian, untuk sedekah. Alangkah barokah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, tak perlulah label “halal” dari MUI, karena aku sama  sekali tak mengandung minyak babi.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jika melihat mereka, aku ingin selalu berada  disampingnya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;p.s.&lt;br /&gt;Andai uang punya nyawa, andai mereka bisa bicara. Begitulah mungkin  pengakuannya.&lt;br /&gt;Jelas sudah siapa yang dipilihnya untuk selalu bersamanya.&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;Bisa juga diganti subyeknya. Bukan uang. Melainkan &lt;b&gt;bahagia&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Siapa yang dipilihnya menjadi pendampingnya?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-7300173684807910484?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/7300173684807910484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/anda-uang-mempunyai-nyawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/7300173684807910484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/7300173684807910484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/anda-uang-mempunyai-nyawa.html' title='Anda Uang Mempunyai Nyawa...'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-6374540822507359311</id><published>2010-05-09T14:53:00.000+07:00</published><updated>2010-05-09T14:53:41.564+07:00</updated><title type='text'>Walimah : Antara Doa dan Puja</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S-Zp7OrauwI/AAAAAAAAAVM/vpr6pKhheis/s1600/walimah5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S-Zp7OrauwI/AAAAAAAAAVM/vpr6pKhheis/s320/walimah5.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hari Ahad. Seperti yang telah dijanjikan sebelumnya. Budhe mengajakku  ke acara walimah pernikahan kerabatnya. Kerabat yang mana, tak perlulah  kutanya. Yang perlu kulakukan hanyalah mengantar Budhe, sebagai  perwujudan rasa hormat dan bakti serta ‘imbal jasa’ karena Beliau telah  merawatku selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sampai sudah di tujuan. Motor kuparkirkan. Seperti yang sudah  kubayangkan sebelumnya, “tempat yang akan kutuju adalah restoran megah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu pemandangan yang menarik perhatianku karena menurutku, amat  mencolok, kontras sekali dengan segala rupa yang ada di sekelilingnya.  Ah… kurasa tak seorang pun menyadarinya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sugeng Rawuh&lt;/em&gt;… &lt;br /&gt;Mohon do’a restu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kiranya yang sering sekali, amat sering, umum, wajib, dan  sepertinya ada ‘undang-undang’ tak tertulis bahwa kalimat tersebut harus  ada dan terpampang di setiap walimah (pesta perayaan, orang jawa  menyebutnya &lt;em&gt;slametan&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Slametan&lt;/em&gt;. Berasal dari kata dasar &lt;em&gt;slamet. &lt;/em&gt;Orang  non-Jawa pun akan langsung tahu artinya, karena memang tak jauh berbeda.  Ya, dalam bahasa Indonesia, artinya selamat. Sedangkan &lt;em&gt;slametan, &lt;/em&gt;dalam  bahasa Indonesia artinya (secara harfiah) selamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari nilai-nilai syari’at Islam dalam walimah (mulai dari  sini kita sebut selamatan) akan kucoba definisikan apa itu selamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamatan merupakan tradisi, (yang sedikit banyak terinspirasi dari  syari’at Islam) yang diawali oleh orang-orang tua, sesepuh, pendahulu,  yang kemudian membudayakannya, dan menurunkannya kepada generas-generasi  penerus (anak cucu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya sendiri, tentu saja sebagai keselamatan, memohon do’a,  supaya diberi kelancaran atas segala maksud, itikad, apa-apa yang  diinginkan. &amp;nbsp;Supaya tak ada hambatan berarti, tak terduga, serta di luar  jangkauan kemampuan, yang merintangi perjalanan ke depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, jika kulihat dari kebiasaan ‘mayoritas’ dan yang sering  terjadi dalam masyarakat sekarang, ‘selamatan’ telah bergeser makna,  fungsi, serta definisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi ‘selamatan’ sekarang, adalah suatu upacara perayaan yang  digelar dan dilangsungkan dengan mengundang orang banyak, yang biasanya  adalah orang-orang ‘tertentu’ dari kerabat, maupun teman dekat.&lt;br /&gt;Yang aku tekankan di atas adalah upacara perayaan, dan mengundang  orang-orang ‘tertentu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Kenapa?”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Orang Jawa bilang, &lt;em&gt;Blaka kemawon lah&lt;/em&gt;… (terbuka saja lah  -pen). Sering yang terpikir pertama kali ketika mengadakan walimah  (pesta perayaan) adalah biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Biaya untuk apa?”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Biaya untuk membeli gengsi, membeli muka, membeli senyum bangga,  untuk kemudian dipertontonkan kepada tamu-tamu undangan yang telah  melalui proses penyeleksian sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Lalu, jika seperti itu, apa artinya selamatan? Apa hakikatnya? Apa  maknanya? Apa implementasinya? Apa wujud nyatanya? Sumbangsih yang  terasa secara langsung oleh masyarakat yang berinteraksi dengannya?&lt;br /&gt;Kurasa tak ada, selain foya-foya dan hura-hura semata… Memuliakan  tamu katanya. Agaknya terdapat perbedaan yang cukup (baca : sangat)  mencolok antara memuliakan dan ‘terlalu’ memuliakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung megah, makanan melimpah, pakaian mewah, senyum-senyum  sumringah, semua serba wah! Tak ingatkah masih banyak saudara kita yang  susah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Perayaan nikah, dengan segala yang berwujud mewah. Alangkah baiknya  jika secukupnya saja. Sedangkan sisanya, akan jauh lebih bermanfaat jika  dialokasikan untuk sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedekah, tentu saja, bukan kepada orang yang ‘sama-sama’ (atau bahkan  lebih) mewah. Tetapi, mereka yang benar-benar membutuhkanlah yang  berhak untuk menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya,  kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu  menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Sesungguhnya  pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu  adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” &lt;/em&gt;(Q.S. 17 : 26 - 27)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisuda, toga, dan segala macam seremonial lainnya. Juga sebagian  besar mewah, dan telah mengakar sangat kuat sebagai kultural yang tak  memiliki makna apa-apa selain unjuk muka dan sebagai simbol bonafiditas  belaka. Di banyak lembaga pendidikan negeri maupun swasta, tak sedikit  uang yang dihamburkan untuknya.&lt;br /&gt;Alangkah lebih baiknya jika secukupnya saja, atau tak usah ada dan  sekalian hilangkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah akan jauh lebih bermanfaat jika uang yang di’sumbang’kan  untuk seremonial wisuda, dialokasikan untuk modal usaha. Alternatif  lainnya, juga bisa untuk bekerjasama, yang jika tercapai kesepakatan  dapat digunakan untuk mendirikan Firma, atau lembaga usaha sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, akademisi bukan hanya menjadi ‘nominal’ penambah  antrean pengangguran. Sebaliknya, menjadi solusi keilmuan dan  ketenagakerjaan dengan menciptakan lapangan baru pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Aku menanti suatu masa…&lt;br /&gt;Dimana “&lt;em&gt;Sugeng Rawuh” &lt;/em&gt;tak hanya menjadi salam pembuka.&lt;br /&gt;Akan tetapi do’a..&lt;br /&gt;Do’a yang dipanjatkan, untuk tamu-tamu kehormatan.&lt;br /&gt;Bukan tamu-tamu yang dihormatkan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Aku menanti suatu hari..&lt;br /&gt;Dimana pe-”mohon doa restu” benar-benar ingin diberi.&lt;br /&gt;Diberi do’a, bukan diberi puji.&lt;br /&gt;Do’a yang dipanjatkan, dari tamu-tamu yang &lt;em&gt;jumawa.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bukan tamu-tamu yang iri…&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah, aku akan menjadi bagian dari masa, dan hari itu.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak  berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di  tengah-tengah antara yang demikian.” &lt;/em&gt;(Q.S. 25 : 67)&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;Nuwun…&lt;br /&gt;Widhi Satya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-6374540822507359311?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/6374540822507359311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/walimah-antara-doa-dan-puja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/6374540822507359311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/6374540822507359311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/walimah-antara-doa-dan-puja.html' title='Walimah : Antara Doa dan Puja'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S-Zp7OrauwI/AAAAAAAAAVM/vpr6pKhheis/s72-c/walimah5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-5098843987045067003</id><published>2010-05-08T09:59:00.000+07:00</published><updated>2010-05-08T09:59:38.451+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Fiction Reality'/><title type='text'>Kenapa Harus Budi?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S-TTX9xcwNI/AAAAAAAAAVE/rVucJy-DTFo/s1600/galeriinggil+dot+web+dot+id.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="185" src="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S-TTX9xcwNI/AAAAAAAAAVE/rVucJy-DTFo/s200/galeriinggil+dot+web+dot+id.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini Budi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ibu Budi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bapak Budi..&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bel berbunyi. Ani menutup buku. Dipandanginya sampul hijau dan kelabu, dengan tulisan kuning besar menyala, "Bahasa Indonesia Kelas 1".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, setiap kali, setiap saat, ketika dibacanya, Ia selalu bertanya. "Kenapa harus Budi?".&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tak tahu, bahwa semua buku yang serupa, sekarang maupun dahulu, memang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, seitap kali, setiap saat, diulang-ulangnya kata-kata itu. Belajar membaca, kata Ibu guru.  Dan, masih seperti kemarin, seperti kemarinnya lagi, dan kemarin sebelum kemarinnya lagi, seperti hari-hari biasanya, seperti kali biasanya,, seperti saat biasanya, Ani selalu bertanya-tanya: "Kenapa harus Budi?"&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Ayo Ani, maju ke depan kelas! Coba kau baca frasa yang biasa..." Ujar Ibu guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan saya Bu guru...." Sanggah Ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo baca!" Bentak Ibu guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan saya Bu guru..." Lagi-lagi Ani menyanggah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tak bisa??? Kau ini kenapa? Setiap hari frasa itu kau baca??? Gila... Apa tak pernah kau camkan, lalu kau masukkan ke kepala!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf Bu guru..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pulang sana! Belajar! Tak sudi aku punya murid tak becus sepertimu! Kemari lagi kalau kau sudah bisa!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik Bu guru..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ani melangkah pulang.. Meninggalkan teman-temannya yang menganga tak percaya... Meninggalkan gurunya yang muntap murka...&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya, ia menerawang, kesadarannya mengambang, melayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lamunannya, ia berbicara, monolog dengan dirinya, "Tak tahukah Bu guru? Aku tak membaca bukan karena aku tak bisa... Aku tak kuasa!"&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tanpa penyesalan, ia meneruskan langkah pulang... Satu persatu tapak ia jenjang... Menyusuri jalanan, kotor, bising oleh suara kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan itu, satu persatu, berseliweran, cepat, tak beraturan. Tak pula mengacuhkan.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa, sampailah ia di depan pintu gerbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia masuk, masih dengan segudang pertanyaan yang tak lekang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa harus Budi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia masuk, meninggalkan papan bertuliskan "Panti Asuhan : Rindu Kasih Sayang"&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Andai aku Budi... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-5098843987045067003?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/5098843987045067003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/kenapa-harus-budi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/5098843987045067003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/5098843987045067003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/kenapa-harus-budi.html' title='Kenapa Harus Budi?'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S-TTX9xcwNI/AAAAAAAAAVE/rVucJy-DTFo/s72-c/galeriinggil+dot+web+dot+id.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-3643760393635399989</id><published>2010-05-08T09:49:00.001+07:00</published><updated>2010-05-09T16:57:08.520+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><title type='text'>Ada burung di Antennaku</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;img alt="Dokumentasi Pribadi" class="size-medium wp-image-136181" height="257" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/05/burung.jpg" width="262" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kau yang bertengger di atas sana. Berkicau dan meracau. Nyaring, merdu, semaumu, sesukamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahukah kau, benda apa yang kau hinggapi? Ah! Mana mungkin kau tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberitahu. Itu namanya antenna. Kata bapakku yang ahli elektronik, gunanya untuk menerima transmisi sinyal UHF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu UHF? Mana kutahu! Yang aku tahu, dari benda yang kau tenggeri itu, televisiku bisa menampilkan gambar dan acara yang beraneka rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan tertawa, karena saking beranekanya, hingga tak jarang (baca: sering) sekali seragam, hingga aku bingung, apakah mungkin televisiku monogram?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, tahukah kau. Dari benda yang kau tenggeri sekarang ini. Banyak sekali hal lucu yang ganjil, aneh, tak lumrah dan yang kuherankan kenapa mereka seolah mendoktrin supaya itu semua menjadi lumrah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghibah dan semacamnya, ribut, gatal,  tak sabar ingin mengendus urusan (baca: aib) orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang itu, kawanku, yang gemar sekali mengorek-ngorek aib orang. Mereka pintar! Sangat pintar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akses! Mereka paksa! Agar beroleh fakta, atau minimal bicara. Yang kemudian, dapat mereka sunting, tambahkan, kurangi, dan putarbalikkan sesuai selera mereka yang gila akan kontroversi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, akses itu, kawanku, lucu! Selalu begitu-begitu! Kubilang salah tempat. Mereka seperti orang bersenjata api, yang menodongkan moncongnya pada kasir, teller, atau brankas-brankas lain, yang mereka dapat dengan instant beroleh uang karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka todongkan senjata api itu dengan mantra "kebebasan pers", "kalian dibesarkan media", jika sudah ditodong seperti itu, perlawanan masih dilakukan, ditariklah picu, dan, DOR! Boikot pun dieksekusikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku heran, kenapa tak mereka todongkan saja senjata itu pada pejabat-pejabat yang diisukan korupsi itu? Paksa! Korek semua fakta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Sampai sekarang tak terlihat perubahan yang nyata? Begitu eksklusifkah mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah! Persetanlah mereka kawan! Suaraku mana masuk hitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke tontonan itu kawan, agar tak OOT. Herannya aku, orang lain, khususnya remaja dan ibu-ibu, menontonnya, seolah tak memiliki rasa jemu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa menariknya itu-itu melulu! Kawin cerai selalu alasan klise yang diucapkan dengan entengnya "sudah tidak ada lagi kecocokan". Bah! Memangnya nikah melulu kecocokan saja! Jika melihat wajah lugu anak yang dikorbankan, aku bertanya, siapa sebenarnya yang anak-anak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum masalah si anak kemudian menjadi rebutan. Hak asuh katanya. Daripada berebut, kenapa tak bikin lagi saja? Masing-masing satu anak! Simple kan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Gitu aja koq&lt;/i&gt; repot...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kawin cerai kawanku. Kau yang terbiasa kawin karena panggilan birahi yang telah melewati masa, aku yakin tak tahu akan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin pula, kau pun tak tahu apa itu puber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puber kawan... Memang mengasyikkan.. Tapi jika dieksploitasi secara berlebihan, menjadi memuakkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersipu, merah merona, ketika dikonfirmasi "cuma teman biasa" jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahai indahnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika itu-itu saja, bah! Jenuh aku! Kaupikir hidup hanya melulu berkutat dengan urusan cinta monyet!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sadarkah mereka? Pubertas mahal harganya? Mereka bisa beli itu semua, dengan uang yang mereka peroleh dari keberuntungan karena dikaruniai fotogenika serta keelokan rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau juga, karena garis keturunan. Jerih payah orangtua, membuat mereka terlahir kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iri aku kawanku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miris!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah kawanku, masih banyak saudaraku yang tak sempat menikmati puber. Bahkan tak tahu apa itu puber karena kesehariannya diisi kekhawatiran "adakah nasi hari ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang bergelimang kemewahan, begitu kontras dengan saudara-saudaraku yang lain, yang berpapan di kolong jembatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tega aku melihatnya, ingin kumatikan saja teveku, kurobek koranku, tapi semuanya tak mengubah apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau pernah dengar &lt;i&gt;capitalism effect&lt;/i&gt; kawanku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasa ini salah satunya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kau yang bertengger di atas sana. Berkicau dan meracau. Nyaring, merdu, semaumu, sesukamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kau mau mendengarkan ceritaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi kawanku. Yang tak kalah seru...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok kawan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus mandi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beraktifitas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkarya, agar berguna. Mencari nafkah agar bisa bersedekah. Mencari ilmu untuk kemudian kutularkan, agar beroleh kemanfaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang harus kulakukan kawanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun kau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah konsekuensi hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakadilan, jangan jadikan alasan untuk meredup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaupun juga sama bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbanglah kawan... Melayang, menukik, sesukamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkicau dan meracau sekehendakmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawinlah! Buahi betinamu! Buat ia telurkan anakmu sebanyak kau mau! Tingkatkan populasimu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau makhluk bebas kawanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak melarangmu mengunjungiku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak akan mengurungmu hanya untuk mengeksploitasi suaramu, ataupun anggunnya rupamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut kawan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap pagi, bertenggerlah angkuh di antenna teveku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuceritakan hal baru padamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-3643760393635399989?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/3643760393635399989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/hai-kau-yang-bertengger-di-atas-sana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3643760393635399989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3643760393635399989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/hai-kau-yang-bertengger-di-atas-sana.html' title='Ada burung di Antennaku'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-560876960262492558</id><published>2010-05-06T17:28:00.000+07:00</published><updated>2010-05-06T17:28:16.364+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>Sekedar Ingin Menyapa...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="quotesaarcade.com" class="size-medium wp-image-134788" height="248" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/05/quotesaarcade-dot-com-300x248.gif" width="300" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum.. Warahmatullah... Wabarakaatuh.. Lama banget ga da kabar? Sehat ja kan? Sibuk apa sekarang?"&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tak lebih dari lima kalimat, untuk mengawali silaturahmi. Tak lebih dari satu jam untuk merekatkannya kembali.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kesibukan... Entah itu berupa tanggung jawab pekerjaan, masih terikat studi, atau benar-benar malas kemudian melupakan, seringkali menjadi alasan pelarianku untuk tetap menjaga tali silaturahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kusadari, berhala bernama "materi" sedikit demi sedikit telah mengikis rasa kepekaanku terhadap kehidupan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari, kuhabiskan waktuku demi mencukupi kebutuhan materi, yang bahkan aku sendiri tak pernah tahu kata cukup dan kapan harus berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi takkan pernah habis dan takkan pernah selesai untuk dikejar. Ah... Bodohnya aku. Diperbudak materi, dibendakan benda. Hingga, tanpa sadar, waktuku yang begitu berharga, tak kualokasikan dengan proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbasnya, hanya untuk duduk menemani bapak minum teh, menyaksikan acara teve favoritnya, berbicara, mendekatkan hati dan hati pun aku beralasan "tak punya waktu" pada diriku.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Assalamu'alaikum! Eh ada tamu.. Dah dari tadi Pak Sus?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah.. Mas Widhi baru pulang kuliah apa kerja ne?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dua-duanya! Hehe. Duduk dulu.. Belom dibikinkan minum ya? Mau minum apa Pak Sus?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ga usah repot2.. Cukup air putih yang dikasih api nyala!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Haha"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ah... Lama sekali rasanya. Aku tak ingat, kapan terakhir kali aku duduk menemani tetanggaku yang sering sekaki sengaja meluangkan waktunya berkunjung ke rumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hanya sekedar ngobrol ngalor ngidul, sesekali terbahak, tapi terasa sangat lepas. Jauh lebih menyenangkan daripada obrolan tentang tugas, mata kuliah, bisnis, omset, proyek, prospek dan tetek bengek lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu intelejensia tinggi, untuk mengakrabkan diri. Karena berbicara adalah naluri dasar manusia. Buang semua remeh temeh penjagaan citra (anak muda jaman sekarang menyebutnya jaim), leburkan juga sekat-sekat 'kasta', maka segalanya akan mengalir dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Wid, kalo ga cape, anterin bapak taziah. Mumpung belom ujan. Ato mo besok aja?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang ninggal?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibunya mas Fitri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Innalillah.. Sekarang aja pak. Saya sholat dulu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Lama sekali aku tak mengunjunginya. Mantan rekan kerja bapakku, yang karena usianya tak jauh beda denganku, akupun kemudian akrab dengannya. Lama tak ada kabar, justru kabar dukalah yang terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ketika ibu dan adikku, pun ketika keluargaku dilanda kemalangan, dia tak pernah absen mengunjungiku. Zalim jika aku tak mensegerakan mengunjunginya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Bang! Baru mo dibawa ke kuburan ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh! Lo wid..Kapan dateng?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baru aja.. Assalamu'alaikum bang.. Ikut belasungkawa, semoga amal ibadah beliau diterima,diampuni dosanya,serta keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makasih ya wid.. Gimana? Mo ikut ke kuburan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh deh, sapa tau besok gw mati. Biar dah tau jalan jadi ga perlu ngrepotin orang bawa-bawa mayat gua. Bisa jalan ndiri!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Haha! Becanda aja lo!"&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mungkin.. Aku setengah serius. Hal yang paling kuhindari adalah merepotkan orang lain. Dan andai saja, apa yang kukatakan bisa terjadi, aku lebih menginginkan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, manusia, yang telah dicabut nyawa dari tubuhnya (baca: mayat) tak mungkin secara wajar berjalan mondar-mandir layaknya manusia bernyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian adanya, tayangan semacam dunia lain, tak akan menjamur dan 'membudaya' pada zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, mau tak mau, pekerjaan seperti memandikan,mensholati,memikul sampai makam, menggali, mengazani, hingga menutup kubur, merupakan rangkaian 'acara' yang pembawa dan pemerannya harus 'dipasrahkan'.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika mengetahui betapa tak berdayanya aku ketika telah tak bernyawa, masihkah aku begitu beratnya untuk paling tidak beritikad:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekedar ingin menyapa..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[caption id="attachment_134785" align="aligncenter" width="300" caption="sumber gambar : jocr8.com"]&lt;img alt="jocr8.com" class="size-medium wp-image-134785" height="236" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/05/jocr8-dot-com-300x236.jpg" width="300" /&gt;[/caption]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-560876960262492558?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/560876960262492558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/sekedar-ingin-menyapa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/560876960262492558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/560876960262492558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/sekedar-ingin-menyapa.html' title='Sekedar Ingin Menyapa...'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-5593981065701109771</id><published>2010-05-06T17:06:00.000+07:00</published><updated>2010-05-06T17:06:46.802+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><title type='text'>Sekolah Pasar dan Pasar Sekolah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="beritakorslet.wordpress.com" class="size-medium wp-image-134770" height="239" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/05/beritakorslet-dot-wordpress.jpg" width="266" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;       &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sarjana, hanya menjadi 'sarjana'. Tak lagi ahli di bidangnya. Tak lagi berdedikasi dengan profesinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai dalam ijazahnya, bukan representasi nilai kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toga dan semacamnya, hanya menjadi seremonial belaka, tanpa penghayatan tanggung jawab terhadap pengembangan profesi, bidang ilmu, serta sosial.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ilustrasi sarjana instant. Dilahirkan universitas yang tak memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan. Menyepelekannya, atau bahkan menginjak-injaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada proses pengajaran, yang bahkan di universitas maju telah dikembangkan menjadi penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mahasiswa tak mengerti hal yang seharusnya adalah sesuatu yang sangat sepele dan mendasar, bukan pencerahan, akan tetapi tawa meremehkanlah yang didapat sebagai jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecongkakan dosen telah menjadi hal yang begitu menyilaukan. Begitu tinggi. Hingga dia enggan untuk melihat ke bawah. Pun jika dia melihat ke bawah, tak terlihat apa-apa lagi dalam pandangannya yang berupa dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada saling percaya. Menggali ilmu bersama. Hingga, mungkin karena 'malas' mengajari mahasiswa yang dalam pandangannya sebagai kumpulan SDM 'rendah', cukup dengan absensi penuh, nilai 'cukup' terpenuhi. Bahkan ada yang menghargainya 'baik'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah pendidikan? Aku tak sanggup membayangkan bagaimana kecewa dan terpukulnya Ki Hajar Dewantara melihat segala yang di perjuangkan dengan keringat darah, hanya menjadi sarana permainan politik dan tempat berdagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak sanggup membuka mulut jika dia bertanya padaku "hei! Apa beda sekolah dengan pasar? perkelahian, tawuran, bermesraan, kekerasan, makian, palak-memalak, dagang, apalagi hal yang ada di pasar tak ada di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin, dia dan segala perjuangannya, akan merasa sangat terhina, jika disodori dengan uang gedung, uang seragam, dan uang-uang lain. "Pendidikan memang butuh uang. Tapi pendidikan bukan uang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan yang kubuat beberapa hari sebelum hari pendidikan. Tapi terhenti di tengah jalan karena kesibukan. Dan....Tak bisa kulanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stagnan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-5593981065701109771?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/5593981065701109771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/sekolah-pasar-dan-pasar-sekolah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/5593981065701109771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/5593981065701109771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/sekolah-pasar-dan-pasar-sekolah.html' title='Sekolah Pasar dan Pasar Sekolah'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-2019253532273603369</id><published>2010-05-06T14:47:00.000+07:00</published><updated>2010-05-06T14:47:00.378+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Fiction Reality'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>Aku Ingin Menjadi Maling Ayam Saja</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Kaskus.us" class="size-medium wp-image-134650" height="235" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/05/ayam.jpg" width="240" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku mr. X (jangan bilang siapa-siapa ini nama sebenarnya). Aku berprofesi sebagai pejabat di salah satu lembaga. Jabatan yang kuperoleh dengan merogoh saku sangat dalam, hingga sakupun tak lagi berisi apa-apa. Pun, aku masih harus pinjam kesana kemari guna meloloskan &lt;i&gt;goal&lt;/i&gt;-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terhitung uang kukeluarkan untuk 'membeli' simpati masyarakat, yang karena tingkat intelejensi, keinginan, serta kebutuhan atau mungkin ‘sedikit' ketamakan, hingga mayoritas dari mereka tak cukup hanya di'sogok' dengan visi misi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya... Akupun duduk di sini. Di salah satu lembaga kehormatan. Orang bilang gedung tempatku bernaung menyimbolkan kepongahan, tapi bagiku, ia menjaminkan keamanan, kenyamanan, serta kenikmatan. Tak ketinggalan pula, kemewahan tentunya.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum aku duduk disini. Ketika aku masih berstatus mahasiswa, ketika idealisme masih menyala-nyala. Tak jarang aku bersama rekan-rekan sepergerakan turun ke jalan. Berorasi dan demonstrasi, menyuarakan kecaman atas berbagai kebijakan yang merugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun, orasi kami selalu masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Meskipun demostrasi kami selalu disambut, dijawab, disepakati, dan dibubarkan dengan kalimat "kami berjanji".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, seperti yang sudah-sudah, janji tetaplah menjadi janji, tak pernah terjadi realisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua itu, aku selalu berpikir. Benakku selalu dipenuhi pertanyaan "Kenapa mereka begitu bebalnya? Tak adakah satupun gantungan yang memungkinkan kritikan &lt;i&gt;nyantol&lt;/i&gt; di otak mereka?"&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setengah periode sudah aku duduk di salah satu kursi di dalam gedung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kursi yang sering kulihat banyak yang kosong pada waktu seharusnya mereka diisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga tak jarang kulihat kursi yang nyaman ini, berubah fungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi yang seharusnya membuat terjaga dan berkarya, berubah drastis 180 derajat karena difungsikan untuk tidur dan mendengkur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah begitu membosankannya rapat yang mereka ikuti, ataukah intelejensia mereka sama sekali tak bisa mengikuti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sama sekali tak mengerti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa berdiam diri. Mengamini, serta ikut menikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini seperti opium buatku. Aku tahu ini racun! Tapi aku telah terlanjur kecanduan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sakau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku di-sakau-kan kebutuhan anak istri. Kebutuhan yang telah sepenuhnya terkontaminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan yang sebenarnya telah menyublim. Tempatnya yang seharusnya, telah digantikan 'keinginan' yang menyeruak masuk dan memaksa hingga tanpa terbendung mengkamuflasekan dirinya secara sempurna sebagai sebuah kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal tahukah? Jika keinginan itu seperti lingkaran setan? Seperti meminum air garam? Alih-alih cukup, malah tak akan berhenti karena tak ada batasan untuk kata 'puas'.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kini, kembali kutuliskan memoar ini. Ketahuilah, sekarang aku tengah frustasi. Aku tak tahu harus berbuat apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah melewati masa transisi dimana aku kembali mengabaikan nurani, kembali mendengarkan kata hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin bertaubat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat rakyat masih banyak yang melarat, hingga tak jarang terpaksa menghidupi diri dengan cara-cara keparat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dikejar, disalahkan, dinistakan, dicaci maki, dikebiri kehormatannya dihadapan 'keadilan'. Padahal tahukah kau, akulah keparat sebenarnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuambil hakmu hingga kau tak makan! Dalam &lt;i&gt;Crown&lt;/i&gt;-ku, ada nasimu! Dalam dasiku, ada susu bayimu! Dalam tunjanganku, ada biaya sekolah anakmu! Dalam 'tidur'ku, ada tawamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, ketika aku menyadari kesalahan, kekhilafan, serta kelemahan diri... Kendala menghampiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka takut aku keceplosan dan membongkar kedok mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila! Apa mereka tak tahu, kalau semua ini bukan hanya borok! Tapi sudah menjadi bangkai yang kebusukannya tercium tanpa kau mendenguskan hidungmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku tahu, kenapa data, serta fakta yang telah nyata, selalu dijawab dengan kilahan "itu hanya rekayasa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk aku yang dengan kepasrahan penuh mengakui kesalahan dan menginginkan hukuman saja, masih terlilit berbagai tetek bengek politis serta kepentingan yang saling berbenturan tak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika begini adanya, aku ingin menjadi maling ayam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dengan elegannya mudah dihakimi massa. Dihajar hingga babak belur bahkan tak jarang kehilangan nyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan-tangan massa itu... Yang dalam setiap kepalannya terdapat amarah dan murka. Murka karena terlalu pendeknya, hingga jangkauannya tak pernah sampai kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin menjadi maling ayam saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hajar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu sayang peluru, tembak aku semaumu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum aku sepuasmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku tak sedikitpun lebih mulia bahkan lebih hina dibandingnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maling ayam tak pernah menghabisi nyawa korban maupun jarahannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan aku.. Lebih kejam dari itu... Bukan nyawa, tapi masa depan, cita-cita, serta harapan ribuan orang mati! Hingga doa mereka menguap sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin menjadi maling ayam saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hajar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hangus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguap bersama asap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak pernah hidup lagi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-2019253532273603369?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/2019253532273603369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/aku-ingin-menjadi-maling-ayam-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/2019253532273603369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/2019253532273603369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/aku-ingin-menjadi-maling-ayam-saja.html' title='Aku Ingin Menjadi Maling Ayam Saja'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-2907242117971741760</id><published>2010-05-06T14:29:00.000+07:00</published><updated>2010-05-06T14:29:05.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><title type='text'>Kuman yang Terlupakan...</title><content type='html'>&lt;i&gt;Sebelum kita makan dik...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Cuci tanganmu dulu...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Menjaga kebersihan dik...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Untuk kesehatanmu...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-133761" height="215" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/05/kliniksehatmadani-dot-wordpress.jpg" width="250" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;***&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat potongan lagu ciptaan Pak Kasur diatas? Lagu tersebut sempat populer di pertengahan dekade 1990-an. Bagiku, lagu dengan melodi sederhana dan lirik yang singkat tersebut, sarat akan makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain karena telah jarangnya, lagu-lagu serupa di ‘era' sekarang ini. Era industrialisasi ‘cinta' yang bertanggung jawab terhadap ‘matang' lebih dininya anak-anak, yang karena tak ada pilihan lain ‘terpaksa' menjadi konsumennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada lagi Sherina, tak ada lagi Joshua, tak ada lagi Tasya. Hingga, The Virgin, D'massiv, Wali, dan sebagainya menjadi ‘satu-satu'nya pilihan mereka.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah... tinggalkan industrialisasi tanpa idealisasi tersebut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna yang tersirat (sangat jelas) dalam potongan lagu diatas, yaitu tentang pentingnya menjaga kebersihan sebelum makan. Mencuci tangan untuk membunuh semua kuman. Hingga higiensi proses makan tetap terjaga, dan kesehatan pun terjamin. Dan kesemuanya, perlu ditanamkan pada anak-anak sejak dini supaya menjadi kebiasaan demi kesehatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita lihat dalam iklan-iklan sabun kesehatan. Tentang kontaminasi berbagai kuman melalui sentuhan. Yang kesemuanya perlu dan harus dibersihkan ketika hendak makan. Terlepas dari komersil atau bukan tujuannya.. Tetap saja, sedikit banyak ada fakta didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita begitu khawatir dengan higiensi makanan serta segala macam peralatannya. Kita begitu takut akan kuman-kuman yang membawa penyakit masuk ke dalam tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tahukah Anda? Ada kuman-kuman tak kasat mata, yang sering diabaikan dan tanpa kita sadari, masuk ke dalam tubuh dan mengalir melalui sistem peredaran darah, masuk ke otak, dan ke seluruh anggota tubuh lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita khawatir akan ‘kuman' dalam harta kita? Harta yang kita tukarkan menjadi makanan... Sudahkah mereka dizakatkan? Sudahkah mereka memenuhi kriteria jika ditanya darimana mereka berasal? Dan kemana mereka dibelanjakan?&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Seorang anak Adam sebelum menggerakkan kakinya pada hari kiamat akan ditanya tentang lima perkara: (1) Tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya; (2) Tentang masa mudanya, apa yang telah dilakukannya; (3) Tentang hartanya, dari sumber mana dia peroleh dan (4) dalam hal apa dia membelanjakannya; (5) dan tentang ilmunya, mana yang dia amalkan."&lt;/i&gt; (HR. Ahmad)&lt;/blockquote&gt;Harta-lah satu-satunya hal yang dimintai pertanggungjawaban ganda. Darimana dan kemana? Jika ‘steril' ia didapat, kemudian ia ditukarkan menjadi makanan, maka ‘steril' dan ‘higienis' pulalah makanan yang kita makan. Dan tahukah, jika ‘sterilitas' makanan tersebut, sangat mempengaruhi watak, akhlak, perilaku, pola pikir, serta nurani Si Pemakan? Bersih ia, bersih pulalah jiwa. Kotor ia, tercemar pulalah jiwa.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati."&lt;/i&gt; (HR. Bukhari)&lt;/blockquote&gt;Kiranya, tak perlu kusebutkan apa-apa dan darimana harta ‘kotor' itu berasal. Media kita telah terlalu banyak meng'eksploitasi' tentangnya. Atau mungkinkah karena &lt;i&gt;over exploited &lt;/i&gt;hingga, kesemuanya menjadi hal yang ‘dilumrahkan'? Ah... &lt;i&gt;What a pathetic moral hazard. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Masih segar dalam ingatan kita, tentang kisah seorang lelaki bernama Idris (lengkapnya Idris bin Abas). Lelaki yang kemudian dikenal karena kezuhudannya. Begitu zuhudnya ia, buah yang tak sengaja ia temukan dan ia makan satu gigitan, ia susuri sungai terjal dan panjang hanya untuk mencari pemilik buah itu dan meminta keridlaan atas satu gigitan yang telah terlanjur masuk ke dalam pencernaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susah payah, lelah, bahkan perasaan putus asa urung ia acuhkan. Ia lebih takut, buah yang hanya satu gigitan itu, kelak menjadi bara yang membakar pencernaannya...&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Tiap tubuh yang tumbuh dari (makanan) yang haram maka api neraka lebih utama membakarnya."&lt;/i&gt; (HR. Ath-Thabrani)&lt;/blockquote&gt;Tak sia-sia pencariannya. Ditemuinya Si Empunya buah guna meminta maaf dan memohonkan ridlanya. Jauh dari harapan. Sang Pemilik mensyaratkan agar Idris membantunya dan membebani berbagai pekerjaan sukarela sebagai penebus atas ke'sembrono'annya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih protes dan menolak, ia jalani hari-hari ‘perbudakan' dengan ikhlas. Dan, ketika tiba hari yang ditentukan sebagai hari berakhirnya perjanjian. Maka, hari itu pulalah jatuh tempo bahwa satu gigitan buah telah halal. Begitu pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi, semua tak seperti dugaan. Pemilik mensyaratkan satu hal lagi. Yaitu, agar ia mau menikahi putrinya yang buta, tuli, bisu, bahkan tak memiliki kaki dan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi, ia terima tanpa menyanggah sedikitpun. Tapi, satu hal lagi yang tak diduganya, dan tanpa dapat ia tutupi, ia terkejut bukan main karenanya. Putri yang disebutkan dan dalam gambarannya adalah seorang cacat fisik, ternyata cantik jelita dan tak kurang suatu apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Putriku buta, karena tak pernah melihat segala sesuatu yang diharamkan oleh-Nya. Dia tuli, karena tak pernah mendengar segala sesuatu yang yang diharamkan oleh-Nya. Dia bisu, karena tak pernah mengucapkan segala sesuatu yang diharamkan oleh-Nya. Dia juga tak memiliki kaki dan tangan yang digunakan untuk melakukan hal-hal maksiat dan diharamkan oleh-Nya. Nikahilah ia, dengan restuku, ia sah menjadi istrimu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran, dari kezuhudan kedua orang tuanya, lahirlah seorang anak jenius yang dalam usia 9 tahun (beberapa riwayat menyebutkan 7 tahun) telah mampu menghafal Alquran. Dan dalam usia dewasanya, menjadi Imam Mazhab yang memiliki jama'ah terbanyak. Dialah Imam Syafi'i.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak riwayat serupa. Riwayat tentang orang-orang yang sangat menjaga makanannya dan memiliki pandangan bahwa "Rizki selalu halal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan salah satunya, tentang seorang perempuan penjual susu. Setiap kali mencampur susu dengan air ia sangat hati-hati. Ia takut susu itu hilang kemurniannya. Ia tak mau membohongi si pembeli. Dan dengan sikap kehati-hatian perempuan itulah, Allah mengaruniakan seorang anak shaleh. Yang ahirnya ketika tumbuh besar menjadi sosok yang luar biasa. Sosok itu adalah Umar bin Abdul Aziz. Siapa tak kenal khalifah zuhud ini?&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Ah... Itu kan riwayat. Di tengah realita sekarang ini, hal itu hampir mustahil".&lt;/blockquote&gt;Tengoklah pengalaman Sus Woyo. Yang dalam kisahnya, ia memiliki teman yang begitu zuhud. Penasaran, ia temui orang tua Si Zuhud ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salim namanya. Dari cerita orang-orang terdekatnya, ia tak pernah mau menerima uang ‘serangan fajar' ketika Pemilu tiba.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Allah melaknat penyuap, penerima suap dan yang memberi peluang bagi mereka."&lt;/i&gt; (HR. Ahmad)&lt;/blockquote&gt;Juga, ia tak pernah menyimpan uang di bank konvensional. Riba katanya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Akan datang satu masa dimana tiada seorangpun yang tidak makan uang riba. Kalau tidak ribanya maka ia akan terkena asapnya (atau debunya)."&lt;/i&gt; (HR. Abu Dawud)&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semoga riwayat-riwayat di atas, dapat mengingatkan kembali tentang arti pentingnya ke'halal'an. Dan bukan hanya menjadi label yang ditempelkan dalam makanan. Bukan hanya menjadi "syariah" embel-embel saja. Bukan hanya menjadi kopiah dalam penampilan saja.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya." &lt;/i&gt;(Q.S. 5 : 88)&lt;/blockquote&gt;Wallahua'lam bisshowab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuwun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widhi Satya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-2907242117971741760?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/2907242117971741760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/kuman-yang-terlupakan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/2907242117971741760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/2907242117971741760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/kuman-yang-terlupakan.html' title='Kuman yang Terlupakan...'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-3814326124594315719</id><published>2010-05-05T11:44:00.002+07:00</published><updated>2010-05-05T12:53:49.606+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>Paradoks Kopiah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S-EGiWTjWhI/AAAAAAAAAU8/d8irIqhA3fA/s1600/dreamstime+dot+kom.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S-EGiWTjWhI/AAAAAAAAAU8/d8irIqhA3fA/s320/dreamstime+dot+kom.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; "Ayo Wak Aji! Bisa &lt;i&gt;jelasin nggak?&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wak Aji. Begitu dosenku biasa menyebutku. Dosen sekaligus dekan di fakultasku. Mungkin dia tak tahu nama asliku. Baginya, aku bukanlah Widhi Satya. Aku adalah "Wak Aji"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Belakangan kutahu, &lt;i&gt;nickname &lt;/i&gt;yang diberikannya, (karena aku satu-satunya mahasiswa yang mengenakan kopiah di kelas) ternyata berasal dari bahasa Betawi. Di Betawi, karena dialek serta logat mereka, panggilan yang sehari-hari kita sapa dengan Pak Haji, berubah bunyinya, hingga akhirnya orang-orang Betawi pun menyebut dengan "Wak Aji".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh memang. Ternyata, bukan nama lah yang menjadi ‘identitas'ku di matanya. Tapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopiah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Darimana dan kapan kopiah ditemukan? Siapa yang mempopulerkan? Dan siapa pemakai terbanyaknya? Itu tak penting. Sejarah bukan bidang ilmu favoritku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi fokus perhatianku adalah bahwa sekarang ini, kopiah sering dikenakan untuk menunjukkan identitas "aku muslim, dan aku alim".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sakralnya kopiah. Hingga tak afdhol jika mengaku alim tapi tak mengenakan kopiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup dengan mengenakan kopiah, orang akan yakin bahwa ‘Beliau' ustadz. Kalau begitu, jangan-jangan tukang satai juga ustadz?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup dengan mengenakan kopiah juga, terdakwa seolah telah menyatakan penyesalan dan pertaubatan dari segala kesalahannya. Perlukah ditambahkan dalam undang-undang, "remisi diberikan kepada terdakwa yang mengenakan kopiah dalam persidangan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup dengan mengenakan kopiah juga, pejabat legislatif maupun eksekutif bersama para pembantunya, dilantik serta disumpah akan loyalitas serta dedikasi mereka kepada negara. Perlukah KPK menerapkan standar baru, bahwa pejabat berkopiah adalah pejabat bersih?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kopiah kehilangan identitas dan hakikatnya? Sudahkah kesuciannya terkebiri hati-hati riya' pemakainya? Semoga belum... Mungkin cuma syak wasangka serta &lt;i&gt;suudzonku &lt;/i&gt;belaka..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dibalik semua identitas, serta &lt;i&gt;trademark &lt;/i&gt;budaya tentang kopiah di masyarakat. Terdapat sebuah esensi khusus yang melatarbelakangi pemakaian kopiah bagi seorang muslim (bukan muslimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sujud dengan tujuh anggota badan dan dilarang menutup dahi dengan rambut dan pakaian.&lt;/i&gt;" (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, kopiah pada dasarnya adalah sebuah penutup yang digunakan untuk menghalangi jatuhnya rambut ke dahi, hingga dapat menghalangi dahi dengan tempat sujud dan dapat membatalkan sujud. (Jika sujudnya batal, otomatis shalatnya juga...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Simple-&lt;/i&gt;nya, kopiah, pada dasarnya adalah alat bantu yang dikenakan dengan harapan terpenuhinya syarat sahnya sujud.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Adalah paradoks, jika sebuah simbol ketundukan, kesadaran akan kecilnya diri dihadapan Ilahi, betapa kepala yang begitu ‘terhormat', kita sejajarkan dengan mata kaki di posisi terendah... Kemudian dikenakan, sebagai simbol ke'aliman', dikotori dengan hati riya' karena terlalu bangga atau ingin berlindung dibalik kedok "aku muslim, dan aku alim".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Offline Note &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan kopiah ataupun pemakaian kopiahlah yang ingin kuributkan. Tapi esensinya. Kita terlalu sering disibukkan dengan ‘penampilan luar' dan kadang melupakan apa sebenarnya makna yang terkandung di dalamnya... Tawadhu'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis juga suka mengenakan kopiah. Apakah juga termasuk riya'?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam bisshowab...    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-3814326124594315719?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/3814326124594315719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/ayo-wak-aji-bisa-jelasin-nggak-wak-aji.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3814326124594315719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3814326124594315719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/ayo-wak-aji-bisa-jelasin-nggak-wak-aji.html' title='Paradoks Kopiah'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S-EGiWTjWhI/AAAAAAAAAU8/d8irIqhA3fA/s72-c/dreamstime+dot+kom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-3596571615098923004</id><published>2010-05-01T17:28:00.001+07:00</published><updated>2010-05-02T14:45:07.295+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>Unas yang tak Lunas</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.diknas.go.id/headline/1231751555.bmp" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://www.diknas.go.id/headline/1231751555.bmp" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;Ujian Nasional (Unas / UN – istilah mana yang lebih tepat aku tak tahu. Tak peduli lebih tepatnya). Aku (sengaja) mencoba acuh dengan 'festival' tahunan pendidikan ini. Mencoba tutup telinga dengan suara-suara kontra (memang tak kudengar 1 suara pro pun). Karena dalam pandanganku, jika diterapkan dalam kultur masyarakat seperti di Indonesia, ujian nasional lebih banyak madhorot daripada manfaatnya.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;Ingin bukti? Sekarang kita coba flashback (ulas lebih tepatnya) dengan sedikit pengandaian. Misalkan, aku seorang siswa SMA (&lt;i&gt;fresh comer&lt;/i&gt;), apa yang terlintas di kepalaku jika disebutkan kepadaku kata 'sekolah' (meskipun misalnya aku masuk sekolah favorit). Belajarkah? Menuntut ilmu kah? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;Maaf... aku mencoba terbuka dan jujur. Sekolah bagiku hanya kegiatan rutinan saja. Pagi berangkat, siang pulang, sampai rumah (jarang) belajar. Sudah. Kehidupan utamaku saat itu adalah bersosialisasi (baca : &lt;i&gt;hang out, having fun&lt;/i&gt;) dengan anak sebayaku, dan ketekunanku lebih kucurahkan kepada hal-hal 'ekstra' di luar kegiatan rutinan sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;Dan, silakan, boleh disurvei, 70% (bahkan mungkin lebih) remaja SMA berpikiran dan menjalani 'kehidupan' sama denganku. Jikalau ada, yang 30% tersebut, dan mendedikasikan masa remaja mereka dengan kesadaran penuh untuk melulu 'sekolah' aku &lt;i&gt;haqqul yakin &lt;/i&gt;dalam hati terdalam mereka, bukan itu yang mereka inginkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;Maaf...bukan berarti aku menyamaratakan semua tipikal remaja sama denganku. Tapi, memang itulah hal yang se'wajar'nya. 30% yang kusebutkan di atas, adalah mereka yang matang lebih dini, dewasa sebelum waktunya. Kesadaran dan bertanggung jawab bahwa 'sekolah' yang dijalaninya adalah merupakan amanah, adalah tipikal manusia dewasa seutuhnya. Beda dengan remaja 'murni', yang bahkan belum memiliki gambaran akan masa depannya, karena di mata mereka (aku dahulu) hidup adalah "saat ini" persetan "nanti".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;Jadi, sampel yang akan kuambil adalah sampel 'remaja' bukan manusia dewasa dalam usia remaja. Karena sangat jarang dan sulit menemukan tipikal yang terakhir ini, apalagi dengan invasi 'ideologi' melalui berbagai media tentang bagaimana 'seharusnya' seorang remaja seperti sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;Bisa dibayangkan bukan? Ketika sekolah hanya menjadi kegiatan rutinan, pelajaran dan pengajaran hanya dianggap 'gangguan'. Belajar dan semacamnya? "emang besok ada ulangan ya?" Bah! Jadwal ulangan pun kau tak tahu... :nohope:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;Itulah sebabnya tradisi belajar SKS (Sistem Kebut Semalam) telah menjadi budaya yang mengakar sangat dalam... (jangankan kebut semalam, waktu ujian nasional aku sama sekali tak belajar pun, pernah... :nohope:).  SKS masih menjadi senjata andalan guna menghadapi ujian. Masih &lt;i&gt;mending &lt;/i&gt;malam SKS dimanfaatkan 'sebaik-baiknya' untuk belajar. Tak jarang bukan? Malam SKS justru digunakan untuk menulis 'rajah'. &lt;i&gt;Really &lt;/i&gt;:nohope:.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;&lt;i&gt;So, is it any wrong with the 'system'&lt;/i&gt;? &lt;i&gt;Nope! System never wrong. People does. &lt;/i&gt;Sebenarnya, apa tujuan diadakannya ujian nasional? Meng-kiri-kan mata pelajaran yang tak diikutsertakan dalam Unas? Mencoba menciptakan manusia '&lt;i&gt;perfect'&lt;/i&gt; yang menguasai semua bidang ilmu? Mencoba mem'benda'kan siswa dengan menilai mereka seutuhnya melalui angka-angka? Atau malah menguji &lt;i&gt;skill &lt;/i&gt;masing-masing siswa serta keampuhan 'rajah' yang mereka petakan nasib mereka didalamnya setelah mengarungi malam panjang SKS? APA???&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;Kuharap... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;Jangan lagi ada tangis keputusasaan dan perasaan tak berguna karena menganggap diri 'tak kompeten'. Jangan lagi ada manusia-manusia yang 'mendadak' religi (hanya) dalam beberapa hari, dan menjadi manusia yang sama sekali jauh dari cerminan 'terpelajar' di hari yang  lainnya melalui euforia selebrasi yang sama sekali tak bermakna apa-apa selain hura-hura. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;Jangan lagi.... ada jasad yang mati... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;Maaf... opini di atas hanyalah sebatas opini... tanpa solusi yang berarti sama sekali... karena... aku hanyalah &lt;i&gt;Mr. Theory.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Terinspirasi dari ... &lt;a href="http://regional.kompas.com/read/2010/04/28/08461180/Duh.Tak.Lulus.UN.Bunuh.Diri"&gt;kisah  Wahyu Ningsih&lt;/a&gt; &lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-3596571615098923004?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/3596571615098923004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/unas-yang-tak-lunas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3596571615098923004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3596571615098923004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/unas-yang-tak-lunas.html' title='Unas yang tak Lunas'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-4258092785440074775</id><published>2010-05-01T16:44:00.001+07:00</published><updated>2010-05-02T11:36:11.749+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Myself'/><title type='text'>Transformasi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.online-mandalas.de/img/pool/transformation.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://www.online-mandalas.de/img/pool/transformation.gif" width="316" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1 Mei. Awal bulan baru. Bulan Masehi lebih tepatnya. Tapi bagiku, ini bukan cuma sekedar pergantian bulan. Bukan cuma sekedar tanggal satu. Tapi memiliki arti lebih. Transformasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3 tahun. Waktu yang kuhabiskan dan kudedikasikan sepenuhnya untuk pekerjaan lamaku. Waktu yang kujalani dengan jerih payah keringat, mulai dari freelance yang tak memiliki tanggung jawab apa-apa, sampai kemudian diamanahi tanggung jawab yang ‘besar’.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena terlalu besar, hingga tubuh, pikiran, serta segala daya upayaku ini, tak sanggup untuk untuk mengembannya terlalu lama.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Amanah itu berupa tanggung jawab. Tak hanya tanggung jawab kepada atasanku langsung, tapi kepadaku sendiri, kepada keluargaku, dan berbagai pihak termasuk konsumen.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya tanggung jawab yang lain, segalanya membutuhkan pengorbanan. Entah waktu, pikiran, bahkan mungkin (dan tak jarang) materi...&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku jenuh...&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku lelah... &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I already broke my limit...&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I can’t get through anymore...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika dilema melanda... Kekhawatiran pun menghampiri. Akankah ini godaan? Ataukah ini ‘jalan’?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemudahan yang Rabb-ku berikan kepadaku karena mengetahui keadaanku? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku bimbang...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku tak ingin mengkhianati apa-apa yang telah diamanahkan penuh kepadaku. Tapi, di sisi lain... aku punya kehidupan. Aku adalah ‘makhluk’. Dan aku hidup.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku pribadi bebas yang memiliki asasi untuk memilih jalanku sendiri. Untuk memiliki kebahagiaanku sendiri. Mendapatkan dan merasakan apa yang nyaman dan terbaik menurutku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keputusan telah kubuat dan kuputuskan. Keraguan di awal, sama sekali tak menyurutkan pendirian dan keyakinanku bahwa “inilah yang terbaik”. Untuk berbagai pihak, untukku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Farewell...&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ex-“The Best”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;For my former “senpai”...&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Without lacking my respect for you...&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Thank you for everything...&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jazakallah... “mumtaz”al jaza’...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-4258092785440074775?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/4258092785440074775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/transformasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/4258092785440074775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/4258092785440074775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/05/transformasi.html' title='Transformasi'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-2988666953780010189</id><published>2010-04-26T13:26:00.000+07:00</published><updated>2010-04-26T13:26:45.986+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><title type='text'>Allahu Akbar... Allahu Akbar....</title><content type='html'>&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/zazzle-dot-kom-300x300.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/zazzle-dot-kom-300x300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;*** &lt;/div&gt;"Dengan ini, dewan hakim menyatakan, yang bersangkutan tidak bersalah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tok! Tok!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;b&gt;Allahu Akbar!&lt;/b&gt;"&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Woi! Minggir! Satpol sialan! Berani lo ya! &lt;b&gt;Allahu Akbar!&lt;/b&gt;"&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Kami! Para demonstran menuntut mundur Beliau sekarang juga! Rekan-rekan, ayo kita seret dia keluar! &lt;b&gt;Allahu Akbar!&lt;/b&gt;"&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Demi agama dan akidah kita, serang rumah ibadah dan bacok mereka! &lt;b&gt;Allahu Akbar!&lt;/b&gt;"&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Pemirsa, kami disini melaporkan dari tempat akan dipindahkannya rutan para tersangka kasus pengeboman. Baik. Kita lihat mereka telah keluar dan sedang menuju ke mobil yang akan membawa mereka ke rutan mereka yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana tanggapan Anda dengan pemindahan rutan Anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;b&gt;Allahu Akbar!"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;*) Ilustrasi di atas, hanyalah fiktif belaka. Kesamaan tempat dan peristiwa, merupakan kebetulan yang disengaja.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kumatikan televisi. Kubuang koran. &lt;i&gt;Edan&lt;/i&gt;... Kenapa kalimat takbir jadi pasaran begini ya? Terdakwa, kriminal, demonstran, ‘wakil rakyat' yang &lt;i&gt;berantem&lt;/i&gt; di gedung DPR, pembukaan pidato, semua ‘melafalkan' kalimatullah seolah kalimat itu hal yang remeh saja.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah kalimat tersebut menjadi ‘semboyan kebengisan', konotasi anarkisme, teriakan murka, luapan keras kepala, dan segala macam stigma miring lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Allahu Akbar' dimana-mana. Dan ironisnya, "dimana-mana" itu, seringkali tidak pada tempatnya. Seringkali, dan memang sangat sering, "dimana-mana" itu adalah di tengah kerusuhan, di tengah ke'semrawut'an, di tengah ke'ganjil'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang dengan mudahnya melakukan konfrontasi dan penganiayaan sambil meneriakkan "Allahu Akbar". Orang dengan mudahnya mengacak-acak ‘tempat maksiat' juga sambil meneriakkan "Allahu Akbar".&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Pernah ga denger triakan Allahu Akbar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pake Peci tapi kelakuan bar-bar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ngerusakin bar...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang ditampar-tampar"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Slank - Gossip Jalanan]&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/cybermq-dot-com-300x279.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="186" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/cybermq-dot-com-300x279.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Aku bisa membayangkan. Jauh pada zaman Rasulullah SAW. Di tengah kobaran perang yang berkecamuk, mempertahankan akidah, menghadapi kaum Kafir Quraisy. Teriakan Allahu Akbar lantang dimana-mana. Bukan sebagai "mantra untuk membunuh musuh". Tapi lebih kepada seruan dan ikrar akan ‘identitas' mereka. Identitas yang terancam menjadi amukan, siksaan, bahkan kehilangan nyawa, hanya karena ‘keceplosan' mengucap kalimatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dalam perang yang berkobar (sebagai bentuk resistensi, bukan agresivitas, juga karena tak dapat lagi dicegah oleh dakwah diplomatik) itulah, setiap muslim dengan lantang meneriakkan kalimat takbir yang jika kuterjemahkan secara bebas berarti...&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Kami muslim! Dan kami bangga! Akidah kami tak kan goyah! Meskipun nyawa menjadi taruhannya, kami tak gentar sedikitpun!"&lt;/blockquote&gt;Dan, ketika salah satu mujahid gugur, maka kalimat Takbir yang bertalu-talu itu menjadi saksi syahidnya mereka. Serta menjadi ‘nyanyian' disepanjang jalan mereka, menuju tempat yang telah dijanjikan-Nya, ditemani bidadari bermata jeli.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"dan memasukkan mereka ke dalam jannah yang telah diperkenankanNya kepada mereka."&lt;/i&gt; [Muhammad : 6]&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Allahuakbar... Allahuakbar..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei! Udah... brenti dulu kerjanya... dah dipanggil tu ma Bos Besar!"&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/edymas-dot-wordpress-dot-kom-300x260.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="173" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/edymas-dot-wordpress-dot-kom-300x260.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seruan yang sungguh indah. Terlebih Jika dilafalkan oleh penyeru yang loyal kepada Tuhannya, dan berdedikasi terhadap jamaah. Seruannya akan merasuk masuk sangat dalam, dan menggetarkan setiap relung jiwa yang dilaluinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pagi, seruan itu menjadi alarm. Supaya manusia tak lebih ‘malas' dari ayam. Gemanya yang bertalu-talu, memecah kesunyian pagi. Membangunkan, serta mengingatkan kita akan telah diberikannya hari baru (lagi). Dan bahwasanya tak ada ucapan syukur yang lebih baik dari mendirikan sholat, dan bukan tidur. &lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Assholaatu khairumminannaum..."&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;***&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tengah hari, seruan itu menandai jeda aktivitas. Ketika otak telah penat, mata telah lelah, serta perhatian telah diforsir setelah setengah hari berkutat dengan pekerjaan.. Saatnya istirahat sejenak. Segarkan semua indera, dengan siraman air wudlu, dan kembali bersihkan hati dengan ruku' dan sujud.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan."&lt;/i&gt; [Al Hajj : 77]&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pun ketika sore, senja, bahkan malam hari. Untuk mengingatkan kita, bahwa sebelum dan setelah ke'tidaksadar'an kita ketika tidur, maupun kala ditengah kesibukan aktivitas,  kita diwajibkan untuk selalu mengingat-Nya, seruan indah itu selalu dikumandangkan. Seruan yang diawali dan diakhiri pula dengan kalimat Takbir.&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/alwies-dot-wordpress-dot-kom-300x222.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/04/alwies-dot-wordpress-dot-kom-300x222.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ketika kita telah bersuci serta menjaga kesucian pakaian dan tempat. Ketika kita telah berdiri dengan tuma'ninah, dan niat telah terikrar di kalbu. Kita tundukkan pandangan tanda kekhusu'an penuh di hadapan Sang Khaliq. Kemudian mengangkat tangan, dan melafalkan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allahu Akbar...."&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,"&lt;/i&gt; [Al Mu'minuun : 2]&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah... Besok puasa terakhir ya bi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya... Tapi hamdalah kamu itu dalam rangka apa? Bersyukurlah hanya jika kamu dalam ramadhan ini, telah dapat menahan hawa nafsu sepenuhnya, bukan hanya cuma nahan lapar dan haus. Jangan bersyukur karena kamu seolah bisa bebas melakukan apa saja, seperti hari-hari biasa.. Karena semua amalan ramadhan, tanpa mengaplikasikannya pada kehidupan sehari-hari setelahnya, ibarat sia-sia belaka. Lagipula, seorang muslim, akan selalu rindu dan mengharapkan datangnya ramadhan lagi. Paham kamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paham bi! Setelah ramadhan, bisa bebas makan di siang hari lagi kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah! Kamu dinasihatin abi bercanda terus..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hehehe..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dasar anak-anak... Kamu bisa dengan santainya mengguraukan makanan yang sehari-hari kamu tak pernah risau, dan bisa hampir dipastikan, bahwa setiap hari kamu selalu akan mendapatkannya di meja makanmu. Tapi tahukah kamu nak? Berapa banyak anak-anak seusia kamu tak seberuntung kamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksud abi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bersyukurlah nak..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah! Abi mah cuma muter-muter, ujung-ujungnya kan alhamdulillah..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi alhamdulillahnya beda! Sini kamu! Dibilangin orang tua bercanda terus!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ampun abi! Ahahahaha! Geli!"&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Senja keesokan harinya, kalimat takbir bertalu-talu dimana-mana. Seolah mengiyakan semua yang dikatakan bapak tadi. Bapak yang menghabiskan malam takbir bersama keluarganya, di rumahnya, jauh di sudut kota.  Jauh dari euforia ‘kemenangan' yang diselebrasikan ‘segelintir' orang dengan ‘kampanye' dan hura-hura tanpa makna. Tanpa mengerti hakikat ‘kemenangan' mereka yang sebenarnya...&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Allahuakbar...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Laailaahaillallahu wallahu akbar...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Allahuakbar...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Walillaahilhamdu.."&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-2988666953780010189?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/2988666953780010189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/allahu-akbar-allahu-akbar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/2988666953780010189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/2988666953780010189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/allahu-akbar-allahu-akbar.html' title='Allahu Akbar... Allahu Akbar....'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-568626171949878779</id><published>2010-04-26T13:07:00.000+07:00</published><updated>2010-04-26T13:07:06.548+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Myself'/><title type='text'>Ngebut = Nikmat</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S9UtXLX4WFI/AAAAAAAAAU0/D-3mgcMhPnw/s1600/road.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S9UtXLX4WFI/AAAAAAAAAU0/D-3mgcMhPnw/s320/road.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Ouch! Sakit...."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Masih kuingat, aku terseret bersama motorku. Setiap detail kejadiannya. Bunga api di jalan raya, proses demi proses menyakitkan itu ter-flashback di ingatanku. Seperti sebuah video yang memutar ulang kejadian langka itu. Tentu aku tak mengharapkan dalam video flashback imajinasiku, aku terseret bersama motorku sama persis seperti ketika Lorenzo terseret bersama motornya ketika balapan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kupegangi lututku... perih... telah berkali-kali aku jatuh dari motor, tapi  baru kali ini kurasakan sakit seketika. Sedikit kusyukuri, karena setahuku, jika terasa sakit tepat setelah jatuh, artinya sakitnya hanya sementara. Beda dengan kecelakaanku yang lain dulu, aku langsung bisa bangkit dan seolah tidak terjadi apa-apa, tapi malam dan hari-hari berikutnya, kuhabiskan dengan terkapar di tempat tidur.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ah! Tolol... aku bukan lagi anak usia belasan dengan darah mudanya yang bergejolak, mudah mendidih dan tersulut. Aku juga bukan pembalap profesional yang memang menjadikan kebut-kebutan sebagai profesinya. Tapi entah kenapa, mengebut, begitu menyenangkan bagiku. Melewati celah-celah sempit di antara kendaraan, melahap tikungan dengan kemiringan yang extreme, semuanya benar-benar mendebarkan. Kukatakan pada diriku "bodoh kau! Berapa nyawa yang kaubahayakan. Jalan raya ya jalan raya saja, bukan arena balap ataupun sirkuit adu pacu kendaraan". Tapi, aku tak bisa ingkar... ngebut = nikmat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Antri bang?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Tolong benerin motor... abis jatoh"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Ooh... ini... Sendirian aja kan mas?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Satu lagi hal yang kusyukuri... aku jatuh sendiri... Untunglah.. setidaknya, cuma nyawakulah yang kupertaruhkan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak bisa kubayangkan, jika di jok belakang motorku duduk orang lain, yang tanpa tahu apapun, merasakan risiko dan akibat yang sama karena kelalaianku.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Aku tak ingin. Biarlah aku saja yang bodoh dan menerima akibat dari kebodohanku. Cukup sekali, aku mencelakakan orang lain karena kecerobohanku. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Hei Merry... Ingatkan aku, untuk tidak mengebut ketika ada nyawa di belakangku"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-568626171949878779?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/568626171949878779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/ngebut-nikmat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/568626171949878779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/568626171949878779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/ngebut-nikmat.html' title='Ngebut = Nikmat'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S9UtXLX4WFI/AAAAAAAAAU0/D-3mgcMhPnw/s72-c/road.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-3298350579936256252</id><published>2010-04-20T12:52:00.001+07:00</published><updated>2010-04-20T13:02:41.210+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Myself'/><title type='text'>Lamunan Menunggu : Jalan Raya</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S81DE0eMZfI/AAAAAAAAAUc/w-sFuqLACws/s1600/3gatti.com.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S81DE0eMZfI/AAAAAAAAAUc/w-sFuqLACws/s320/3gatti.com.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Menunggu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Orang bilang membosankan. Orang bilang memuakkan. Akan coba kubuktikan. Apakah benar demikian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Menunggu membosankan karena 'menunggu'. Jadi, akan kubuat menunggu itu bukan hanya 'menunggu'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Di sini, di tepi keramaian jalan raya, akan kulewati proses menungguku dengan menuliskan apa saja yang seketika terlintas di mata, telinga, maupun pikiranku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Lima belas menit telah berlalu dari saat kuparkir motorku. Di depan hotel 'termegah' di kotaku. Bukan! Bukan untuk 'menginap'. Jangankan 'bermalam' dan menikmati segala fasilitasnya yang &lt;i&gt;glamour&lt;/i&gt;, hanya untuk menjejakkan kaki di lantainya, membayangkan pun aku tak pernah (baca : kantong cekak).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Teman yang kutunggu belum juga nampak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Di depanku, terlihat dua anak kecil bermain gelembung sabun. Seringkali tak kupahami anak kecil dan segala imajinasinya. Bagaimana aku heran, dulu pun aku bersikap serupa. Meniup-niup gelembung sabun? Apa menariknya? Apa manfaatnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ah! Dewasa. Jika menjadi dewasa (baca: tua) berarti harus kehilangan segala imajinasi dan keluguan seorang anak, andai menjadi tua dan 'tahu' bukan kepastian.. Aku ingin selamanya menjadi bocah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S81DIAtv-YI/AAAAAAAAAUs/OZHazaFPdIc/s1600/hobbyscience.com.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S81DIAtv-YI/AAAAAAAAAUs/OZHazaFPdIc/s200/hobbyscience.com.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak pernah risau masa depan, tak pernah risau segala macam hiruk pikuknya kehidupan. Tak pernah risau akan topeng-topeng senyuman manusia. Tak pernah risau akan kebohongan-kebohongan yang menutupi kebusukan. Tak pernah risau dengan segala macam perhitungan logika dan realita. Tak pernah merisaukan apa saja. Karena kerisauannya, dengan mudah menguap bersama air matanya. Seperti gelembung itu. Muncul, lalu hanya dengan sentuhan kecil, pecah tak berbekas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tiba-tiba ayah mereka menemani mereka. Bermain gelembung sabun juga. Malah, justru lebih aktif si bapaknya. Bah! Ini yang anak kecil sebenarnya siapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tapi lumayanlah.. 'naluri'nya hanya mendorongnya berebut gelembung sabun, yang takkan merugikan siapa-siapa. Selain anaknya, yang merasa terganggu tetapi senang di saat yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Lain lagi jika 'naluri berebut'nya, mendorongnya memperebutkan hal-hal yang bukan menjadi haknya. Hal-hal yang dapat men'celaka'i dirinya, maupun siapa saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kau pasti tahu siapa yang kumaksud.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ingin rasanya melihat mereka tak lagi berebut kekuasaan. Berebut perhatian massa. Yang semuanya berujung pada berebut 'jatah'. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Sudahlah. Kami sudah bosan melihat kalian rebutan itu-itu saja! Sekali-sekali, gantilah acara. Bagaimana jika kutawarkan suatu pengganti yang menarik: berebut gelembung sabun!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Gelembung di mana-mana. Belum habis juga. Setidaknya, cukup memberikan 'hiasan' diantara kepulan asap rokok, maupun kendaraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Jalan raya, seolah ancaman maut dimana-mana. Mulai dari asap racun, sampai hal-hal yang tak diinginkan, hingga polisi pun harus menancapkan berbagai peringatan di sana-sini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S81DGo2k4_I/AAAAAAAAAUk/RrmG30x74pQ/s1600/blog.its.ac.id.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S81DGo2k4_I/AAAAAAAAAUk/RrmG30x74pQ/s200/blog.its.ac.id.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak heran, jika angka kematian karena kecelakaan di Indonesia, lebih tinggi dari serangan jantung (yang sebelumnya menjadi penyebab kematian tertinggi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Pun demikian, masih juga begitu banyak pihak yang lalai (melalaikannya). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak cukup helm SNI sebagai solusinya, jika untuk memperoleh lisensi (baca : SIM), tak perlu ujian! kita dengan mudah dapat membelinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Polisi menyimpulkan pengendara sebagai akar permasalahan. Sebaliknya, pengendara lah yang menganggap polisi sebagai akar 'segala' permasalahan (baca : preman berseragam).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Benang kusut! Takkan pernah habis jika saling menyalahkan. Imbauan 'warga negara yang bijak' nampaknya perlu disosialisasikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Polisi takkan pernah menilang jika memang tak ada yang bisa dipermasalahkan. Juga, tak kan pernah tumbuh budaya 'mencari tilangan' jika memang tak ada warga yang 'menantang' peraturan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Polisi juga takkan pernah membudayakan calo SIM, jika saja tak ada warga -yang begitu banyaknya- mengharap segala sesuatu yang instant.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kapan rantai setan itu berakhir? Adalah jika satu mata rantai itu diputus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;Kita &lt;/b&gt;juga salah satu mata rantai itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Aku melamun... Tak terasa, waktu berlalu, entah cepat, atau lambat. Yang jelas, aku sudah mulai resah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Sial! Berapa lama lagi dia datang?" Ah! Rutukan pertamaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Rupanya di sini bukan hanya aku yang menunggu seorang diri. Tapi toh aku tak mengenal mereka. Malas juga aku menyapa mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Aku sudah bisa membaca dari wajahnya jika kudekati salah satu dari mereka:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Aku tersenyum menghampiri. Duduk di sebelahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Lagi nunggu mbak?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Mbak??? Gw COWO mas!"&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Daripada risih karena kesalahpahaman orang ketika mereka bertemu denganku -entah sudah berapa ribu kali aku dipanggil mbak-. Dan, dari semuanya, tak henti-hentinya aku gondok jika mendengar kata 'mbak' ditujukan kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Lebih nyaman di sini, menulis dan melamun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;*** &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kulihat ke belakang melalui spionku, berharap yang terlihat di sana adalah temanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ah! Itu dia. Lamunanku pecah! Bersamaan dengan pecahnya gelembung yang baru saja kupandangi...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-3298350579936256252?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/3298350579936256252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/lamunan-menunggu-jalan-raya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3298350579936256252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3298350579936256252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/lamunan-menunggu-jalan-raya.html' title='Lamunan Menunggu : Jalan Raya'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S81DE0eMZfI/AAAAAAAAAUc/w-sFuqLACws/s72-c/3gatti.com.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-6639029080554512722</id><published>2010-04-20T12:40:00.000+07:00</published><updated>2010-04-20T12:40:23.076+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Myself'/><title type='text'>Menulis Kegelapan</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S809-_qWd_I/AAAAAAAAAUM/rfPqO8khco8/s1600/jelley.wustl.edu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S809-_qWd_I/AAAAAAAAAUM/rfPqO8khco8/s320/jelley.wustl.edu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Apa yang terpikir di benak Anda ketika membaca judul di atas?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Bukan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Saya tidak akan menuliskan hal-hal mistis, seram, ataupun horor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ini cuma tulisan iseng. Jika Anda termasuk orang yang iseng, silakan lanjutkan membaca. Sebaliknya, jika Anda bukan orang yang iseng, silakan lanjutkan membaca. (lho? Sama saja! :p)&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tulisan ini iseng kutulis, ketika listrik mati, dan tak ada sumber cahaya lain selain ponsel yang kugunakan untuk mengetik tulisan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Aku sering, dan nyaman menulis di keredupan, tapi tidak di kegelapan total seperti ini. Dimanapun mata memandang, tak ada hal lain yang terlihat selain keypad dan lcd ponselku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kucoba merasakan sensasinya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Belaian hawa dingin, pelukan kegelapan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Nyaman...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Bagiku -manusia yang sangat tergantung dengan segala hal yang berbau elektronik- saat-saat ketika listrik mati, menjadi saat-saat yang amat menyiksaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Sayangnya, persoalan listrik mati, meskipun telah dianggap menjadi persoalan amat serius -karena berkaitan langsung dengan produktivitas kerja- sepertinya PLN sendiri tidak menganggapnya serius. (mungkinkah terdapat unsur kesengajaan?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ayahku memberitahuku, listrik mati dari jam 12 siang. Sekarang jam 7 malam. 7 jam. Apa saja yang dilakukan PLN? Ah! Jika keluhan, jangankan tindakan, direspon pun tidak. If that's the case.. May your soul burn to hell!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Terdengar 'panggilan'... I gotta go.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-6639029080554512722?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/6639029080554512722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/menulis-kegelapan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/6639029080554512722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/6639029080554512722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/menulis-kegelapan.html' title='Menulis Kegelapan'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S809-_qWd_I/AAAAAAAAAUM/rfPqO8khco8/s72-c/jelley.wustl.edu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-924843766600521701</id><published>2010-04-16T13:13:00.001+07:00</published><updated>2010-04-16T13:22:39.083+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><title type='text'>Mantra Meminta Jodoh [Surat Terbuka Untuk Tuhan]</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8f5NPvfsPI/AAAAAAAAAT0/0hKXxEayo3Y/s1600/letter-from-god.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8f5NPvfsPI/AAAAAAAAAT0/0hKXxEayo3Y/s320/letter-from-god.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tuhan...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Bolehkan aku mengintip sedikit, cukup wajahnya saja Tuhan, siapa yang jadi istriku kelak… Karena, jika telah kuketahui sosoknya sebelumnya.. Aku tak perlu khawatir akan keraguanku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Pun, jika dia masih jauh dari jangkauanku, dengan senang hati aku akan memperjuangkannya, meskipun harus bercucur keringat darah karenanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tuhan...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tahukah Engkau Tuhan... Karena Engkau begitu pelit dengan segala rahasia-Mu, telah banyak hati yang terzalimi. Bahkan mungkin, nyaris melakukan tindakan yang jauh dari ampunan-Mu, yaitu merebut minuman yang harusnya menjadi hak serangga. Tak kasihan kah kau pada serangga itu Tuhan... &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ah! Maaf Tuhan... Jadi OOT. Jangan di-bata ya Tuhan.. :D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tuhan..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Jika memang Engkau &lt;i&gt;kekeuh&lt;/i&gt; tak berkenan memberi bocoran, pun tak mempan suap, &lt;i&gt;it's ok&lt;/i&gt; Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Aku pasrahkan semuanya dalam kehendak-Mu…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Jika kau memaksa menjodohkanku dengan Sandra Dewi, aku pun tak punya pilihan lain untuk menolak Tuhan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tapi, kurasa kasihan nanti.. Dunia akan gempar! Para ilmuwan akan panik! Mengetahui fenomena alam ini. Karena dalam era modern seperti sekarang, mu'jizat sudah dianggap hal yang absurd!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Untuk itu, tak perlulah Engkau memaksakan jodohku seorang wanita sempurna fisiknya Tuhan. Cukuplah, seorang yang membuatku nyaman ketika bersamanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).&lt;/i&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak perlulah dari keluarga ningrat. Cukuplah, jika ia dan keluarganya ikhlas menerimaku dan keluargaku menjadi bagian keluarga mereka, sama seperti keikhlasanku dan keluargaku menerima mereka menjadi keluarga kami yang baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu &lt;b&gt;saling kenal mengenal&lt;/b&gt;. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.&lt;/i&gt; (QS.Al-Hujurat(49):13).&lt;span xmlns=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak perlu memiliki harta melimpah, tapi cukuplah ia gemar bersedekah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;...dan persetubuhan salah seorang dari kalian (dengan isterinya) adalah shadaqah."&lt;/i&gt;&lt;span xmlns=""&gt; [alhadits]&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak perlu berbudi pekerti luhur, tapi semoga ia bukan wanita keras kepala, tipis nuraninya, dan buta mata hatinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak perlu memiliki kecerdasan dan tingkat intelejensia di atas rata-rata, tapi cukuplah jika ia sadar dengan kerelaan menyerahkan diri sepenuhnya dalam tanggung jawabku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak perlu harus selalu memahamiku, tapi cukuplah ia jika tak memberatkanku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak perlu harus selalu melayaniku, tapi cukuplah jika ia ikhlas dalam keterpurukanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak perlu harus pintar masak, tapi cukuplah jika ia sadar dan mengerti bahwa dalam makanan ada keberuntungan, dan keberuntungan itu 'mahal'. Yang harganya tak bisa terbeli dengan ke'mubazir'an.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8f_21WRCTI/AAAAAAAAAUE/erqnomS7D5Q/s1600/wanitamce.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8f_21WRCTI/AAAAAAAAAUE/erqnomS7D5Q/s320/wanitamce.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak perlu harus pintar mengurus rumah, tapi cukuplah jika ia bisa menjaga kehormatan 'rumah'. Orang jawa bilang: &lt;i&gt;Mikul dhuwur, mendhem jero.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak perlu harus pintar dalam mendidik anak, tapi cukuplah jika ia tahu dan sadar, bahwa waktu kebersamaan tak bisa digantikan uang jajan. Dan, kasih sayang tak bisa digantikan maaf dan penyesalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).&lt;/i&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak perlu seorang alim, tapi cukuplah jika ia bersedia mengingatkanku dan mau kuingatkan jika masing-masing dari kami berada dalam kekhilafan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).&lt;/i&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ah! &lt;i&gt;Request&lt;/i&gt;ku kebanyakan ya Tuhan...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Maaf ya Tuhan.. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tapi, bagaimanapun ia, jika ia pilihan-Mu, aku yakin itu terbaik untukku...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan rizki yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Last but Not Least&lt;/i&gt; Tuhan…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ada ulama yang mengatakan, "Jodoh itu di Tangan Tuhan, tapi kalau ga diambil ya di Tangan Tuhan terus!"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Apa itu benar Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ah! Rahasia lagi...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;No Prob &lt;/i&gt;Tuhan..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Karena aku tahu, dibalik semua rahasia-Mu, terdapat kebaikan yang memaksa setiap orang untuk terus meningkatkan ikhtiar dan tawakkalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49)&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Akhirul kalam..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Terima kasih Tuhan telah mendengarkan rajukanku, hamba-Mu yang manja ini..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ttd&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;RAHASIA&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;‼&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;(Emangnya Tuhan doang yang bisa maen rahasia2an! :p)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8f_LGR1BnI/AAAAAAAAAT8/mzAac0-zZr4/s1600/mudahmenikah046.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8f_LGR1BnI/AAAAAAAAAT8/mzAac0-zZr4/s200/mudahmenikah046.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-924843766600521701?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/924843766600521701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/mantra-meminta-jodoh-surat-terbuka.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/924843766600521701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/924843766600521701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/mantra-meminta-jodoh-surat-terbuka.html' title='Mantra Meminta Jodoh [Surat Terbuka Untuk Tuhan]'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8f5NPvfsPI/AAAAAAAAAT0/0hKXxEayo3Y/s72-c/letter-from-god.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-9204105217801644981</id><published>2010-04-16T11:03:00.000+07:00</published><updated>2010-04-16T11:03:12.627+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><title type='text'>Melamunkan Lamunan</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8fdx4OTY1I/AAAAAAAAATU/hyQB6VqWmYI/s1600/lamunan+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8fdx4OTY1I/AAAAAAAAATU/hyQB6VqWmYI/s320/lamunan+1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Kamu suka melamun?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Pernah. Tapi ga sering"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;"Aku tanya, kamu suka melamun?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"mmm ..."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Melamun adalah kegiatan melayangkan pikiran, mengembarakan angan angan, yang dilakukan dalam keadaan diam, serta ditandai dengan pandangan mata kosong menerawang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Melamun sering dianggap tabu, pekerjaan pemalas,&lt;i&gt; bad habbit&lt;/i&gt;, serta berbagai macam konotasi negatif lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Hey... Jawab jujur. Kamu suka melamun?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;"..."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Apa yang salah dengan melamun? Memang, melamun itu nikmat... Melamun itu nyaman, karena dalam melamun terdapat kebebasan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kebebasan yang diproyeksikan dalam suatu dimensi yang bersifat privasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8fhCVRtyDI/AAAAAAAAATk/lNsnep6GFi8/s1600/lamunan4.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="167" src="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8fhCVRtyDI/AAAAAAAAATk/lNsnep6GFi8/s200/lamunan4.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dalam dimensi kebebasan tersebut, terdapat Kebebasan 'anti' realita, kebebasan 'menuhankan diri'. Yang, jika tak diimbangi kontrol emosi dan jiwa yang mapan, akan menjadi candu yang 'mematikan'. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Beberapa orang memanfaatkan (bukan berarti menyalahgunakan) fasilitas Tuhan yang satu ini untuk hal-hal absurd (seperti nglojor = nglamunin jorok, ngayal, etc).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tapi, tak sedikit juga hal-hal besar, terobosan fenomenal, penemuan inspirasional, berawal dari dan diproses dalam lamunan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Mereka yang demikian, telah menguasai dimensi pikiran, dan memanfaatkannya dengan maksimal untuk sebuah proses kreatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8fgVi_orVI/AAAAAAAAATc/vO0IXVYWRrs/s1600/lamunan2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8fgVi_orVI/AAAAAAAAATc/vO0IXVYWRrs/s200/lamunan2.jpg" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dalam lamunan, terdapat peristirahatan sejenak dari segala kekalutan, realita pahit dan menyakitkan serta permasalahan yang memenatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dalam lamunan, terdapat 'keamanan' yang dapat mengkonversi hal-hal memalukan menjadi tawa penuh kejujuran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dalam lamunan, terdapat 'laboratorium' yang berisi kumpulan ide dan ensiklopedia ingatan, melebur dalam 'cawan' renungan yang kesemuanya bereaksi satu sama lain dalam sebuah proses kreatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Lamunan jika dikuasai dan difungsikan dengan semestinya, menjadi 'asset' yang memiliki nilai guna (bahkan ekonomi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Manfaatkan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Jangan jadikan lamunan hanya sebagai 'pelarian' yang kenikmatan magisnya dapat memasung tubuh dan melenakan kesadaran, larut dalam putaran jarum jam yang kecepatannya menjadi berkali lipat dari sewajarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Jadi... Kamu suka melamun?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;Offline Note&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8fhQbNo5RI/AAAAAAAAATs/R2DlGLhIzfE/s1600/lamunan3.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8fhQbNo5RI/AAAAAAAAATs/R2DlGLhIzfE/s200/lamunan3.jpg" width="140" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Aku ingin...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Aku berharap...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dalam setiap lamunanku...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ada Engkau...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dalam setiap diamku...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Nama-Mu tetap terucap dari bibirku...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Istiqomahkan aku...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ya...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Rabbku...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-9204105217801644981?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/9204105217801644981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/melamunkan-lamunan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/9204105217801644981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/9204105217801644981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/melamunkan-lamunan.html' title='Melamunkan Lamunan'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8fdx4OTY1I/AAAAAAAAATU/hyQB6VqWmYI/s72-c/lamunan+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-382530229916551110</id><published>2010-04-12T15:35:00.000+07:00</published><updated>2010-04-12T15:35:41.877+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>Gayus : Ibuku bernama...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8LbNZ8JVyI/AAAAAAAAATM/eaJG033azRY/s1600/stigma.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8LbNZ8JVyI/AAAAAAAAATM/eaJG033azRY/s320/stigma.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Markus, Gayus, dan segala macam isu yang berkaitan dengannya menjadi menu utama berbagai headline media baik cetak maupun elektronik. Juga menjadi buah bibir masyarakat yang 'sadar berita'. Berbagai macam opini serta wacana bermunculan, baik dari pakar di bidangnya masing-masing, maupun suara-suara dari &lt;i&gt;citizen jurnalism.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari semua yang kubaca, kulihat, kudengar (sejauh ini), semuanya serempak, sepakat, membentuk jama'ah untuk menghakimi 'nista' aktor dibalik kasus-kasus tersebut. Pembelaan dalam bentuk apapun akan segera ditanggapi dengan picingan mata apatis.&amp;nbsp;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tindakan tersebut sah-sah saja. Sejauh masih dalam 'jalur wajar' kebebasan bersuara dan berpendapat yang bertanggung jawab, akan sangat membantu membentuk atmosfer jurnalisme yang sehat. Hilang dan ketiadaan kritik, akan melahirkan kepongahan yang dapat menzlimi baik diri sendiri, maupun sekitar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apa yang dilakukan gayus dan para konconya tersebut, jika 'hanya' dilihat dari satu sudut pandang, dan memakai kacamata 'PKn' semata, lahirlah suara publik yang semerta-merta menyerang mereka. Memang, (dengan melihat semua bukti dan kesaksian yang ada), tak ada alasan apapun yang dapat melegalkan tindakan mereka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sayangnya, 'menyerang' orang, maupun tindakan mereka, bisa dikatakan seperti tindakan 'memotong rumput'. Karena, tanpa membunuh sampai akarnya, tindakan tersebut yang hanya akan melahirkan 'kegiatan rutinan' yang, seperti sifat kegiatan rutinan lain, rawan akan sifat 'lalai'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lalu apa akarnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Stigma, Mainstream.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Stigma seperti apa? Mainstream seperti apa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pola pikir kapitalis serta pola hidup hedonis.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;"Belajar yang rajin ya nak? Sekolah yang tinggi, biar jadi orang sukses."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sang anak hanya mengangguk mengiyakan. Patuh dalam keluguan, belajar karena perintah bukan kesadaran. Dan, dia pun tak pernah mendapatkan esensi, tak pernah mengerti apa 'belajar' itu sebenarnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hidup dalam 'rel dogma' kehidupan 'konvensional' membuat h&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ari-harinya hanya dipenuhi dengan disiplin ilmu, dan nilai dirinya hanya diukur dengan angka-angka akademis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan, akhirnya, apa yang diinginkan orang tuanya pun tercapai. Ijazah pun didapatkannya. Sebuah 'kertas keramat' yang diyakininya, sebagai "surat untuk hidup".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;"Hai kawan, kerja dimana sekarang?"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;...&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;i&gt;"Ngomong-ngomong calon suamimu itu gimana ekonominya?"&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;...&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Pah! Beliin dong... aku kan pengen kaya anak-anak laen..."&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara-suara itu... hanyalah sebagian kecil yang singgah dalam hidupnya. Tak terhitung jumlahnya, suara-suara lain yang&amp;nbsp; 'mengusik' dan memprovokasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan-tuntutan materi dan desakan ekonomi mengisi kesehariannya. Entah karena kepribadiannya yang lemah, entah karena demikian derasnya, hingga, mau tak mau, dihiraukannya juga suara-suara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, tibalah saatnya. Saat dia memiliki &lt;b&gt;kesempatan&lt;/b&gt;. Kesempatan yang dapat membebaskannya dari tekanan-tekanan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam kesempatan itu, ditemukannya pula kebimbangan. Memang, kesempatan itu dapat meningkatkan harkatnya, tetapi juga dengan risiko dapat pula menurunkan harkatnya di titik terendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan itu pun melahirkan dilema....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;Apa yang kemudian menjadi keputusan dan pilihannya, adalah pertanyaan : &lt;b&gt;Apa yang Anda perbuat&lt;/b&gt;? Bukan sebagai 'pemilik kesempatan'. Tetapi sebagai bagian dari masyarakat pembentuk 'stigma'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;We can't change our nation directly. But we do can change our neighborhood.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;*) Ilustrasi di atas hanyalah fiktif belaka. Kesamaan tokoh dan peristiwa, merupakan kebetulan yang disengaja. &lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-382530229916551110?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/382530229916551110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/gayus-ibuku-bernama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/382530229916551110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/382530229916551110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/gayus-ibuku-bernama.html' title='Gayus : Ibuku bernama...'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S8LbNZ8JVyI/AAAAAAAAATM/eaJG033azRY/s72-c/stigma.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-7974079063574617387</id><published>2010-04-10T08:29:00.001+07:00</published><updated>2010-04-10T08:31:17.584+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>Budaya Jawa Nasibmu Kini</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7_Sk2gzR8I/AAAAAAAAATE/4HnEd8G82d8/s1600/wayang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7_Sk2gzR8I/AAAAAAAAATE/4HnEd8G82d8/s320/wayang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Gundul-gundul pacul&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Gembelengan…&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Nyunggi-nyunggi wakul&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Gembelengan…&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Wakul glimpang segane dadi sak latar…&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Lama tak kudengar nyanyian itu. Aku rindu. Aku rindu suara anak-anak yang menyanyikannya. Lagu-lagu daerah. Bukan lagu-lagu yang 'seharusnya' tidak diperuntukkan untuk usia sebayanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Budaya Jawa nasibmu kini. Hidup segan, mati pun tak mau. &lt;i&gt;Mainstream&lt;/i&gt; bahwa segala hal tentang budaya = norak = kuno  nampaknya telah mengakar kuat dalam generasi penerusmu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Anak-anak lebih hafal lagu-lagu 'dewasa' tanpa makna dan nihil nilai edukasi daripada tembang-tembang macapat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Anak-anak lebih hafal nama-nama karakter dalam anime impor dari jepang, daripada nama-nama karakter dalam cerita pewayangan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Jangan salahkan anak-anak. &lt;i&gt;Child never wrong, adult does&lt;/i&gt;. Salahkan media visual (media paling dekat dengan masyarakat) dengan segala macam konten 'impor'-nya yang jauh dari norma dan karakteristik dasar bangsa. Pancasila, serta budaya bangsa, hanyalah menjadi komoditas 'kiri' bagi budak rating seperti mereka.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tanyakan pada guru SBD yang loyal, apakah dengan jumlah jam yang minim, cukup untuk memenuhi 'rasa haus' budaya Jawa untuk dilestarikan? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Jangan umpat anak-anak dengan predikat 'tak punya &lt;i&gt;unggah-ungguh&lt;/i&gt;' jika di sekolah &lt;i&gt;krama inggil &lt;/i&gt;sebagai disiplin ilmu kalah oleh prioritas &lt;i&gt;english education. &lt;/i&gt;Alih-alih memperolehnya di rumah, para orang tua 'modern' merasa lebih 'gengsi' dengan membiasakan anaknya berbahasa Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dengan gelombang globalisasi dan derasnya 'invasi budaya' serta minimnya kesadaran akan budaya daerah, jangan kaget jika lambat laun Aksara Jawa serta legendanya, punah, digantikan hiragana, katakana, dan kanji. Jaran kepang serta pertunjukan wayang, punah, digantikan parade musik, road race, break dance, dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kenapa meneriakkan ganyang Malaysia? Kalau kita sebagai pemilik budaya saja malas melestarikannya? Tak perlu pula malu untuk berkaca pada bangsa lain yang lebih mengapresiasi budaya kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Aku bukan orang yang serba tahu ataupun pakar sastra dan budaya Jawa. &lt;i&gt;Hanacaraka&lt;/i&gt; pun aku telah lupa. Tapi setidaknya aku tahu, dan aku peduli. Aku tahu sastra jawa bukan dari bangku sekolah, tapi dari http://jv.wikipedia.org. Kenapa? Karena dulu, ketika aku masih duduk di bangku sekolah, Basa Jawa benar-benar pelajaran yang membosankan. Tak perlulah diadakan survei yang menghamburkan uang negara, karena hampir semua siswa akan menjawab serupa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Berangkat dari situlah, hal pertama yang harus dibenahi adalah &lt;i&gt;mainstream. &lt;/i&gt;Akarkan rasa cinta yang kuat akan budaya jawa maka &lt;i&gt;mainstream &lt;/i&gt;itu pun akan berubah dengan sendirinya. Tidak mudah memang. Perlu kerja keras dan juga kreativitas. Tapi, semua itu perlu dan darurat sifatnya, jika tak ingin hasil karya nenek moyang kita sia-sia, serta supaya Jawa tetap menjadi "Jawa".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Sekar gambuh ping catur&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Kang cinatur&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Polah kang kalantur&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Tanpo tutur katulo-tulo katali&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Kadaluwarso katutur&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Katutuh pan dadi awon&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Slank ~ Punk Java&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object allowscriptaccess="always" data="http://www.stafaband.info/stafa.swf" height="30" id="audioplayer1" type="application/x-shockwave-flash" width="250"&gt; &lt;param name="movie" value="http://www.stafaband.info/stafa.swf"&gt;&lt;param name="FlashVars"value="autostart=no&amp;playerID=1&amp;bg=0xCDDFF3&amp;leftbg=0x357DCE&amp;lefticon=0xF2F2F2&amp;rightbg=0x357DCE&amp;rightbghover=0x6797CC&amp;righticon=0xF2F2F2&amp;righticonhover=0xF2F2F2&amp;text=0x357DCE&amp;slider=0x357DCE&amp;track=0xFFFFFF&amp;loader=0x72A4DD&amp;border=0xFFFFFF&amp;soundFile=http://www.stafaband.info/listen0915351/file.mp3"&gt;&lt;param name="quality" value="high"&gt;&lt;param name="menu" value="false"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.stafaband.info/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-7974079063574617387?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/7974079063574617387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/budaya-jawa-nasibmu-kini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/7974079063574617387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/7974079063574617387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/budaya-jawa-nasibmu-kini.html' title='Budaya Jawa Nasibmu Kini'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7_Sk2gzR8I/AAAAAAAAATE/4HnEd8G82d8/s72-c/wayang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-3777696934438278632</id><published>2010-04-09T12:52:00.001+07:00</published><updated>2010-04-09T12:58:40.837+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>Lamunan: Rumahku vs Bank Megah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S77AbOQBRxI/AAAAAAAAAS0/YsG_d14svHw/s1600/home.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S77AbOQBRxI/AAAAAAAAAS0/YsG_d14svHw/s320/home.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Ini slipnya… Tolong segera dibayarkan sebelum tanggal 15 ya?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak terasa satu semester telah berlalu. Sangat cepat. Seperti baru kemarin saja. Dan, seperti biasanya, awal semester merupakan masa yang paling dinanti-nanti oleh pihak universitas. Sebaliknya, menjadi masa yang 'memberatkan' bagi mahasiswa sepertiku. Ya, membayar biaya perkuliahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Fiuh… setelah antre berlama-lama, akhirnya selesai juga. Sebelum berlalu, aku membalikkan badan. Kupandangi sejenak bangunan megah yang berdiri congkak di depanku. Begitu megahnya, jika dibandingkan rumahku yang reot, ibarat membandingkan Omas dengan Sandra Dewi. Tentu saja bank itu Omasnya. Haha bercanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Meskipun begitu, meski rumahku kecil, dengan cat telah pudar di sana-sini, atapnya juga sering bocor kala hujan, tapi rumahku jauh lebih nyaman dan aman dari bank megah nan mewah itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Rumahku tak membutuhkan polisi penjaga di depan pintu masuk. Hingga kau pun tak perlu merasa 'angker' ketika memasuki rumahku.  Sebaliknya, senyum ramah tuan rumah-lah yang kau dapatkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak seperti bank, kau tak perlu antre berlama-lama hanya untuk dilayani. Layanan cepat dan segera, serta senyum ikhlas dan bukan kepura-puraan sebagai imbal balik 'jasa' akan segera kau dapatkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Juga tak seperti bank, ketika kau duduk, yang kau pegang nomor antrean. Di rumahku, kau duduk memegang gorengan serta teh yang semuanya disajikan masih dalam keadaan hangat. Asapnya yang mengepul, akan segera mengundang seleramu. Tak perlu sungkan, apa yang tersaji di depanmu, dapat kau nikmati sepuasmu.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Di bank, kau dipanggil dengan nomormu. Nama yang boleh jadi, orang tuamu berkeringat darah memikirkan yang terbaik sebagai namamu, seolah semua usaha mati-matian orang tuamu sia-sia belaka. Di rumahku, kau berhak mendapatkan rasa hormat dariku, sejauh kaupun menghormatiku. Tak hanya namamu kusebut, akan kuberi bonus 'Bapak' atau 'Mas' jika kau lebih tua dariku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Di bank, kau dilayani oleh kasir yang melayanimu hanya sebatas tugasnya. Sebaliknya, di rumahku, kau bebas bercengkerama apapun. Kau bebas meluapkan semua keluhanmu. Bercanda dan tertawa sepuasmu. Hingga, tanpa kausadari waktu terasa berlalu begitu cepatnya, yang jika di bank, 1 menit dalam antrean terasa begitu menyiksa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Rumahku tak membutuhkan penjaga malam. Hingga aku bebas tidur sepuasku tanpa perasaan 'was-was'. Kau pun akan diterima dengan tangan terbuka jika ingin bermalam di rumahku. Coba, praktikkan ini di bank, tentu jawaban yang akan kau dapatkan "Ditaroh di mana tu mata! Ini bank bukan hotel‼!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Di balik kemewahan dan kemegahan itu, begitu paradoks perbedaannya dengan rumahku yang kecil. Lalu, untuk apa uang bermilyar-milyar itu dihamburkan jika kenyamanan yang didapatkan hanyalah semu dan sebatas formalitas belaka? Manusia dan peradabannya, menjadikan gengsi dan bonafiditas sebagai berhala barunya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Baiti jannati&lt;/i&gt;. Meskipun kecil, dan juga tak sampai menghabiskan uang milyaran untuk membangunnya, tapi keamanan dan kenyamanan menjadi jaminan yang tak terbantahkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Suatu waktu, jika ada kesempatan, mampirlah ke rumahku…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. [HR Muslim]&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Semuanya ada di sini...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Rumah Kita..&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/kXANWtVmihk&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/kXANWtVmihk&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-3777696934438278632?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/3777696934438278632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/lamunan-rumahku-vs-bank-megah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3777696934438278632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3777696934438278632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/lamunan-rumahku-vs-bank-megah.html' title='Lamunan: Rumahku vs Bank Megah'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S77AbOQBRxI/AAAAAAAAAS0/YsG_d14svHw/s72-c/home.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-8452359196481018532</id><published>2010-04-09T08:42:00.000+07:00</published><updated>2010-04-09T08:42:19.105+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Fiction Reality'/><title type='text'>Pena vs Pensil</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S76FEz5nnYI/AAAAAAAAASc/AnIeiKLeAN8/s1600/box.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S76FEz5nnYI/AAAAAAAAASc/AnIeiKLeAN8/s320/box.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ruangan itu berukuran 3x4. Ruangan dimana semuanya bermula. Ruangan dimana semuanya diproses. Sempitnya volume ruangan tak membatasi ruang gerak kreativitas mengarungi dimensi imajinasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Berbagai macam benda tercecer dalam ruang sempit itu. Mengerumuni pria yang duduk memunggungi tempat tidur yang hampir 2 hari tak disentuhnya. Tak ada yang tahu apa yang sedang dikerjakannya sampai begitu menguras konsentrasi dan menyunat jam tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Detik jam, gesekan pena di atas kertas, serta alunan musik dari tape compo menjadi suara yang mendominasi ruang sempit itu.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Hening... Tak ada lagi pria yang duduk di kursi. Hanya seonggok jasad yang bergumul dengan guling di tengah tempat tidur dengan pose tak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Rupanya dia menyerah. Tunduk dalam pelukan kantuk. Menyerah dalam buaian lelah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dia tertidur. Terlelap. Hanyut dalam mimpi yang membuainya. Membawanya melupakan waktu dan segala urusan dunia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Matanya terbuka. Pria itu pun terjaga. Dipandanginya sejenak langit-langit kamar sembari mengumpulkan serpih-serpih kesadarannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dan, ketika si pria meninggalkan ruang sempit itu, dari situlah kisah ini dimulai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Huah... Lelahnya... Dua hari tanpa istirahat! Hei jangkung! Masih juga berdiri di pojokan?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Haha.. iya nih.. Kasihan juga kamu ya?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Justru kamu yang kasihan.. Diacuhkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Hei jangkung! Kamu tahu kenapa majikan kita lebih sering memakaiku?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Kenapa memangnya?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S76FS17Dy7I/AAAAAAAAASk/3DimbUPpA0U/s1600/pena.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S76FS17Dy7I/AAAAAAAAASk/3DimbUPpA0U/s200/pena.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Jelas kan? Aku lebih hebat dari kamu! Mau bukti?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Aku banyak digunakan oleh orang-orang dewasa. Aku mewakili kematangan mereka. Aku simbol keteguhan mereka. Karena sekali aku tercoret, tak akan ada kata kembali. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Mereka juga menaruh harapan agar sepertiku, jejak mereka juga abadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dan kau tahu, aku juga representasi kuasa serta ciri mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Bagaimana? Aku hebat kan?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Hmmm… Apa yang kau katakan, semua sifat-sifatmu ada benarnya. Tapi, tak sepertimu, aku cuma punya satu warna, hingga tak ada pembiasan ketika mengartikulasikanku. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kau boleh menjadi langganan para dewasa. Tapi, sebelum mereka semua menginjak dewasa, kala mereka masih lugu serta terbata-bata akan aksara, akulah teman setia mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Disaat mereka masih dalam fase kebimbangan karena kurangnya pengetahuan serta belum terbukanya wawasan, akulah pilihan mereka. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S76FgryHaGI/AAAAAAAAASs/MUHrVJxGIZ0/s1600/Pencil.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S76FgryHaGI/AAAAAAAAASs/MUHrVJxGIZ0/s200/Pencil.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Aku menemani mereka belajar percaya diri. Karena kalaupun mereka membuat kesalahan, mereka tak perlu menyesali, cukup menghapus jejakku maka mereka bisa memulai lagi. Ini mengajarkan mereka kehati-hatian, pertimbangan, tapi dengan tetap menatap optimis serta yakin akan kemampuan diri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dan, semua itu kulakukan dengan mengorbankan tubuhku sendiri. Patah, disayat-sayat mau tak mau, sudah menjadi resikoku."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Hei jangkung! Sepertinya majikan kita akan pergi. Kita buktikan siapa yang lebih hebat. Aku atau kau, sipapun yang dibawanya dialah pemenangnya"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Terserah kau saja"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak lama, pria itu selesai berkemas. Dia berdiri di depan meja kerjanya. Dipandangnya pena dan pensil yang tergeletak. Bimbang sejenak… Dimasukkannya pensil serta pena ke dalam tasnya, dan berlalu meninggalkan ruang sempit itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ruang sempit itu.. Beberapa waktu mendatang akan menjadi saksi sebuah peradaban. Dimana pensil dan pena, perannya tak lagi dominan dan mereka tak punya apa-apa lagi untuk dibanggakan selain kenangan masa kejayaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;*) On recall: Pen and Pencil. You'll never be taken away from our heart.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-8452359196481018532?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/8452359196481018532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/pena-vs-pensil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/8452359196481018532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/8452359196481018532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/pena-vs-pensil.html' title='Pena vs Pensil'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S76FEz5nnYI/AAAAAAAAASc/AnIeiKLeAN8/s72-c/box.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-4456008120699474272</id><published>2010-04-05T12:11:00.000+07:00</published><updated>2010-04-05T12:11:28.577+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><title type='text'>Lamunan : Untung</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.chineseknotting.org/luck/good-luck-big.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://www.chineseknotting.org/luck/good-luck-big.jpg" width="293" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Beruntung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyuman. Itulah hal yang pertama kali terlintas ketika mendengar kata 'beruntung'. Keberuntungan selalu diikuti oleh kebahagiaan, dan kebahagiaan selalu diikuti oleh senyuman. 'Untung' sering menjadi faktor pembantu suksesnya hitung-hitungan kancing baju siswa ketika ujian. 'Untung' sering menjadi makelar jenjang karir seseorang. 'Untung' juga sering menjadi mak comblang&amp;nbsp; jaka x duda ataupun gadis x janda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung juga identik dengan perasaan lega setelah lolos secara aman dari keadaan "nyaris". Tak jarang kita mendengar kisah (baik fiksi maupun nyata) bahwa 'untung' sering menjadi penentu hidup dan matinya seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tapi sebenarnya, apakah UNTUNG itu?&amp;nbsp;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tetap hidup, lolos dari maut, dinamakan beruntung? Berapa banyak orang yang menyia-nyiakan hidupnya hanya untuk menumpuk dosa dan menjadi parasit bagi sekitarnya?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan mendapatkan apa yang kita inginkan disebut beruntung? Berapa banyak orang yang kecewa bahwa ketika apa yang diinginkannya ternyata jauh dan sama sekali berbeda dengan apa yang diharapkannya?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lalu, apa sebenarnya beruntung itu?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Entahlah... aku pun tak tahu. Karena untung terkait dengan nasib. Dan 'separuh' dari nasib merupakan 'Campur Tangan' Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi... Satu yang kutahu. Seberuntung apapun, sebaik apapun nasib... semua percuma, sia-sia dan hanya menyisakan kepongahan dan ketamakan belaka, tanpa ada &lt;b&gt;syukur&lt;/b&gt; di dalamnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-4456008120699474272?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/4456008120699474272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/lamunan-untung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/4456008120699474272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/4456008120699474272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/lamunan-untung.html' title='Lamunan : Untung'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-8554230567178112805</id><published>2010-04-03T08:47:00.001+07:00</published><updated>2010-04-05T12:13:50.764+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><title type='text'>Lamunan Payung</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:MSBMDQLvwJu-WM:http://www.localwin.com/julie/system/files/lu10/Personal_Umbrella_Policy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:MSBMDQLvwJu-WM:http://www.localwin.com/julie/system/files/lu10/Personal_Umbrella_Policy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tik.. Tik.. Tik..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Hujan...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Semakin deras. Semakin basah. Semakin teduh. Semakin riuh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Aku suka sensasi ini. Aku gila sensasi ini! Sensasi ketika butiran-butiran itu menerpa wajah dan seluruh tubuhku. Sensasi ketika tubuhku dibuat menggigil sekaligus segar olehnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Hujan.. Dalam terpaanmu.. Aku merasa nyaman. Aku merasa hidup!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tapi tidak sekarang. Tidak dengan ingus tertahan dan kepala seberat batu sungai! &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tapi aku harus pergi!  Aku harus melewati hujan ini. Hujan yang selalu kuanggap sahabat, harus kuhindari seolah aku alergi terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Nope buddy&lt;/i&gt;. Aku tak membencimu. Sama sekali tidak...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Alhamdulillah.. Rumah... Kulipat benda yang ada di tanganku. Kuperhatikan lagi. Kutatap dengan pandangan penuh arti.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Payung...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dibutuhkan ketika hujan. Aku ingin menjadi sepertimu. Melindungi mereka dari terpaan hujan yang sering membawa celaka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dibutuhkan ketika panas menyengat tubuh. Aku ingin menjadi sepertimu. Menjadi peneduh ketika tubuh tak kuasa menahan teriknya matahari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dibutuhkan ketika terjun dari ketinggian. Aku ingin menjadi sepertimu. Menjadi teman ketika terjatuh. Menariknya hingga rasa sakit kala jatuh, tak lagi terasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dibutuhkan ketika melekatkan benda ke benda. Aku ingin menjadi sepertimu. Menjadi pendamai, dan bukan sebaliknya, menjadi pengadu domba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dibutuhkan sebagai pertahanan dalam membela diri. Aku ingin menjadi sepertimu. Menjadi "body guard"mu ketika kudapati seseorang ingin menzalimimu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Aku ingin... Menjadi berguna bagi sekitarku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-8554230567178112805?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/8554230567178112805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/lamunan-payung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/8554230567178112805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/8554230567178112805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/lamunan-payung.html' title='Lamunan Payung'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-3442049319006770104</id><published>2010-04-02T14:21:00.000+07:00</published><updated>2010-04-02T14:21:42.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>April (Tak Berjudul)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:fXMYWaVdj7ZOwM:http://firstgiving.typepad.com/photos/uncategorized/2008/04/01/aprilfools.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:fXMYWaVdj7ZOwM:http://firstgiving.typepad.com/photos/uncategorized/2008/04/01/aprilfools.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;APRIL MOP!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaget? dongkol? Ngumpat? Nyaci maki? Bebas! Ini april mop!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;April Bodoh dan Konyol&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Andai aku masih seorang remaja hijau (aku heran kenapa remaja dimajaskan dengan "hijau) bisa dipastikan aku akan latah dengan hingar bingar April Mop yang, sekarang ini kukategorikan: tindakan bodoh, lelucon "konyol".&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pun begitu, aku masih mengapresiasi mereka yang rela bersusah-payah membuat ide aneh (baca=gokil) demi "memeriahkan" april mop ini. Tak ada kata lain yang bisa diberikan selain: kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mewabahnya april mop ini, sampai BBC pada zaman dahulu pernah menjahili pemirsa-nya dengan lelucon yang sangat kreatif. (silakan gugling : lelucon april mop terkonyol sepanjang masa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku mengapresiasi, kenapa di awal tadi aku katakan bodoh? Hey.. U should know what "moron" is. Bodoh dalam arti dan konotasi negatif sering dikiaskan pandir ; tolol. Tetapi seringkali kebodohan mendatangkan pingkal. Bukan berarti menertawakan "si bodoh" tapi "kebodohannya".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*** &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Kreativitas dalam Kekonyolan&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Konyol. Itulah image yang paling mencolok dari April Mop. Tapi, ada image lain, lebih tepatnya sejarah (kelam) atas April Mop ini. Sejarah seperti apa? Since i'm sucks with history, u should googling on ur own. Segalanya ada kaitannya tentang "pembantaian umat islam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stop disini. Aku tak mau bawa-bawa agama. Belief is a very private sense of each person. Lagipula, Indonesia, meskipun mayoritas islam, tapi bukan negara islam. Syariat Islam hanya berlaku pada "privat" bukan publik secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke april mop. Satu lagi image april mop yaitu "lie" ; penipuan ; kebohongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak, setiap manusia memiliki "sisi nakal" dalam otak mereka. Tak heran jika seringkali ditemukan modus kejahatan yang beraneka ragam. Itulah penyaluran "sisi nakal" dalam hal negatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada negatif, tentu ada positif. Penyaluran "sisi nakal" dalam hal positif sering kita sebut dengan kreativitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kreativitas, bukan apa-apa bisa menjadi mahakarya. Bukan siapa-siapa bisa menjadi kaya-raya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreatif adalah kemampuan melihat "nilai" (baca: "potensi")dan mampu mengkonversinya ke hasil yang memiliki nilai manfaat tanpa menghilangkan karakter dan keunikan khusus.&amp;nbsp; Kreatif juga berarti tangguh, serta berpegang teguh pada nurani. (definisi bebasku. Setuju tak setuju, up to u -pen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, which one'll u choose? Creative assertive or neighborhood nightmare?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;April Fools&lt;/b&gt;April mop dalam bahasa inggris disebut april fools. Fools sebagai kata benda berarti bodoh. Fool diatas, jika diterjemahkan sebagai verb dalam simple present tense (dah kaya dosen basa inggris belom? Xexe) berarti salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika "s" di belakang huruf e diperlakukan sebagai "penjamak" seberti lazimnya kata benda, maka bisa diartikan sebagai "kesalahan-kesalahan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa artinya? Dan kenapa aku bermain dengan kata-kata yang bahkan aku sendiri tak tahu maksudnya apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam april mop, setiap perbuatan iseng, jahil, akan dianggap lelucon dan selalu dimaafkan. Kenapa diatas kutuliskan "kesalahan-kesalahan"? Karena sebanyak apapun kesalahannya, maaf tetap tersedia untuk diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi pertanyaan disini adalah: apakah "maaf" hanya tersedia 1 hari dalam satu tahun dan hanya menjadi "malaikat sehari" pada hari itu juga? (april mop untuk non muslim, serta idul fitri untuk muslim). Lalu pada hari-hari berikutnya jadi apa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga semangat memaafkan tidak hanya muncul secara dadakan dan hanya menjadi bagian dari sebuah ritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Offline Note: for muslims&lt;/b&gt;Saya sama sekali tak punya niatan serta orientasi sedikitpun untuk mengkampanyekan April Mop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari sejarah kelam pembantaian muslim, tanpa mengurangi keprihatinan serta simpati, just let it be the past.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dont u get what i just wrote above?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forgiveness...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lets just having each other. Cz if we have each other, we have everything!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:0SLFbyWK86XDYM:http://www.justpiano.com/images/shakehand.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:0SLFbyWK86XDYM:http://www.justpiano.com/images/shakehand.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-3442049319006770104?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/3442049319006770104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/april-tak-berjudul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3442049319006770104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3442049319006770104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/04/april-tak-berjudul.html' title='April (Tak Berjudul)'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-4042958477710181272</id><published>2010-04-01T08:54:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:56:58.371+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Fiction Reality'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>Pemulung dan Koran Lusuh</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://anastaciaintan.files.wordpress.com/2009/10/pemulung.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://anastaciaintan.files.wordpress.com/2009/10/pemulung.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Pemulung itu masih mengais-ngais diantara timbunan barang bekas. Berharap kiranya masih ada benda yang "layak" untuk dipungut. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Siang yang panas terasa menyengat di kulitnya yang semakin legam. Dalam posturnya yang kecil itu tersimpan bauran perasaan pahit dan kerasnya kehidupan. Postur tubuh yang selayaknya didudukkan pada bangku kayu bersama anak sebayanya, pinggul yang ingin berontak menuntut haknya dibalutkan celana pendek merah menyala, yang diamini oleh dada dan pundak yang ingin pula dislimuti dengan kemeja berwarna putih nan santun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kala asanya menuntut tangannya meraih-raih benda-benda yang karena sering dan memang kesehariannya, membuatnya tak perlu berpikir dua kali untuk menghakimi benda "pantas diambil" dan "tak pantas diambil". Karena tugasnya telah diambil alih oleh tubuh, angannya pun menerawang. Merenungi nasibnya. Pandangannya kosong, tapi pikirannya tidak. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dalam lamunannya, ia melihat dirinya berlari-lari dan bercanda ria bersama teman sebayanya. Dalam lamunannya, ia melihat dirinya mengacungkan tangan dan mendapati dirinya disanjung gurunya. Dalam lamunannya, ia melihat bapaknya tersenyum menyapanya setiap pagi, ia melihat wajah bapaknya yang lepas, yang tak lagi menggambarkan kalutnya akan "mau makan apa hari ini".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Langkahnya terhenti. Pandangan kosongnya perlahan menyala ketika dilihatnya sebuah kertas lusuh. Rasa penasaran, diambilnya kertas itu. Dari tulisan pada bagian paling atas, diketahuinya benda yang berada dalam genggamannya adalah koran. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tergagap-gagap dia membaca "Gayus Tambunan Gelapkan Pajak 25 Milyar Rupiah". Selesai. Tak ada kesan apapun dari kalimat yang susah-payah dibacanya. Dia tak tahu apa itu pajak. Dia pun tak tahu siapa itu Gayus. Dia pun tak pernah bisa membayangkan berapa banyak itu 25 Milyar Rupiah. Sayangnya, dia pun tak tahu bahwa dari sebagian 25 Milyar itu terdapat haknya, terdapat uang sakunya, terdapat seragamnya, terdapat bukunya, terdapat senyum bapaknya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Selesai dibaca, dimasukkan kertas itu begitu saja dalam kantung bersama benda-benda yang tadi telah dipungutnya. "Sampah". Begitu pikirnya, kemudian berlalu melanjutkan rutinitasnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;*) Kisah di atas hanyalah rekayasa. Kesamaan nama, dan peristiwa merupakan kebetulan yang disengaja :D&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-4042958477710181272?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/4042958477710181272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/pemulung-dan-koran-lusuh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/4042958477710181272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/4042958477710181272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/pemulung-dan-koran-lusuh.html' title='Pemulung dan Koran Lusuh'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-7691097535049827206</id><published>2010-04-01T08:34:00.000+07:00</published><updated>2010-04-01T08:59:23.622+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><title type='text'>Adayangbisabacaini?</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.perceptindia.in/common/images/rhs_milestone.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.perceptindia.in/common/images/rhs_milestone.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;Spasi dan Koma&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ada yang bisa membaca judul di atas? Tentu ada. Tetapi tak dapat dibandingkan tingkat kesulitannya jika terselip spasi pada tempat yang seharusnya dalam kalimat judul di atas. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Menulis kalimat tanpa spasi selain menyulitkan, dapat pula menyesatkan. Jangankan tanpa spasi, hanya karena tanpa koma, sebuah kalimat dapat melahirkan artikulasi yang beragam dan bahkan rancu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Sering kita dengar kalimat "Kucing makan tikus mati" atau "Tentara berkumis hijau celananya membawa pentungan" dan lain sebagainya. &lt;i&gt;You'll get a wrong picture unless you put a coma in a right place there&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Itulah fungsi koma maupun spasi. Jika telah diketahui bahwa sesuatu "hal" memiliki fungsi, maka tak diragukan lagi pentingnya "hal" tersebut.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dalam konteks kali ini adalah koma dan spasi. Bukan, aku tak ingin membahas tentang kajian (membosankan) "Ejaan Yang Disempurnakan". Karena aku tak memiliki cukup ilmu tentang kebahasaan. Menggurui tanpa menguasai sama halnya dengan menyesatkan tanpa pertanggungjawaban. Seperti kasus dalam ruang bimbingan skripsi, dimana dosen tanpa penguasaan seutuhnya tentang ilmu tata bahasa, memberi berbagai koreksi dan ceramah tentang ejaan yang disempurnakan. Konyol, ejaan yang dibenarkan oleh dosen pembimbing, tetapi kemudian disalahkan oleh dosen penguji. Alih-alih mengoreksi substansi dari karya ilmiah, yang terjadi adalah berkutat pada perdebatan klise ejaan yang disempurnakan versi pribadi dosen masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tinggalkan pengalaman pahit yang memuakkan itu. Kembali ke konteks spasi dan koma. Mereka adalah jeda, mereka adalah sekat, mereka adalah titik singgah sementara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;Spasi dan Koma Hidup&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tentu saja hidup tak bisa diibaratkan dengan hal sesimpel kalimat. Tetapi, minimal dapat diketahui bahwa : "membaca kalimat tanpa spasi itu sulit" sama sulitnya "memahami kalimat tanpa koma". Tingkat kesulitan keduanya hampir mencapai kemustahilan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;Membaca Kalimat Tanpa Spasi&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Manusia sebagai makhluk biologis memiliki hak. Istirahat berupa relaksasi maupun tidur lelap. Mustahil seorang manusia tak tidur, seperti mustahilnya membaca kalimat tanpa spasi. It's absurd!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Memang, kalimat tanpa spasi masih bisa dibaca dan dipahami, pun manusia tak akan mati ketika tak tidur sehari. Akan tetapi, jika kalimat tersebut berkembang menjadi paragraf…Mustahil manusia hidup normal tanpa sebuah "spasi".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kesibukan baik itu kewajiban maupun kegemaran sering kali menerobos batas "spasi". Alasan deadline, alasan tanggung, dan sebagainya sering dijadikan sebagai pembenaran dalam menghapus spasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Pernah kubaca dalam sebuah artikel bahwa manusia dalam sehari butuh minimal 3-5 menit waktu untuk sebuah relaksasi. Entah itu dengan mendengarkan musik, jalan-jalan, membaca bacaan ringan, dan lain sebagainya, apapun asalkan tidak menguras konsentrasi. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Begitu juga dengan "istirahat besar". Orang dewasa butuh setidaknya 5 jam tidur lelap minimal serta maksimal 8 jam. Kurang dari itu, akan menyebabkan tidak fitnya badan serta kurangnya konsentrasi. Lebih dari itu dapat menyebabkan kemalasan bahkan para ilmuwan menyebutkan dapat memperpendek usia (yang ini aku tak percaya karena usia ditentukan Tuhan bukan tidur).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Istirahat kecil maupun besar seringkali dipandang sebelah mata. Tidak hanya sekedar melulu urusan santai dan tidur, tapi sudah masuk kepada menzalimi hak tubuh. Dengan mengabaikan kebutuhan tersebut mungkin Anda akan mendapatkan "hasil" yang lebih. Tapi, perlu dicamkan bahwa : uang memang bisa membeli kesembuhan, tapi uang tak kan pernah bisa membeli kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;Memahami Kalimat Tanpa Koma&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Koma ; jeda ; pemberhentian sejenak. Tanpa koma, sulit memahami kalimat secara maksimal dan dalam waktu yang singkat.  Itulah perlu dan pentingnya sebuah jeda, pemberhentian sejenak. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Manusia seringkali mengalami kebuntuan berfikir akan solusi sebuah masalah yang sedang dihadapinya. U can't just force it. Jika belum bisa, tak usah dipaksa, jika lelah, letakkanlah sejenak, tapi jangan menyerah. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Karena dengan meletakkannya sejenak, dan dalam jeda tersebut, seringkali diperoleh solusi dari jalan yang tak diduga-duga. Kalaupun tak ada keajaiban dari jalan accidental tersebut, paling tidak dengan menjedakannya, u can see what u can't see before clearly. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Seringkali, sebuah solusi tidak juga didapat meskipun telah mengerutkan dahi, menguras keringat, memeras otak, tetapi dengan mengalihkan perhatian sejenak, akan terlihat apa yang sebelumnya tak terlihat. Yang sebelumnya kabur menjadi jelas, yang sebelumnya acak menjadi tersekat, terpola, dan tertata. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Seperti pentingnya sebuah koma sebagai jeda dalam konteks kalimat, begitupun mengalihkan perhatian sejenak setelah berfikir dan berusaha mati-matian. Bukan sebagai pelarian, tetapi sebagai titik balik. Defend to counter.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;Why so Serious?&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Sebagai penutup, bahwa segala sesuatu tak semengerikan apa yang terlihat. Cobalah melihat sejenak, dari sudut pandang yang berbeda. Anggaplah Anda sebagai orang lain yang sedang melihat Anda sendiri. See? It's not that horrible.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Merutuki nasib juga tak akan menjadi solusi. Karena seburuk dan separah apapun nasib Anda, u're not the worst. Try to look below you. Banyak yang masih lebih "sengsara" dibanding Anda. So, stop blaming. Instead, why not be thankfull for what you got?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Sekian tulisan saya. Bukan bermaksud menggurui cuma sekedar ingin berbagi. Daripada mencibir kesoktauan saya, just take what important and throw away what useless. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Take it easy buddy…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Why so Serious? n_n&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i.ehow.com/images/GlobalPhoto/Articles/4475392/smile1-main_Full.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="220" src="http://i.ehow.com/images/GlobalPhoto/Articles/4475392/smile1-main_Full.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-7691097535049827206?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/7691097535049827206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/adayangbisabacaini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/7691097535049827206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/7691097535049827206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/adayangbisabacaini.html' title='Adayangbisabacaini?'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-6294027165927209724</id><published>2010-03-31T09:17:00.000+07:00</published><updated>2010-03-31T09:17:19.383+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Unity in Football'/><title type='text'>Persipura : Persepakbolaan Pelipur Lara</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ianwarnet.files.wordpress.com/2010/01/persipura1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="253" src="http://ianwarnet.files.wordpress.com/2010/01/persipura1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terkejut. Itu kesan pertama saat gol pertama bersarang di gawang Persipura padahal pertandingan belum genap satu menit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Buyarlah semua harpan. Harapan karena bermain di kandang. Harapan bermain lepas karena nothing to lose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan yang mungkin telah demikian pongahnya hingga menyangka kemenangan dari Juara tiga kali beruntun J-League, tinggal menunggu menjadi nyata.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, seketika itu pula, bersamaan dengan gol pembuka dari wakil Jepang, tersibaklah tabir realita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realita tentang perbedaan level. Realita tentang inferior diri dan soperior lawan, realita tentang sepakbola pra-modern vs sepakbola true-modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang awam (sepertiku) pun akan tahu perbedaan itu. Dari umpan-umpannya, dari dribel, dari cap and passingnya, visi permainan, zonal marking.. They're completely in an entire different level.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepercik harapan itu muncul kembali ketika persipura berhasil menyamakan kedudukan. Alih-alih membalik keadaan.. Justru kembali kebobolan dengan lebih banyak gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miris serta ironis. Dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya, persipura telah mengoleksi jumlah kebobolan 18 gol dan hanya menuai satu gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persipura yang seolah sebagai lambang hegemoni peta persepakbolaan Indonesia, dibantai habis-habisan ketika berlaga dalam level Asia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bagi wakil-wakil Jepang dan negara-negara "produsen" sepakbola lainnya, nama negara bukan menjadi pertaruhan berarti bagi mereka. Beda dengan Indonesia yang hanya menempatkan satu wakil otomatis dan satu wakil playoff, (jumlah paling sedikit dari wakil negara partisipan lain) tentu mau tak mau, nama negara terlampir di "proposal" mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bertanding dengan membawa bendera negara terlalu berat bebannya bagi mereka. Atau juga mungkin karena phobia ajang internasional. Sehingga wakil-wakil Indonesia selalu menjadi lumbung gol bagi tim-tim lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati dipermalukan demikian rupa, jika bukan sekarang kapan lagi? Tanpa melek internasional, klub-klub Indonesia hanya akan menjadi tim jago kandang. Buta akan sepakbola dunia dan Gagap di pentas internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah naik hampir dua level dan mencapai titik "standar asia". Jalannya berat dan akan semakin tertatih-tatih melihat lambannya manajemen induk organisasi sepakbola kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan dan hambatan bukan alasan untuk menjadi pesimis. Kekalahan (telak) beruntun bukan pula alasan untuk menjadi anarkis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persipura.. Hitam kulitmu, meski sehitam nasibmu di AFC Champions League, semoga tak hitam pula masa depanmu kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan orang Papua. Tapi sepakbola adalah milik bersama. Soccer belongs to unity. Persatuan terjalin karena persaudaraan. Karenanya, sungguh tak elok menghiasi sepakbola dengan pertikaian dan anarki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kalah ataupun dipermalukan, tak perlu kecewa, apalagi murka, karena persepakbolaan adalah pelipur lara... (persipura)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-6294027165927209724?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/6294027165927209724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/persipura-persepakbolaan-pelipur-lara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/6294027165927209724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/6294027165927209724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/persipura-persepakbolaan-pelipur-lara.html' title='Persipura : Persepakbolaan Pelipur Lara'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-1249786075032000905</id><published>2010-03-30T14:09:00.000+07:00</published><updated>2010-03-30T14:10:47.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Unity in Football'/><title type='text'>KSN dan Wacana Pelengseran Nurdin Halid</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7Gi7p9PEEI/AAAAAAAAASM/AbbGtu15B84/s1600/nurdinhalid-s1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7Gi7p9PEEI/AAAAAAAAASM/AbbGtu15B84/s320/nurdinhalid-s1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kongres Sepakbola Nasional 30 - 31 Maret 2010 sedang digelar. &lt;/span&gt;KSN yang diketuai mantan Ketua Umum KONI Agum Gumelar ini digelar, berawal dari kekecewaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta insan sepak bola nasional terkait semakin mundurnya prestasi sepak bola Indonesia di bawah kepemimpinan Nurdin Halid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain terkait carut-marutnya kompetisi dan maraknya kerusuhan &lt;i&gt;supporter&lt;/i&gt;, Indonesia gagal di sejumlah turnamen internasional. Selain babak belur di babak penyisihan SEA Games Laos, timnas senior Indonesia gagal menembus final Piala Asia di Qatar. (metrotvnews, 27/03/10)&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kongres tersebut mengagendakan penjabaran tiga masalah yaitu organisasi, prestasi, dan dana. (Kompas, 30/03/10). Apapun agenda dan prosesnya, semoga hasil yang terbaik dapat dihasilkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kongres tersebut sebelumnya sempat diisukan sebagai media pelengseran Nurdin Halid serta kroni-kroninya yang kita semua tahu telah membangun rezim di tubuh PSSI. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu itu pun terdengar kian santer sampai-sampai Nurdin membentuk "grup tandingan" (RSN = Rembuk Sepakbola Nasional) yang digelar beberapa hari sebelum KSN terselenggara. Entah apa motifnya, entah isu-isu tersebut hanya sebatas isu, tetapi seperti isu-isu yang lain masing-masing pihak yang diisukan membantah tentang adanya isu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggalkan isu-isu nonsens. Yang pasti wacana melengserkan Nurdin itu ada. Terbukti dengan "ketakutan" yang ditunjukkan Nurdin melalui statement-statement yang dikeluarkannya bernada defensif dan protektif. Dia menegaskan bahwa dirinya akan menentang intervensi kongres, serta tidak akan mematuhi rekomendasi KSN yang menuntutnya mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berujar bahwa selain bertentangan dengan konstitusi PSSI, rekomendasi KSN yang menuntut dirinya mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI, juga tidak dapat dilakukan. Ini karena tidak adanya tuntutan mundur dari seluruh Pengda PSSI. (metrotvnews, 27/03/10)&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Itu di luar sistem. Kalau dituruti, merupakan premanisme konstitusi,” tegasnya di atas podium saat memberikan sambutan setelah melantik pengurus PSSI Provinsi Jabar di Bandung. (Suara Merdeka, 28/03/10)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Persetan dengan konstitusi! PSSI pada fitrahnya adalah milik rakyat, supporter dan seluruh insan persepakbolaan di Indonesia. Tak ada pengkotakan konstitusi ataupun semacamnya.&amp;nbsp; Rupanya kesadaran akan hal tersebut telah hilang dari Nurdin beserta kroni-kroninya dan dengan tenangnya tanpa merasa berdosa sedikitpun bertengger dalam kedok "manajemen persepakbolaan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Preman seperti yang dikatakannya, adalah preman seperti apa? Sejauh masyarakat menilai dalam kehidupan sosial, bahwa preman adalah parasit yang merampas dengan paksa segala sesuatu yang seharusnya bukan menjadi paksa. Perlu ditekankan disini adalah "merampas dengan paksa". Oleh karena itu, selalu ada pihak yang dirampas, jika demikian kasusnya, apakah seluruh insan persepakbolaan Indonesia ini tidak merasa terampas haknya demi sebuah sepakbola yang berkualitas dan berprestasi. Salahkah jika Si Pihak Terampas ini, karena merasa kebanggaan dan kehormatannya terzalimi, kemudian berontak? Lalu, siapa sekarang yang preman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup hanya dengan pembelaan diri berkedok birokrasi, Nurdin pun mengumpulkan "anak buah" dan menggalang konsolidasi yang tentu saja ujungnya adalah menggalang dukungan. Sukses! Empat orang yang mereka sebut Perwakilan Pengprov PSSI dari DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Riau, serta Sumatera Utara memberikan dukungan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang diragukan di sini adalah empat tersebut memang mewakili organisasi (otomatis anggota dan seluruh rakyat termasuk di dalamnya) atau mereka mewakili diri mereka sendiri. Jangan-jangan cuma empat orang ini sajalah, yang masih "loyal" mendukung Nurdin Halid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span id="divAdnetKeyword"&gt;“Saya tidak rela jika rumah tangga PSSI diacak-acak orang lain. Tentunya Anda tidak menginginkan rumah tangga Anda diacak-acak orang luar bukan. Kalau ingin menjadi ketua umum, silahkan berkompetisi yang sehat tahun 2011 nanti,” ujar salah satu perwakilan &lt;/span&gt;&lt;span id="divAdnetKeyword"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="divAdnetKeyword"&gt;kepada wartawan.&lt;/span&gt; (Goal, 18/03/10)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Statemen tersebut memang beralasan, terkait dengan larangan FIFA bahwa pemerintah tak boleh campur tangan terhadap organisasi persepakbolaan nasional. Alasan inilah yang menjadikan Nurdin semakin aman kokoh di puncak kekuasaannya, karena pergantian pemimpin tertinggi hanya bisa dilakukan melalui dua prosedur yaitu Musyawarah Nasional yang diselenggarakan lima tahunan serta Kongres Luar Biasa PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap PSSI mengadakan Kongres Luar Biasa guna melengserkan Nurdin Halid &lt;i&gt;kaya ngenteni thukule jamur ing mangsa katiga &lt;/i&gt;(Pepatah Jawa yang berarti mengharapkan sesuatu yang sia-sia -pen). Itu berarti, mau tak mau masyarakat harus bersabar menunggu masa jabatan habis (2011 -pen). Tentu saja, menunggu sampai 2011 bukan hanya persoalan menunggu bergulirnya hari, tetapi kesabaran keringnya prestasi, serta keprihatinan carut-marut manajemen PSSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan memang jika kongres yang diharapkan dapat menghasilkan progress positif terhadap dunia persepakbolaan Indonesia ini, tidak dapat mencabut akar dari permasalahan tersebut. Tapi, semoga saja, apa yang diagendakan dalam kongres, bukan cuma menjadi forum "duduk manis" yang menghasilkan "sekedar" daftar hasil. Tetapi, dapat ditunjukkan dalam kerja nyata yang dapat dirasakan manfaatnya secara berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga... Amin...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Offline Note&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7Gjf7TNKeI/AAAAAAAAASU/13v89142ZKc/s1600/pssi_BLUE2.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7Gjf7TNKeI/AAAAAAAAASU/13v89142ZKc/s200/pssi_BLUE2.png" width="188" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Namanya &lt;b style="font-weight: normal;"&gt;Soeratin Soesrosoegondo. Beliau memperoleh gelar Insinyur Sipil &lt;/b&gt;di Sekolah Teknik Tinggi di Hecklenburg, dekat Hamburg, Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak orang yang mengenalnya. Pun, wajahnya yang tak satupun terdapat dalam search list &lt;i&gt;google&lt;/i&gt;. Meskipun minim akan "popularitas", tapi karena kemaksimalan jasanya menempatkan namanya dalam daftar tokoh Indonesia yang memperoleh gelar Pahlawan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ir. Soeratin, tokoh di balik berdirinya PSSI pada 19 April 1930, memilih kehilangan pekerjaan sebagai arsitek yang memberinya pendapatan berlimpah agar bisa secara total mengurus PSSI yang baru saja berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan pilihan sederhana. Meninggalkan pekerjaan bukan hanya membuat Soeratin kehilangan asupan finansial bagi diri dan keluarganya, tapi juga membuat Soeratin kehilangan pasokan dana yang sebagian di antaranya digunakan untuk menopang kegiatan-kegiatannya di PSSI karena PSSI sendiri ketika itu tak bisa diharapkan memberinya pendapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga sepenggal kisah kepahlawanan Bapak Ir. SOeratin Soesrosoegondo di atas dapat diambil hikmahnya...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Sharing for knowledge. Because knowledge is sharing. And, sharing means caring..&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-1249786075032000905?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/1249786075032000905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/ksn-dan-wacana-pelengseran-nurdin-halid.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/1249786075032000905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/1249786075032000905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/ksn-dan-wacana-pelengseran-nurdin-halid.html' title='KSN dan Wacana Pelengseran Nurdin Halid'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7Gi7p9PEEI/AAAAAAAAASM/AbbGtu15B84/s72-c/nurdinhalid-s1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-2531790634318033131</id><published>2010-03-29T16:33:00.000+07:00</published><updated>2010-03-29T16:45:03.912+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>DPR = Dewan Per-alay-an Rakyat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7B0bu_xa_I/AAAAAAAAASE/k4XJH7Pe7-8/s1600/00.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7B0bu_xa_I/AAAAAAAAASE/k4XJH7Pe7-8/s320/00.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;6n / 55 DH PeRn4H lt tul54n Yan6 k3k 6n lM? &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;p6mn 64n / 55? b5 bcNya k6k?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;5us Yk? wkwKwk&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;tuL5n N dd3D1k5kn b4t pr 4lY... d4r jns, kLmpk, m3reK, t1p, r5, 3tc lH!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;MHn dbC b2 YK? mS1 Lm N63rt ju6 y 6mn c4rNy bac N tl54N? wakk! 6W j4 k6 t4u!!! gbRk!!!&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Merasa dejavu? Pernah melihat tulisan seperti itu sebelumnya?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Alay! &lt;/b&gt;Begitu mereka biasa dijuluki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alay&lt;/span&gt; secara harfiah berasal dari kata "Anak Layangan", yang notabene dekil dan brambut pirang matahari.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakain, sekaligus meningkatkan kenarsisan, yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya. Diharapkan Sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar” [Koentjara Ningrat]&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;“Alay adalah perilaku remaja Indonesia, yang membuat dirinya merasa keren, cantik, hebat diantara yang lain. Hal ini bertentangan dengan sifat Rakyat Indonesia yang sopan, santun, dan ramah. Faktor yang menyebabkan bisa melalui media TV (sinetron), dan musisi dengan dandanan seperti itu.” [Selo Soemaridjan]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Belakangan saya sering baca-baca di forum : "&lt;a href="http://kaskus.us/"&gt;The Largest Indonesian Community&lt;/a&gt;" (mungkin ada Kaskuser di sini? dah ISO lom gan! :D) dan saya menemukan (banyak) fenomena "Alay Teriak Alay". [Bisa dilihat &lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3715010"&gt;di sini, &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3720740"&gt;di sini&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3720790"&gt;di sini&lt;/a&gt;, dan masih banyak lagi]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari situ, maka, bisa kusimpulkan [baca = definisi bebas] bahwa alay = norak = ndeso = kampungan = katro = udik = lebay (bah! apa pula itu lebay) dan konotasi-kontasi "menjijikkan" sejenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, alay identik dengan :&lt;br /&gt;1. Kalangan menengah ke bawah baik secara ekonomi maupun sosial. &lt;br /&gt;2. Pendidikan rendah.&lt;br /&gt;3. Profil (baik fisik maupun citra) buruk.&lt;br /&gt;4. Dsb. Yang jika dipersempit, kekurangan seorang alay cuma satu = sama sekali tak punya kelebihan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alay dan Eksistensi Dunia Maya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikatakan Koentjara Ningrat (Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya... ). Bahwa orang menjadi Alay adalah ketika dia dengan berlebihan berusaha mengekspos eksistensi dirinya di dunia maya.Usaha tersebut bisa dengan berbagai macam cara yang tujuannya adalah untuk mencari "perhatian" (seperti keinginan hakiki remaja pada umumnya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun dengan mengekspos ke-alay-an seseorang, tanpa sadar dia sedang mengekspos ke-alay-annya sendiri. [Correct yourself first, then talk with your attitude; Tak ada kebaikan dalam mengumbar keburukan]. Itulah mengapa di atas kukatakan "Alay Teriak Alay".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alay dan Fenomena Sosial&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alay dan fenomena remaja adalah alay versi sempit yang (selain karena risih) hampir tak merugikan siapapun. Tetapi alay dalam sosial, alay kekuasaan, alay pemerintahan akan berakibat buruk dan tentunya merugikan banyak pihak terutama masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak ingin dicap alay maka memaksakan&amp;nbsp;memfasilitasi diri dengan mobil mewah [&lt;a href="http://news.okezone.com/read/2009/12/29/337/288997/ketua-dpd-toyota-crown-biasa-yang-wow-ferrari" target="_blank"&gt;ketua dpd: toyota crown biasa, yg woww ferrari!&lt;/a&gt;] dengan alasan klise dan irrasional [&lt;a href="http://news.okezone.com/read/2009/12/29/337/289070/andi-mallarangeng-kalau-mobil-mogok-acara-kacau" target="_blank"&gt;malaranggeng: kalau mobil mogok acara kacau &lt;/a&gt;]. Bahkan parahnya ketakutan dicap alay sampai merambah ke tingkat daerah [&lt;a href="http://news.okezone.com/read/2009/12/29/337/289203/pemda-bakal-tiru-kebijakan-beli-mobil-dinas" target="_blank"&gt;pemda bakal tiru kebijakan beli mobil dinas&lt;/a&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, fasilitas yang diharapkan dapat meningkatkan produktifitas itu pun berbanding terbalik dengan realita "pertanggungjawaban" kinerja mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan... akhirnya... inilah "pertanggungjawaban" (sebagian) mereka [ada yang kenal?] :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7BzD43kTTI/AAAAAAAAARU/IALT0l43mbw/s1600/01.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7BzD43kTTI/AAAAAAAAARU/IALT0l43mbw/s320/01.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7BzYXjZvAI/AAAAAAAAARc/phoEhiZf_Ik/s1600/02.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7BzYXjZvAI/AAAAAAAAARc/phoEhiZf_Ik/s320/02.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7BzZ1IeDTI/AAAAAAAAARk/96XY4vmwKNQ/s1600/04.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7BzZ1IeDTI/AAAAAAAAARk/96XY4vmwKNQ/s320/04.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7Bza4pw4OI/AAAAAAAAARs/bxVROHMtIYs/s1600/05.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7Bza4pw4OI/AAAAAAAAARs/bxVROHMtIYs/s320/05.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7BzdGyLpGI/AAAAAAAAAR0/d0Y_feTUkF0/s1600/06.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7BzdGyLpGI/AAAAAAAAAR0/d0Y_feTUkF0/s320/06.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7BzdziESAI/AAAAAAAAAR8/HvgOKsXaxQU/s1600/07.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7BzdziESAI/AAAAAAAAAR8/HvgOKsXaxQU/s320/07.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;*) Picture means thousand words.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penyakit Alay&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika (oknum - mayoritas) "para petinggi" saja telah terjangkit&amp;nbsp; penyakit alay ini? tak mengherankan jika penyakit alay ini menjadi wabah yang sangat mengerikan dari atas sampai bawah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Orang bisa antri raskin sambil pegang hp.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untk beli tv dan kulkas.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Orang bule mabuk kelebihan uang, Orang kampung mabok patungan. Lagi mabok muntah keluar kangkung, genjer, toge.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Agar rakyat tidak kelaparan maka para pejabatnya dansa dansi di acara tembang kenangan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong bahenol ngebor.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;...&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;dan mash banyak lagi...&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Offline Note&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Ga semua yang lo denger itu bener... " [iklan permen] karena penulis hanyalah seorang "alay yang teriak alay"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;wassalam&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-2531790634318033131?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/2531790634318033131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/dpr-dewan-per-alay-rakyat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/2531790634318033131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/2531790634318033131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/dpr-dewan-per-alay-rakyat.html' title='DPR = Dewan Per-alay-an Rakyat'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S7B0bu_xa_I/AAAAAAAAASE/k4XJH7Pe7-8/s72-c/00.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-5613375126124511895</id><published>2010-03-29T13:20:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:58:08.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Myself'/><title type='text'>Penguasa!! Berilah Hambamu....</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs108.snc3/15550_207112896305_196571006305_3020486_171503_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs108.snc3/15550_207112896305_196571006305_3020486_171503_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Preambule &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;20 Maret 2010. Tanggal terakhir aku menorehkan ideku ke dalam tulisan. 8 hari yang terasa berkali lipat lamanya untukku. Sungguh... 8 hari yang entah dikatakan nikmat ataukah menderita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;8 hari yang biasanya setelah subuh atau malam kugunakan untuk menulis.. tetapi sebaliknya kuhabiskan untuk hal-hal tak berguna.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terima kasih malas... karena selalu setia dalam keterpurukanku... keenggananku... kelemahanku... kenikmatan (semu)ku... kekhilafanku... kebodohanku... keakuanku...&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Time to back to reality!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memulai kembali kegiatan produktifku sebelumnya.. seperti kembali memulai dari nol. Teramat berat rasanya ketika memulai... tetapi jika tak kupaksakan akulah yang akan rugi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tunggu.. terpaksa? Siapa yang memaksa? Aku? Kenapa aku memaksa diriku sendiri? Untuk apa? Untuk siapa? Persetanlah! Aku telah bosan dengan kemalasan. Aku bosan dengan ketakutanku akan menulis. Aku bosan tak menjentikkan jariku di papan tuts. Aku bosan "bosan"...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Takut Menulis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bodoh! Hanya itulah yang dapat kukatakan kepada diriku sendiri. Setelah sekian lama termanjakan dengan kemalasan... Sekarang yang tersisa hanyalah otak yang berkarat. Motor-motor spingomyelin yang telah kehabisan bensin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;8 hari yang kunikmati tanpa menulis ini menyisakan penyesalan yang cukup mendalam. Pertanyaan yang selalu terngiang adalah :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Kenapa aku tak menulis?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Karena aku takut"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Apa yang aku takutkan?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Entahlah... kualitas mungkin"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Apakah tulisanku berkualitas? Arogan! Coba ingat kembali apa motivasi utamamu menulis"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"&lt;b&gt;Aku menulis karena aku ingin menulis&lt;/b&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wahai Penguasa yang bertahta di Arsy&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berilah hambaMu ide...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berilah hambaMu kreatifitas...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berilah hambaMu kecermatan..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berilah hambaMu kepekaan..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berilah hambaMu kebebasan...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berilah hambaMu kesadaran...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berilah hambaMu keberanian...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berilah hambaMu kekuatan...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berilah hambaMu kebaikan...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Atau berkenankah Engkau memberi hambamu ikan dan bukan kail? [mission (almost) impossible]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-5613375126124511895?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/5613375126124511895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/penguasa-berilah-hambamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/5613375126124511895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/5613375126124511895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/penguasa-berilah-hambamu.html' title='Penguasa!! Berilah Hambamu....'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-5864000146099752603</id><published>2010-03-20T16:21:00.000+07:00</published><updated>2010-03-20T16:21:11.200+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Myself'/><title type='text'>Rintihan Ponselku</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6STXTGwxuI/AAAAAAAAARM/gVGYQ1KtWP4/s1600-h/ponsel.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6STXTGwxuI/AAAAAAAAARM/gVGYQ1KtWP4/s320/ponsel.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dear Empu, lama kau tak menyentuhku. Lama pula kau tak membuka &lt;i&gt;SeleQ&lt;/i&gt;-ku untuk kau tulisi semua yang ada di pikiranmu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;MobiReader&lt;/i&gt;-ku pun tak pernah lagi kau isi dengan bacaan-bacaan bermutu. Bacaan yang dulu kau masukkan ke sana pun sampai basi karena tak pernah kau baca.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Alasanmu karena mood. Mood lah yang selalu kau salahkan sebagai pembunuh ide-ide kreatifmu. Tanpa kau sadari, mood itu akan membunuh keinginanmu. Dan pada akhirnya dia akan membunuh dirimu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Lalu, masihkah kau akan berlindung di balik ketiak mood itu?&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dear empu yg kini lebih mencumbu bantalmu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Apakah bantalmu lebih menjanjikan kenikmatan melebihi menulisiku?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Apakah bermimpi lebih menantang dari bertualang dengan imajinasimu?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Apakah suara dengkuranmu telah meredam suara hatimu?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dear empu..Aku menunggu..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Aku menunggu kau tak hanya menuliskan tema-tema mentah di catatan singkatmu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tema hanya akan jadi tema lalu mati tak berguna jika kau tak memetakannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dear empu..Aku menunggu..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Aku menunggu kau men-charge batreku..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-5864000146099752603?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/5864000146099752603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/rintihan-ponselku.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/5864000146099752603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/5864000146099752603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/rintihan-ponselku.html' title='Rintihan Ponselku'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6STXTGwxuI/AAAAAAAAARM/gVGYQ1KtWP4/s72-c/ponsel.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-8883861406317177353</id><published>2010-03-20T16:13:00.000+07:00</published><updated>2010-03-20T16:13:58.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Myself'/><title type='text'>Aku Benci Menulis</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6SRuZdYmXI/AAAAAAAAARE/WChH9C-d5uA/s1600-h/write+suck.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6SRuZdYmXI/AAAAAAAAARE/WChH9C-d5uA/s320/write+suck.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Write = suck!&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Aku benci menulis. Karena perspeksiku, Menulis itu membosankan. Menulis itu memuakkan. Menulis itu kaku. Menulis itu "sok". Menulis itu bukan hak orang ber-IQ jongkok sepertiku. Menulis dalam daftar cabang seni versiku, terletak hanya satu strip di atas seni rupa (cabang seni yang tak akan pernah kukuasai karena terbentur tembok "bakat).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;i&gt;Write's simply suck!&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;b&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Tak henti-hentinya aku heran dengan penulis. Tak henti-hentinya pula aku terbelalak dengan benda bernama buku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Sebuah keajaiban bagaimana orang bisa menghabiskan hari, bulan, bahkan tahun untuk menyusun, mengolah, dan mengurai materi ke dalam sebuah tulisan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;b&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;"Tulisanmu lumayan"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;"Tulisanmu bagus"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;"Artikelmu, kandungan dan bahasanya, belum lebih dari nilai sebuah mading"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;"Ni tulisan lw yak? Kq isinya diari semua?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;b&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Aku mulai menulis lagi. Kuacuhkan semua nada sumbang itu. Biarlah mereka berkomentar. Itu hak mereka. Meskipun aku juga tertawa ketika tulisanku disebut mading maupun diari. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;b&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Ya. Aku menulis. Tak tahu mulai kapan aku secara resmi memulainya. Tanpa kusadari aku telah menggiatinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Aku menulis apa yang kulihat, kudengar, kurasa, bahkan (kadang) apa yang kubaca.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Aku menulis apa yang kuamati, kualami, kupikirkan, kurasakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Aku menulis karena aku ingin menulis. Aku belum bisa "menulis on purpose" seperti yang diwejangkan Mas &lt;a href="http://bahtiarhs.net/"&gt;Bahtiar HS&lt;/a&gt;. Pun, seperti ajakan mas &lt;a href="http://www.kompasiana.com/soefi"&gt;Zulfikar Akbar&lt;/a&gt;, "menulis untuk berbagi". Karena motivasi menulisku belum sepenuhnya untuk berbagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Aku lebih sering menuliskan keegoisanku. Kurasa "aku menulis karena ingin menulis" telah terlanjur mengakar sebagai habbit baruku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;b&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;i&gt;Write = suck!&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Ketika ide itu habis dan tak kunjung datang. Ketika tema yang telah kucatat sebelumnya tak bisa kukembangkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Ketika tak ada hal apapun yang bisa kucermati. Tak ada kejadian apapun yang dapat kucatat. Dan tak ada keluh kesah apapun yang dapat ku"umpat". Maka saat itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;i&gt;Write = really suck!&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Tapi yang lebih kubenci dari menulis adalah candunya. Menulis seperti sebuah opium yang membuatku ketergantungan olehnya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Tak jarang berjam-jam kuhabiskan untuk mengetik tulisan. Di pagi buta, maupun larut malam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Jika dalam satu hari tak satupun tulisan kuhasilkan, aku merasa timpang. Seperti birahi yang tak tersalurkan. Seperti sakau yang tak terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;i&gt;Im already addicted, and i cant get myself out of it!&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;i&gt;That's why write is suck!&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Sigh...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;i&gt;I guess i hafta stop complaining bcez &lt;b&gt;my write is what "suck" itself.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-8883861406317177353?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/8883861406317177353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/aku-benci-menulis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/8883861406317177353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/8883861406317177353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/aku-benci-menulis.html' title='Aku Benci Menulis'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6SRuZdYmXI/AAAAAAAAARE/WChH9C-d5uA/s72-c/write+suck.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-1030859452755998853</id><published>2010-03-17T11:41:00.002+07:00</published><updated>2010-04-14T15:55:43.053+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><title type='text'>Kehidupan Amburadul-ku</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_e1x8diYEf3Y/Sx4LUzx9eEI/AAAAAAAAAJE/iF5QH8Q6SkY/s1600/How_To_Save_A_Life_by_ArhcamtIlnaad.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_e1x8diYEf3Y/Sx4LUzx9eEI/AAAAAAAAAJE/iF5QH8Q6SkY/s320/How_To_Save_A_Life_by_ArhcamtIlnaad.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Lahir, kanak, sekolah, kuliah, kerja, punya anak, punya cucu, &lt;b&gt;mati.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Itu jika dideretkan secara subjek. Dan jika dideretkan secara predikat akan membentuk sebuah hubungan :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Lahir, bermain, belajar, berkarya, berdedikasi, &lt;b&gt;berpulang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Itulah hal-hal yang mayoritas dari kita alami, ketika hidup. Sesimpel itu? &lt;b&gt;Memang&lt;/b&gt; sesimpel itulah hidup.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Ada yang bilang hidup itu mudah. Ada yang bilang hidup itu sulit. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Ada yang mempermudah (ke)hidup(an). Ada pula yang mempersulit (ke)hidup(an).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Sebenarnya apa itu hidup? &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Apa itu kehidupan? &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Untuk apa aku hidup? &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Apakah kehidupan yang aku jalani ini telah benar?  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Pertanyaan-pertanyaan itu muncul dalam renunganku. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Hidup. Tak penting apakah aku ini hidup atau mati. Sebab, secara filsafat, selama &lt;b&gt;aku&lt;/b&gt; ada, maka aku &lt;b&gt;kekal.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Mati? Yang mati hanya &lt;b&gt;jasadku.&lt;/b&gt; Itu pun &lt;b&gt;sementara.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Jadi, bersyukurlah karena telah diciptakan. Karena selama kau ada&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;maka&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;kau &lt;b&gt;akan selalu ada &lt;/b&gt;(dengan pengecualian)&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;Teori relativitas huh? Dejavu. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Kehidupan. Bagiku kehidupan seperti sebuah rumah. Lengkap dengan ruangan-ruangan di dalamnya. Dan, ruangan-ruangan tersebut (layaknya sebuah ruangan) ditutupi oleh sekat-sekat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Begitu magisnya sekat itu, sehingga membuat ruangan-ruangan menjadi tak kasat mata. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Ah.. tentunya terlalu bodoh dan terlalu sempit jika mengibaratkan kehidupuan "sekecil" rumah. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Hanya yang Mahatahu yang mengerti…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Untuk apa aku hidup? Apakah kehidupan yang kujalani telah benar?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Mecoba jujur pada diri sendiri. Aku tak tahu pasti untuk apa, kenapa, aku hidup. Dan sudahkah aku menjalani kehidupanku sebagaimana mestinya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Aku bukan sufi, aku juga bukan orang zuhud. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Jika aku menjawab aku hidup untuk orang lain, dan berusaha berguna bagi orang sekitar. Maka aku dusta pada diriku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Orang lain? Aku bahkan seolah alergi terhadap orang lain. Entah itu orang asing maupun kenalan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Aku hanya khusu' pada diriku sendiri, dan pada apa yang sedang kukerjakan. Aku juga bukan orang yang cepat tanggap terhadap kesulitan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Tapi untunglah, aku tak suka merepotkan orang lain. Ketika kusadari, sepertinya aku lebih cocok hidup di planet keterasingan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Iman fluktuatifku lebih sering mengalami deflasi, kedekatanku dengan Tuhan pun jarang bertahan lama. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Kehidupan material, maupun kehidupan spiritualku, semua berjalan "tak selayaknya". &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Hingga mungkin, tanpa kusadari aku Cuma :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Lahir, kanak, sekolah, kuliah, kerja, punya anak, punya cucu, &lt;b&gt;mati.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-1030859452755998853?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/1030859452755998853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/kehidupan-amburadul-ku.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/1030859452755998853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/1030859452755998853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/kehidupan-amburadul-ku.html' title='Kehidupan Amburadul-ku'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_e1x8diYEf3Y/Sx4LUzx9eEI/AAAAAAAAAJE/iF5QH8Q6SkY/s72-c/How_To_Save_A_Life_by_ArhcamtIlnaad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-3780857400131283905</id><published>2010-03-17T08:52:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:55:26.441+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>Gotong Royong</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:XDBYlhHbv8-rsM:http://www.go2nesh.com/blog/wp-content/uploads/gotong-royong.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:XDBYlhHbv8-rsM:http://www.go2nesh.com/blog/wp-content/uploads/gotong-royong.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Hasil gotong royong kemarin: beberapa memar, beberapa luka lecet, serta bau keringat yang masih membekas. Semuanya membuatku merasa "sangat lelaki".&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Desaku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Entah ini cuma menurutku saja, entah memang fakta, tapi kurasa kegiatan gotong royong hanya ada di desa "tradisional" saja. Kalaupun ada, daerah perkotaan, perumahan elit, yang menyelenggarakan kegiatan gotong royong, itupun sangat jarang. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Inilah susah senangnya hidup di desa.. Rasa &lt;i&gt;guyub &lt;/i&gt;(kebersamaan, kekeluargaan) yang masih kental, membuat semua hal yang bersifat "umum" menjadi tanggung jawab "si empunya umum".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gotong royong merombak masjid, membersihkan mushola, memperbaiki gorong-gorong, membangun saluran air, merenovasi jalan makam, semuanya menjadi kegiatan mutlak bagi yang berkepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gotong Royong&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam gotong royong, tak ada mandor. Semuanya tukang. Yang biasanya tak pernah melakukan pekerjaan kasar, mau tak mau harus berjibaku serta angkat junjung. Tak jarang beberapa menjadi canggung karena tak terbiasa, seperti aku misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak ada mandor maupun instruktur khusus, sehingga tak ada pembagian tugas yang jelas. Semuanya serabutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang telah terbiasa tanggap akan pekerjaan, selalu ada saja yang dikerjakannya. Tangannya dan kakinya selalu bergerak, tapi mulutnya tetap diam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang telah terbiasa bermalas-malasan sepertiku, lebih sering duduk dopokan (ngobrol), kerja setelah menunggu instruksi dan perintah. Payah?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak ada mandor dan instruktor khusus itu pulalah, muncul mandor-mandor dadakan, insinyur-insinyur instan, yang terdiri dari orang yang benar-benar tahu, dan orang-orang yang sok tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak jarang terjadi ketidaksinkronan instruksi, instruksi ngotot yang berujung kata "O", serta kebingungan para pekerja. Kalau lingkup kecil gotong royong saja jadi kacau begini, bagaimana dengan dewan? Pro, oposisi, politikus dadakan, kepentingan, menyatukan semua menjadi dua kata "demi rakyat" semuanya terdengar absurd bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kerelaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tak kupungkiri, dan harus kuakui, jujur sangat berat bagiku ketika harus mengikuti kegiatan gotong royong. Kalau harus memilih, (mungkin) lebih mengorbankan uangku, daripada waktu dan tenagaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayangnya, hukum gotong royong di tempatku adalah wajib dan tak bisa dibayar dengan fidyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bijak sekali. Demi menjaga guyub itu tidak hilang. Dan desa kami tetap menjadi "desa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun meski berat, aku tak pernah terpaksa mengikuti apapun kegiatan "umum" di desaku. Seperti gotong royong ini misalnya. Dan kurasa, semua warga pun berpikiran sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi tanda tanya besar bagiku adalah, gotong royong, sebuah kewajiban berkumpul yang dititahkan hanya seorang pamong desa, yang secara sarkastik kita tak memperoleh apa-apa selain rasa lelah, para warga dengan rela mematuhi dan menjalankannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, untuk kewajiban berkumpul yang dititahkan Sang Mahabesar, dan kita memperoleh kebaikan 27 kali lipat, sedikit sekali yang dengan ikhlas, istiqomah menjalankannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Shalat berjamaah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Sebenarnya pertanyaan ini lebih kukhususkan untuk koreksiku pribadi).&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-3780857400131283905?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/3780857400131283905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/gotong-royong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3780857400131283905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3780857400131283905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/gotong-royong.html' title='Gotong Royong'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-4130655896623520976</id><published>2010-03-16T14:37:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:55:04.673+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>Namaku di Mbah Gugel</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:WnlW0sZ-Y_yoKM:http://elwahyu.files.wordpress.com/2010/01/google.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:WnlW0sZ-Y_yoKM:http://elwahyu.files.wordpress.com/2010/01/google.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iseng-iseng.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Google.Com &amp;gt;&amp;gt; Widhi Satya &amp;gt;&amp;gt; search.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;xxx results found.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Aku dan Smarllworld&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku tak mempedulikan jumlah hasilnya. Tapi yang menjadi daya tarikku, ada di urutan pertama hasil pencarian adalah:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Widz Kunx's | SmallWorld".&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kusangka, blog yang beberapa bulan lalu bahkan belum terdeteksi dalam mesin pencari, kini ada di urutan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi kekanakanku merangsangku untuk tersenyum senang. "&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ane pertamax gan! Hehe&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;". Meskipun pengunjung blogku cuma mampir lewat.. Kalaupun ada yang menanggapi tulisanku dengan sumpah serapah dan caci maki, toh yang penting "&lt;i&gt;&lt;b&gt;mejeng pejwan gan! :ilovekaskus&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urutan berapapun, sebenarnya tak penting. Toh aku membuat blog hanya sekedar sebagai diari elektrikku. Dan aku menulis karena aku ingin menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SmallWorld-ku adalah idealismeku. Idealismeku adalah kebebasan. Kebebasan bersuara, kebebasan berpendapat, kebebasan mengeluarkan pikiran, kebebasan berimajinasi, kebebasan hidup! Idealismeku juga, kenapa tak satupun adsense tercecer di sana. Karena aku tak ingin ruang "haram" ku tersentuh tangan-tangan kotor kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;***&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Eksistensi Dunia Maya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Aku, yang di dunia nyata terpinggirkan oleh pandangan sinis dan sindiran miring, tanpa kusadari, aku telah menancapkan panji eksistensiku (meskipun tak dalam) justru di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi yang sering dikejar-kejar maniak popularitas. Eksistensi yang digilai orang yang haus akan pengakuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sakralnya eksistensi hingga situs jejaring sosial pun laris manis bak baliho waktu musim kampanye. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu khawatirnya eksistensi meredup, nge-junk dengan status-status tak penting pun menjadi aktivitas baru mengalahkan prioritas sebuah tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu.. Bagaimana dengan eksistensiku sendiri di dunia maya?&lt;br /&gt;"Apa peduliku?&lt;br /&gt;Mo ngeksis, mo kaga.. Bukan urusan gw!&lt;br /&gt;Ngeksis ya sukur, ga ngeksis toh gw ga mati!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mo ngeksis? Jangan lebay plis..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Neither "ngeksis" nor "lebay" i dont want em.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;All i want is freedom.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Karna eksistensi tanpa kebebasan adalah neraka berbentuk penjara yang disebut : imej dan citra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;All i want is freedom.&lt;br /&gt;I was born in freedom, i live in freedom. &lt;br /&gt;My freedom is my very own right, and responsibility.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Surat Untuk Mbah Gugel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Salam kenal mbah gugel. Terima kasih telah mencatat saya dalam daftar teman Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa saling berbagi manfaat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regard&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Widhi Satya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-4130655896623520976?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/4130655896623520976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/namaku-di-mbah-gugel.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/4130655896623520976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/4130655896623520976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/namaku-di-mbah-gugel.html' title='Namaku di Mbah Gugel'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-4995169373502546686</id><published>2010-03-16T14:30:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:54:54.005+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>"Nasi" Itu Bernama Umpatan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:knFKluysSr1_9M:http://sedjatee.files.wordpress.com/2009/09/ssst.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:knFKluysSr1_9M:http://sedjatee.files.wordpress.com/2009/09/ssst.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Alkisah di sebuah terminal:&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Bajingaaan!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Bang jangan ngomong kasar-kasar"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Keparaaat!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Udah bang, ga bae ngomong kasar gitu"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Bangsaaat!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"WOI! ANJING! Budeg lo ya! Gw bilangin dr tadi ga ngerti-ngerti!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alkisah di sebuah sekolah, dalam salah satu kelas:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Baik anak-anak.. Siapa yang bisa mengerjakan soal di papan tulis? Silakan maju ke depan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Senyap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Coba kamu Widhi, maju ke depan, kerjakan!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Widhi!!! Apa ini?? Masa soal soal kaya gini ja ga bisa ngerjain? Waktu saya menjalaskan, kamu tu sibuk ngapain??? Dasar goblok lo!!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Alkisah di sebuah instansi pemerintah:&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Ya?! Ada apa mas Widhi?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Ini pak, saya mau menyerahkan berkas-berkas SPJ"&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Apa ini?!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;bla bla bla&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sana ulangi lagi!"&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"B.. Bbbaik pak"&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Brengsek! Masa gw suruh ngulangin mulu! This fuckin birocration's suck!"&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alkisah di tengah padatnya jalan raya:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tttiiiiin!!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;"Woi! Punya mata ga lo! Nyebrang maen nylonong aja! Nyari mati ya!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;wwwWWWWuuuUUUeeeEEENG!!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Setaaaan! Kebut-kebutan di jalan raya! Lo pikir ne jalan bapak moyang lo! Dasar udik lo!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alkisah di sebuah ruang bimbingan skripsi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Ini penulisan footnote-nya salah mas! Footnote itu satu setengah spasi!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Pak! Dimana-mana, ejaan yang baku, footnote satu spasi!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kamu mau membantah!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Pak tolong.. Kalo memang bapak ingin mempersulit, jangan seperti ini. Kalau saya ngrubah footnote, otomatis saya merubah semuanya. Musti ngeprint lagi dari awal! Duit banyak ini pak!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Setan!! Mbantah aja lo! Yang Dosen Siapa??? Mo lulus kaga!!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Alkisah di sebuah aksi demonstrasi:&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Suara para demonstran:&lt;br /&gt;"Maling!! Maling!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suara salah seorang demonstran:&lt;br /&gt;"Woi! Liat kaga barusan!Sialan tu maling! Masa dia ngacungin jari tengah ke kita!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan salah seorang demonstran yang dianggap ketua:&lt;br /&gt;"Yang boneng lu??? Waaanjiiing!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suara para demonstran:&lt;br /&gt;"Turun lo maling!! Pecun lo!!" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Alkisah di sebuah rumah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;"Tapi pa..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Ga pake tapi! Kamu pikir semua ini buat siapa? Buat kamu juga! Demi masa depan kamu! Demi kebaikan kamu!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Aku ga minta masa depan, aku ga minta kebaikan.. Aku hanya minta kebebasan pa?!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Apa??? Kebebasan!!! Tanggung jawab aja ga bisa!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana aku bisa bertanggung jawab? Kalau kesempatan berupa kepercayaan tak pernah papa berikan? Papa pikir dikte dan dogma sebuah pengajaran?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Plak!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Anak haram! Nglawan sama orang tua!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Alkisah di sebuah gedung bernama DPR&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Huwahahahaha!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Woi bangsaaat!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"ZZZZzzz..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;p.s. :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Parental Advisory : Don't try this at home... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;* Semua kejadian di atas hanyalah fiktif belaka, sumpah! itu semua rekayasa... kesamaan tempat dan peristiwa merupakan kebetulan yang disengaja... :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Penulis siap menerima caci maki..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-4995169373502546686?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/4995169373502546686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/nasi-itu-bernama-umpatan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/4995169373502546686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/4995169373502546686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/nasi-itu-bernama-umpatan.html' title='&quot;Nasi&quot; Itu Bernama Umpatan'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-9127862442148686441</id><published>2010-03-15T08:07:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:54:34.428+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>Wikenpedia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/f/ff/Logo_Wikipedia_untuk_anak.PNG/350px-Logo_Wikipedia_untuk_anak.PNG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/f/ff/Logo_Wikipedia_untuk_anak.PNG/350px-Logo_Wikipedia_untuk_anak.PNG" width="226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Windows is shutting down..."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Komputer telah kumatikan. Setelah membereskan beberapa benda yang berserakan, berangkatlah aku pulang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, Sabtu sore yang cerah. Setelah diguyur hujan yang sangat lebat, nuansa sore ini menjadi begitu cerah tapi sejuk, dan tentunya indah. I love beautiful evening..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tak seperti biasanya, sabtu sore aku pulang dari tempat kerja. Semenjak kuliahku cuma satu kali seminggu, maka setiap hari kuhabiskan waktuku untuk bekerja. Tak terkecuali hari ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jalan masih basah. Bahkan beberapa banjir. Drainase jalan raya di beberapa titik memang tak berfungsi selayaknya. Alhasil, meluaplah air ke jalan raya. Beberapa pengendara tak beretika, meskipun tahu ada air setinggi mata kaki di depannya, masih saja memacu gas pol! Bruuushh! Kuyuplah aku oleh air selokan. Aku tak habis pikir.. What the hell in their mind? Do they have MIND??!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lupakanlah.. Jalan raya oleh karena ke-raya-annya, tak heran jika ratusan jenis watak manusia membaur di atasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hampir setengah perjalanan telah kutempuh. Kemana tujuanku? Rumah tentunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ya, rumah. Di situlah tempatku menghabiskan akhir pekanku. Tempatku menghilangkan penat dan rasa lelahku, tempatku bermalas-malasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kurasa aku tak sewajarnya remaja seusiaku yang menghabiskan akhir pekannya untuk hang out, kongkow, nongkrong, nonton, etc.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Entah siapa yg 'wajar' dan 'tak wajar'. Aku heran melihat mereka, kenapa mereka begitu menikmati 'kegiatan' mereka? Bagiku apa yang mereka lakukan tak lebih dari membuang waktu, obrolan yang mengalir pun tak memiliki kandungan apapun selain ghibah. What a arogant of me. (semoga tak semua dr mereka seperti itu).&lt;br /&gt;Pun, aku juga tak merasa lebih baik dari mereka. Karena akhir pekanku kuhabiskan tak lebih dari sekedar bermalas-malasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidur, baca buku, tidur, nonton film yang telah kudownload, tidur, makan, tidur, ngemil, tidur, nonton bola di tv, dan tidur lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akhir pekan memang menyenangkan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa setiap orang menyambut akhir pekan maupun liburan dengan antusias.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena di hari itulah, tak ada dikte dari atasan, tugas dari dosen, serta hal-hal yang 'mengekang' lainnya.&lt;br /&gt;Di hari itulah manusia menjadi diri mereka seutuhnya. Di hari itulah manusia menikmati 'kebebasan'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Peoples born in freedom and will always addicted to freedom.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-9127862442148686441?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/9127862442148686441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/wikenpedia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/9127862442148686441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/9127862442148686441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/03/wikenpedia.html' title='Wikenpedia'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-6457254847367028496</id><published>2010-02-28T20:45:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:54:20.835+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>Antre...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:sA8Uj2pUiaFGdM" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="230" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:sA8Uj2pUiaFGdM" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;Pukul tujuh pagi. Kupacu motorku sekencang mungkin. Tujuan pertamaku adalah Bank. Demi menghindari antrean panjang, aku sengaja berangkat pagi-pagi sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nomer 11. Aku menghela nafas. Kulirik jam dinding. Pukul setengah delapan pagi. Pun, antrian sudah 2 digit. Padahal kasir buka pukul 8.15.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kulihat sekeliling, seseorang melambaikan tangannya. Temanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kudekati, berbasa-basi, kemudian aku duduk dan menyibukkan diri dengan bacaanku. Bagi orang yang mengenalku sepertinya, diam adalah bahasa keseharianku. Maka, dia pun mafhum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kasir telah dibuka. Bangku-bangku antrian pun telah penuh sesak. Selama satu-persatu nomor antrian dipanggil, ada satu pemandangan yang menarik perhatianku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada satu orang, dilihat dari gelagat dan raut mukanya, terlihat betul dia sangat tergesa-gesa.&lt;br /&gt;Terbukti dengan usahanya menyerobot antrean.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apakah dia memang tergesa-gesa? Atau dia cuma salah satu dari sekian banyak warga yang belum menerapkan antre sebagai budayanya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mau suudzon, tapi aku selalu merasa "jijik" dengan orang yang enggan antre.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Orang yang pantatnya selalu gatal untuk duduk antre, sehingga dengan seenaknya menyerobot antrean, di mataku, dia tidak masuk dalam kategori "orang baik".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita begitu risih untuk antre? Apakah masyarakat kita sudah terlalu bebal sehingga muncullah imbauan "budayakan antre"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika saja kita mau lebih membuka mata, antre sebenarnya adalah hal yang paling dekat dengan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda pelajar / mahasiswa, maka Anda sedang antre untuk menjadi lulusan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda penganggur, maka Anda sedang antre untuk bekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda karyawan, maka Anda sedang antre untuk promosi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda lajang, maka Anda sedang antre untuk menikah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa untuk waktu bertahun-tahun Anda mampu antre, sedangkan untuk sesuatu yang tidak lebih dari hitungan jam Anda merasa risih dan tidak betah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mindset. Mungkin itulah jawabannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maka, bukalah pikiran, luaskanlah sudut pandang. Antre bukan sesuatu yang menyiksa. Melainkan "waktu" yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena tahukah Anda, bahwa saat inipun kita berada dalam posisi yang begitu dekat dengan ujung antrean.&lt;br /&gt;Antrean yang dikamuflasekan oleh "stigma" sehingga kita sering terlena olehnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Antrean apakah itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Antrean kematian.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-6457254847367028496?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/6457254847367028496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/antre.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/6457254847367028496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/6457254847367028496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/antre.html' title='Antre...'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-8505036580780859446</id><published>2010-02-27T09:18:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:54:05.659+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><title type='text'>Ukhuwah, Sebagai Atap "Rumah"...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.freefoto.com/images/1355/03/1355_03_60---Chimney-and-tiled-roof--Eze_web.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://www.freefoto.com/images/1355/03/1355_03_60---Chimney-and-tiled-roof--Eze_web.jpg" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tik.. Tik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetesan air jatuh dari beberapa titik atap rumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yg cuma tetesan kecil, namun sebagian besar menjadi "hujan lokal" dan sampai harus ditadah dengan ember, kala hujan lebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, kebocoran rumahku tidak separah ini. Bapak dengan rutin mengontrol titik-titik rawan bocor rumah,sehingga tingkat kebocoranpun bisa diminimalisir.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akan tetapi, sejak stroke bapak semakin parah, tak ada lagi yg "mewarisi" tugas rutinan bapakku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan aku anaknya (yang dimatanya tidak pernah melakukan sesuatu dengan benar) bahkan tukang bangunan pun tidak di"restui"nya mengambil alih tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya ia bersikeras, untuk naik dan memanjat. Tapi aku ngotot tidak memperbolehkannya. Baru kutahu, ternyata aku lebih keras kepala dari bapakku. Karena akhirnya bapak mau mengalah dan mendengarkan saranku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kala hujan lebat, aku berbaring. Memandangi langit-langit kamarku yang basah oleh tetesan air.&lt;br /&gt;Terpikir olehku, kenapa bocor? Sehingga air dengan leluasanya masuk ke rumah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena jarak antara genting yang satu dengan yang lainnya (atap rumahku dari genting-pen) tidak rapat. Sehingga menimbulkan celah. Dan, celah itulah yang kemudian menjadi jalan masuknya air ke rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Tidak rapat. Hanya karena genting tidak rapat, bisa merepotkan penghuni rumah begini rupa.&lt;br /&gt;Aku kemudian merenung dan mengambil kesimpulan. Bahwa, ketidakrapatan menyisakan celah. Yang kemudian celah itu bisa dimanfaatkan dan ditembus oleh hal-hal yang bersifat ancaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kenapa aku bisa berkesimpulan seperti itu?&lt;br /&gt;Karena jika aku mengumpamakan rumah ini sebagai islam, maka genting-genting itu adalah umat muslim, dan air hujan adalah ancaman. Itulah fungsi genting (atap rumah) sebagai pelindung, terutama dari "ancaman" air hujan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan yang 'ganjil'?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Entahlah. Setidaknya, ini cuma pendapat pribadiku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bahwa dengan "ketidakrapatan" ukhuwah islamiyah, akan meninggalkan celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yg berusaha "menyerang" rumah (baca = islam).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tak usahlah aku jauh-jauh mempersoalkan "ketidakrapatan" negara-negara muslim yang "berkekuatan" yang seolah "menutup mata" sehingga "celah" itu dimanfaatkan Amerika untuk membombardir Irak dan Afghanistan. Dimanfaatkan pula oleh Zionis untuk merampas tanah Palestina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sampai sekarang aku masih heran, mengapa? Mereka punya kekuatan itu? Mengapa tidak mereka gunakan untuk membela saudara-saudara mereka sesama muslim? Yang, tingkat ketertindasannya sudah demikian mengenaskan? Mengapa? (anda pasti tahu siapa yang kusebut "mereka")&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tubuh, dan kuasaku terlalu kecil untuk memikirkan hal yang berskala negara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kuasa dan daya jangkauku hanyalah sebatas "aku, dan sekitarku."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, apa yg bisa kuusahakan juga hanya sebatas "aku dan sekitarku".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tunggu! Kurasa pemakaian kata "hanya" di atas,terlalu menyepelekan. Karena meskipun apa yang kulakukan kecil, tapi bukan berarti sepele!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan, jika apa yang kulakukan ini, juga "menular" dan dilakukan oleh (semoga) semua umat muslim?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa sebenarnya yang akan kulakukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Merapatkan genting-genting itu.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Mempererat ukhuwah islamiyah dengan silaturahmi..&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Hentikan perdebatan sesat-menyesatkan. Hanya karena orang sedikit berpikir kritis, lalu dianggap sesat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hanya karena ada yg mengaku nabi dan berpaham menyimpang, kemudian bertindak anarkis dan main hakim sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;'cmon wake up! We have other urgent business!&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Indonesia punya hukum. Jika kita kemudian main hakim sendiri, justru kitalah yang dzalim.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Stay calm..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Redakan emosi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Lets having each other!&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Mari rapatkan genting-genting itu agar rumah tetap menjadi "rumah"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mari perert ukhuwah islamiyah agar islam lebih kuat.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Inya Allah.. Amin.. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-8505036580780859446?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/8505036580780859446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/ukhuwah-sebagai-atap-rumah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/8505036580780859446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/8505036580780859446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/ukhuwah-sebagai-atap-rumah.html' title='Ukhuwah, Sebagai Atap &quot;Rumah&quot;...'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-6252389175674054248</id><published>2010-02-24T15:30:00.002+07:00</published><updated>2010-04-14T15:53:28.849+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Myself'/><title type='text'>Joyfull Madness….</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S4TkVqGK-_I/AAAAAAAAAP8/nm8v0ThIaqA/s1600-h/crazy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S4TkVqGK-_I/AAAAAAAAAP8/nm8v0ThIaqA/s320/crazy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Madness....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;What do peoples always do when they're mad?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Scream?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Cry?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Blame?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Hide?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Curse?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Or even suicide?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Usually, i'll call 'em fool...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;But this time... let me be that fool...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I am the most stupid person..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Poor... Naive... and &lt;b&gt;Weak...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I'm not okay right now... this painfull disease's killing the damn right of me!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;But in other side... i feel so joy...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Like i'm back to how i was...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Gloomy brat with lonely and sad eyes...&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I'm sick! &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I'm sick of beeing betrayed..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I'm sick of beeing mocked..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I'm sick of beeing pooh-poohed..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I'm sick of masked faces..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I'm sick of faked smiles...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I think i never...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I never gave no respect to other..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I never leave my manner for treating other..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Even i ever was...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;But at least i try hard to respect other...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Because i know :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;Whoever gives respect first, they'll respected more&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Responsibility...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Every human beeing deep down in their heart, they want to be unresponsible person.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I don't blame em. Everyone want to show up the devil side within em. But what i hate was, their mask is hurting other....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Me too... i want to show up my devil within me.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;And this's my devil. My ego. My "up to me". And my "&lt;b&gt;why do i'd care?&lt;/b&gt;"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Whatever...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;You could blame me as you wish.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;But this's what i want...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I used to be "in the middle"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I used to be "in front of"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;And in the end... i ended up in long period of :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I used to be "&lt;b&gt;in the corner&lt;/b&gt;"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;With no one disturb or ever noticed me...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Friend with shadow, making love with lonliness...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I love lonely, its not hurting me..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Because i do hate dissapointed...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I love pain, because its &lt;b&gt;honest&lt;/b&gt;...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Because i do hate lie...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;And finally,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;I love madness...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Because it's &lt;b&gt;joy...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-6252389175674054248?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/6252389175674054248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/joyfull-madness.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/6252389175674054248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/6252389175674054248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/joyfull-madness.html' title='Joyfull Madness….'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S4TkVqGK-_I/AAAAAAAAAP8/nm8v0ThIaqA/s72-c/crazy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-1375409393953175848</id><published>2010-02-24T15:21:00.002+07:00</published><updated>2010-04-14T15:53:21.248+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Myself'/><title type='text'>Tanpa Celana</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:astPNtv1VbmqsM" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:astPNtv1VbmqsM" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Beli Celana Dong!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Beli celana wid! Masa celana robek-robek kaya gitu mo dipake terus?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Aku hanya nyengir mendengar omelan ayahku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Memang, sudah terhitung 2 tahun lebih. Aku tak mengurusi kebutuhan sandang-ku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Maklum lah... aku tak bisa seenaknya mengeluarkan uang untuk keperluan yang tidak benar-benar penting. Urgent only! Kenapa? Karena aku tengah menginjak semester akhir. Otomatis, biaya yang harus kukeluarkan insya Allah makin banyak!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Memang, banyaknya angka semester berbanding lurus dengan banyaknya angka di slip setoran! Sigh...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Demi mengantisipasi biaya-biaya tersebut, aku berhemat mati-matian. Orang jawa bilang &lt;i&gt;ora yandang paha &lt;/i&gt;(ga ngikutin mode fesyen). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Mo celana robek, mo sepatu butut, mo tas dari semester satu ampe lulus tar Cuma satu doang itu, "&lt;b&gt;Apa peduliku?&lt;/b&gt;"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Yang penting aku lulus! Titik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Toh untuk kuliah ini saja, aku sudah mati-matian mengisi budgetku guna membiayai kuliah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Pun, meski telah berhemat sedemikian rupa... aku harus putar otak kembali. Uang yang kupunya hasil dari kerja keras maupun berhemat, setelah kuhitung-hitung belum juga mampu menutup semua rekening biaya kuliahku. Sigh...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Segala macam usaha telah kukerahkan..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kalaupun pada akhirnya belum mencapai sasaran, hanya doalah yang kuandalkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Bismillahirrahmanirrahim...&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;La hawla wala quwwata illabillah...&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-1375409393953175848?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/1375409393953175848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/tanpa-celana.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/1375409393953175848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/1375409393953175848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/tanpa-celana.html' title='Tanpa Celana'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-7455593554140282096</id><published>2010-02-24T15:03:00.002+07:00</published><updated>2010-04-14T15:52:38.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Myself'/><title type='text'>Pergeseran Makna Munafik</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://chillinaris.files.wordpress.com/2009/10/munafik_by_ryanofhanna.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://chillinaris.files.wordpress.com/2009/10/munafik_by_ryanofhanna.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. (HR. Muslim) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dalam hadits telah dijelaskan secara gamblang ciri-ciri orang munafik:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dusta&lt;br /&gt;2. Ingkar&lt;br /&gt;3. Khianat&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span xmlns=""&gt;*) Ada yang mengatakan bahwa tiga kali meninggalkan sholat jum'at juga termasuk orang munafik. Cuma aku sendiri lupa, bahwa dasarnya hadits atau ayat. Wallahua'lam. Tapi pada dasarnya, ciri umum dari munafik adalah tiga di atas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Pernahkah kalian menyadari, pergeseran makna munafik ini? &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Just try to take a look at it. Yang terjadi pada masyarakat umum adalah kata munafik diidentikkan dengan "Orang yang perbuatannya tidak sesuai dengan apa yang diucapkannya" [OmDo = Omong Doang]. Maka orang menyebutnya dengan munafik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Am i right?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak ada yang spesial memang, dari pergeseran [atau mungkin penyempitan] makna tadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Whatever lah... toh semuanya adalah sifat buruk. Bad habbit! &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Semua sifat di atas sangat aku benci. Dan aku berlindung pada Allah agar dijauhkan dari sifat-sifat terkutuk di atas... amin..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Karena orang-orang munafik adalah "kerak"nya neraka jahanam, karena mereka kekal di dalamnya. [9: 68] ; [48: 6], [4: 145].&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Naudzubillahiminzalik…&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-7455593554140282096?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/7455593554140282096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/pergeseran-makna-munafik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/7455593554140282096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/7455593554140282096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/pergeseran-makna-munafik.html' title='Pergeseran Makna Munafik'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-2179845467064058660</id><published>2010-02-24T14:56:00.002+07:00</published><updated>2010-04-14T15:52:15.841+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Myself'/><title type='text'>Nomerku 444</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f7/Sim_card.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="204" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f7/Sim_card.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tak terhitung lamanya aku memakai nomorku yang sekarang ini. Nomor ponsel yang orang-orang bilang "cantik". Aku tak sepakat dengan mereka yang berkata demikian. Karena aku laki. Maka nomorku harusnya "ganteng". [Apaan sih ga penting banget!]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Nomor yang secara tak sengaja kudapatkan. Kenapa? Dulu, [crita dikit ga papa ya?] ketika ponselku rusak, aku mereparasinya ke bengkel ponsel yang kebetulan teknisinya aku kenal. Karena kenal, aku percaya saja ponselku kutinggalkan plus nomorku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Malang memang, ketika ponsel jadi dan siap diambil nomor itu terselip dan setelah dicari berjam-jam harus direlakan bahwa nomer itu hilang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kemudian, sebagai permintaan maaf, dia memberiku sebuah nomor cantik yang sampai sekarang masih kupakai ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;5 tahun. Mungkin lebih. Rekor pemakaian nomorku yang paling lama. Dulu aku sering sekali gonta-ganti nomor. Bahkan hampir sebulan sekali. Mungkin dengan bertambahnya usia, hasrat "bermain-main" itupun kian meredup. Tergantikan dengan menghargai pentingnya relasi dan komunikasi yang bermanfaat. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dalam perjalanannya sampe sekarang, nomor "sakti" 444 ini telah mengalami berbagai macam peristiwa. Tragis, dramatis, aneh, lucu, romantis, semua kenanganku ada di nomor ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tragis, ketika nomor ini, nomor yang kugunakan setelah tepat sebelumnya aku memakai jasa layanan salah satu kartu pascabayar, akan tetapi tagihannya "ngaco"! tagihan meledak! Langsung segera kutinggalkan nomor pascabayar itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Begitu memakai nomor ini, entah bagaimana caranya [saat itu aku masih gaptek] sang CS provider layanan pascabayar yang kupakai sebelumnya menghubungiku dan menanyakan soal pelunasan tagihan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Aku gelagapan. Gila! Duit segitu! Tagihan yang benar-benar meledak dan ga masuk akal! Aku mencoba berkelit. Tapi sialnya, surat perjanjian kontrak sebelumnya isinya semua memberatkan pihakku. Apes! Uang yang pada waktu itu, bagiku nominal sangat besar... ludes "dijarah" dengan halus. Sebuah konspirasi yang sangat sempurna!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Belakangan aku tahu, bahwa provider manapun, layanan dan pentarifan pascabayarnya sengaja "ngaco"... masya Allah.. jangankan barokah ataupun syubhat, bahkan halal haram pun sudah begitu diabaikan...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Semoga sekarang sudah ada perbaikan... amin...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Meskipun pernah menyisakan kenangan pahit, nomor ini juga berjasa meng"hubungkan" aku dengan kenalan-kenalan, saudara-saudara lama, dan juga relasi-relasiku lainnya. Aku memang berusaha menciptakan image bahwa nomorku selalu aktif. Siapapun ketika menghubungiku, akan terjamin bahwa pesan maupun telepon mereka akan selalu masuk tanpa disapa "nomor yang anda tuju sedang disimpan di dompet..."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Jasa nomor ini lainnya. Dengan nomor ini pula, aku merajut kasih dengan "cinta monyetku". [haha!] meskipun sekarang hanya sebatas masa lalu, but you're one of my memorabilia. You do take a place in my memory, in my heart..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Pernah bahkan sering rasanya ingin mengganti nomorku ini. Seringnya nomor-nomor asing yang masuk, beberapa orang yang tak kuinginkan menghubungiku, menjadi dua dari beberapa hal yang seolah memaksaku untuk mengganti nomorku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Pernah pula ponselku hilang. Nomorku juga tentunya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tapi, rasanya terlalu sayang jika nomor yang telah menemaniku sekian lama ini kuganti dan kupensiunkan. Kenangan-kenangan, serta orang-orang yang tak terdapat dalam phonebook-ku tapi menyimpan nomorku dalam phonebook mereka... they're all too important. Seolah nomorku ini telah kuanggap memiliki nilai historis tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Tidak. Apapun yang terjadi, aku tak akan pernah mengganti nomorku ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Ia sudah menjadi tradermark-ku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Aku dan nomor 444-ku.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-2179845467064058660?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/2179845467064058660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/nomerku-444.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/2179845467064058660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/2179845467064058660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/nomerku-444.html' title='Nomerku 444'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-941248860788291759</id><published>2010-02-22T15:10:00.002+07:00</published><updated>2010-04-14T15:52:02.420+07:00</updated><title type='text'>Liburan [2]</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.elitha-eri.net/download/2009/12/mobil-mogok.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.elitha-eri.net/download/2009/12/mobil-mogok.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Sebelumnya &amp;gt;&amp;gt; &lt;a href="http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/liburan-1.html"&gt;Liburan [1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Mobil mendadak berhenti dan terdengar suara pintu mobil dibuka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Sepertinya aku sedikit tertidur tadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Setelah kurasa nyawaku terkumpul, aku menoleh, ingin tahu apa yg sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Terlihat abi sedang ngobrol dengan orang tak dikenal. Disamping mereka ada sebuah mobil yang salah satu bannya amblas ke selokan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Melihat kondisinya, segera ketahuan kalau bapak itu mengalami kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Terlihat abi menuju ke arahku. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Yusuf, tolong keluar sebentar dan bantu abi" &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Baik bi"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Kamipun akhirnya bahu-membahu mengeluarkan mobil yang terperosok di got itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Alhamdulillah..."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Spontan kata itu meluncur setelah kulihat mobil yang malang itu, akhirnya bisa keluar dari got yang memerangkapnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Terima kasih banyak Pak... Entah kalau tidak ada Bapak, saya tak tahu bagaimana jadinya" Si pemilik mobil, yang belakangan kuketahui bernama Simon, menghampiri abi dan mengucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Ah... bukan apa-apa... setiap manusia berkewajiban membantu siapapun yang berada dalam kesulitan.." Jawab abi ringan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Bapak sedang liburan keluarga ya?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Kebetulan iya... "&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Kalau Bapak tidak keberatan, saya tahu tempat makan enak di sini. Bagaimana kalau saya antar kesana. Tentu saja, saya yang mentraktir, anggap saja sebagai ucapan terima kasih saya."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Bi... udah belom, ayo cepetan kita pulang... " Tiba-tiba suara Yunus dari dalam mobil menyela percakapan mereka. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Ehm... Kebetulan abi lapar, dan kakakmu juga..." Abi menoleh padaku dengan tatapan penuh arti. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Kita makan dulu ya?" &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Yah... kok makan si? Udah... ayo pulang... kita makan di rumah aja..."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Sayangnya perut abi sudah minta tolong dari tadi.. nanti kalo abi pingsan di tengah jalan gimana? Hehehe. Kebetulan ada yang traktir."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Pak Simon menghampiri Yunus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Tenang saja adik.. tempat yang akan kita datangi, makanannya enak! Pasti ga bakal kecewa! Adik namanya siapa?" Pak simon mengulurkan tangannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Yusuf pak" Jawab Yusuf sambil menyalaminya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Tapi apa tidak merepotkan pak?" Umi berkomentar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Tidak apa-apa kok bu? Anggap sebagai balas budi. Saya simon" Kembali Pak Simon mengulurkan tangannya kepada Umi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Saya Maya" Umi menangkupkan tangan ke dadanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Wah... enaknya!"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Kelihatannya kau suka makanannya Yusuf"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Iya pak. Enak!"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Adikku makan seperti kesetanan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Pelan-pelan dong... makan terburu-buru seperti itu, ga baik buat kesehatan"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Iya mi... "&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Kalian sudah mau pulang barusan?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Teypaksa puyang. Gaya-gaya icu cuh abi! Padahay dia udah janji, mo ngajakin kica sekeyuayga nton boya bayeng, mayah cikecnya dicinggayin!!!" Cerocos adikku, sementara mulutnya masih penuh berisi makanan. Lucu!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Ketinggalan tepatnya sayang... kalo makan ditelan dulu, baru ngomong" &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Padahal kan dah jauh-jauh bi! GBK dah di depan mata, eh malah tiketnya ketinggalan! Ga bisa dimaafkan!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Pokoknya kalo Yusuf masuk SMA favorit harus liburan lagi! Titik!" &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Iya... iya... abi minta maaf... insya Allah Yusuf.. "&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"SMA favorit?" Tanya Pak Simon keheranan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Ehm... iya... liburan ini sebagai hadiah buat Yunus yang baru masuk SMA favorit"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Selamat ya! Kelihatan dari sorot matamu, kau anak pintar" &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Biasa aja kok pak... Cuma rajin belajar" Aku berusaha mengelak, sambil cengar-cengir ge er.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Aku lebih pintar dari kakak! Liat saja nanti!" &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Ye... belajar aja ogah-ogahan. Maen gem mulu!"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Tapi maen gem juga kan bikin cerdas kak..."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Cerdas dari hongkong! Ngeles aja lu!"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"hahahahahaha....."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Mereka tertawa melihat pertengkaran kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Bersambung…&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-941248860788291759?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/941248860788291759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/liburan-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/941248860788291759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/941248860788291759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/liburan-2.html' title='Liburan [2]'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-326781330323086907</id><published>2010-02-22T14:54:00.002+07:00</published><updated>2010-04-14T15:51:51.503+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Myself'/><title type='text'>Malas…</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S4I4fvGoAkI/AAAAAAAAAPk/ZZrrqZq5tPQ/s1600-h/shikamaru.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S4I4fvGoAkI/AAAAAAAAAPk/ZZrrqZq5tPQ/s320/shikamaru.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Malas = Nikmat.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Itulah yang kurasakan belakangan ini. Hampir satu bulan aku berkawan dan memanjakan diriku dengan kemalasan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Aku jadi lebih sering menghabiskan waktuku dengan hal-hal yang tak bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Jika di depan komputer, aku lebih sering surfing yang bahkan aku sendiripun heran: "Gila! Surfing selama ini, apa yang kudapat??"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Pun di rumah, aku lebih sering menggauli selimut dan melumuri bantalku. Tidur sangat awal, bangun sangat akhir. Tak pernah lagi aku tahajjud.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Benar-benar sebuah kemunduran yang drastis untukku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Kurasakan betul kemunduran itu ketika kusadari:Mataku tak lagi tajam, telingaku tak lagi peka, rasa-ku tak lagi "sensitif", benakku tak lagi nakal dan meletup-letup liar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Tak kulihat lagi, hal-hal yang luput dari pengamatan orang kebanyakan. Tak kudengar lagi perdebatan "suara-suara" itu di dalam diriku. Tak kurasa lagi kepedulianku terhadap sekitar, terhadap hal-hal kecil. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Karena mindset dalam diriku telah terpola:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Malas = Nikmat.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Apakah aku (telah) terlalu menilai tinggi diriku? Apakah aku telah sekian lama mendustakan suara-suara kecil yang akhir-akhir ini semakin terdengar jelas, bahwa "Inilah DIRIKU yang sebenarnya!"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Jika memang demikian, maka tak ada lagi proses produktif, dan hal-hal kreatif yang bisa kuhasilkan. I'm totally useless, more of it, im totally hopeless.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Aku bisa berdalih: "Wonosobo dingin, kelelahan karena menumpuknya kerjaan rutin yang menjadi tanggung jawabku"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Tapi pada akhirnya, akan sampai pada kesimpulan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Malas = Nikmat.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Malas memang nikmat Widhi, tapi, manakah yang akan kau pilih? Kenikmatan sebuah kemalasan, ataukah kenikmatan sebuah progress (yang telah kaujanjikan sebelumnya?).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;"Tidak! Aku tak boleh kalah oleh kemalasan!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;"Terlalu banyak yang ingin kuketahui, terlalu banyak yang ingin kubaca, terlalu banyak yang ingin kupahami, terlalu banyak yang ingin kukuasai, jadi, masih banyak hal yang harus kulakukan! Waktuku terlalu sempit! Aku tak boleh menyia-nyiakannya dengan bermalas-malasan!"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Bersenang-senangku adalah menulis, desain grafis, webmastering. Dan refreshingku adalah membaca. (selain ngebut dan hujan-hujanan).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Setelah kuamati, ketahuanlah beberapa sebab dari kemalasanku. Yang jika diuraikan :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;1. Tidur sesudah subuh&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Kurasa, pepatah orang tua yang mengatakan pamali tidur selepas subuh ada benarnya juga. Pun, Islam juga menabukan hal itu. Entah itu sabda Nabi, ataupun firman Allah.. aku tak tahu pasti. Tapi yang jelas, pernah kudengar seperti itu.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Yang kurasakan dan kuamati setiap aku tidur selepas subuh, siang harinya aku tidak bisa fokus. Kurang konsentrasi, pikiranku kosong. Tak bisa mengamati, tak bisa menyimpulkan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Otakku seperti hanya menyimpan fungsi boolean : if... then... else ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;2 Mandi kesiangan&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Mungkin hanya faktor kecil. Tapi kurasa, ini juga mempengaruhi kemalasanku. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Aku memang tidak tahu-menahu tentang medis, biologi, atau hal-hal semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Tapi, sepengetahuanku, manusia memang makhluk berdarah panas. Suhunya tetap. Akan tetapi juga bisa berubah-ubah sesuai dengan kondisi sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Seperti misalnya sering kita sakit hanya karena hujan gerimis, tapi tidak ketika kehujanan deras. Kata temanku, ketika kehujanan deras, tubuh mengeluarkan panas, untuk menyesuaikan suhu di sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Begitupun ketika kita tidur, tubuh mengeluarkan panas. (itulah mengapa kita berkeringat dan bau ketika bangun tidur).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Ketika bangun tidur, dan suhu tubuh masih relatif agak tinggi, kemudian mandi dengan air dingin, akan memberikan efek kejut bagi tubuh kita. Menyegarkan. Baik pikiran, maupun badan. Mungkin memang bukan teori yang valid, mengingat aku tidak punya latar belakang pendidikan medis apapun, tapi cobalah!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Beberapa kyai, (termasuk bosku) sering (bahkan mungkin tiap hari) mandi pada waktu dinihari. Belakangan, kuketahui alasannya, itu bisa menyehatkan badan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;3. Menunda pekerjaan &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Inilah bad habbit-ku yang benar-benar sulit untuk kuperangi. Sering aku berkata "besok aja lah, paling juga tinggal dikit" atau beralasan ini-itu, untuk menunda apapun pekerjaanku. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Dan pada akhirnya, ketika hal-hal yang kutunda itu menjadi menumpuk, akhirnya malas kukerjakan. Celakanya, tidak hanya sampai di situ. Hal-hal yang kutunda itu, menjadi beban pikiranku sehingga aku tidak bisa fokus ke hal-hal yang sedang dan akan kukerjakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Mau tak mau, harus menyelesaikan hal-hal yang kutunda itu.  Maka, jadilah aku berjalan mundur. Hal-hal yang harusnya telah selesai, harus kuulangi lagi. Waktu yang harusnya bisa kumanfaatkan untuk hal lain, tersita bahkan mungkin tersia-sia. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;4. Motivasi&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Tak perlu diragukan lagi, penting dan vitalnya motivasi bagi manusia. Motivasi bahkan menentukan "hidup-matinya" manusia. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Manusia yang tanpa motivasi sama sekali, ibarat seonggok tulang berdaging terbungkus kulit. Meskipun ia berbicara, berjalan, beraktifitas, tak ubahnya seperti makhluk "tak hidup"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Begitupun manusia yang termotivasi, akan memiliki energi yang bahkan melebihi dan melewati batas dirinya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Sering dokter menyuntik pasiennya dengan suntikan "kosong" Cuma agar pasien termotivasi "Ah, dah disuntik, bentar lagi pasti sembuh"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Begitupun aku, yang telah terpola motivasi dalam diriku bahwa :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Malas = Nikmat&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ah... nikmatnya bermalas-malasan...&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-326781330323086907?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/326781330323086907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/malas.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/326781330323086907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/326781330323086907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/malas.html' title='Malas…'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S4I4fvGoAkI/AAAAAAAAAPk/ZZrrqZq5tPQ/s72-c/shikamaru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-7047639188425448928</id><published>2010-02-18T11:49:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:51:13.219+07:00</updated><title type='text'>Liburan.... [1]</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://iem.dyvia.com/admin/temp/newsletters/37/liburan.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="268" src="http://iem.dyvia.com/admin/temp/newsletters/37/liburan.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Aku ingin masuk ke sekolah favorit seperti kakak!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Makanya.. Yang rajin belajarnya"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kamu ingin masuk sekolah favorit Yusuf?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kan gengsi bi! Lagipula, kalau aku bisa diterima di sekolah favorit, berarti aku pintar bi!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Hahaha..&lt;br /&gt;Dengar Yusuf, nilai seorang manusia, baik di mata orang lain maupun di Mata Tuhannya, tidak hanya diukur dari matematis angka IQ maupun angka-angka dalam ijazah"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Maksud abi?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Maksud abi.. Meskipun kelak kamu tak masuk sekolah favorit pun kamu tetap anak kesayangan kami Yusuf.." umi menjawab sambil memeluk Yusuf dengan gemas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yah.. Mungkin itulah jawaban paling sederhana untuk Yusuf. Karena memang dalam usianya yang masih kelas 2 SMP, ucapan abi mungkin terlalu lewat dari masanya, sehingga Yusuf adikku masih sulit mencernanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kulihat ke luar, embun menetes dari ujung-ujung jendela mobil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masih pagi buta memang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kami sengaja berangkat pagi-pagi karena ingin berkeliling lebih dahulu. Abi menjanjikan hari ini adalah untuk keluarga sepenuhnya. Pagi sampai sore, mengelilingi kota Jakarta dan tempat-tempat rekreasinya. Baru pada malam harinya, menyaksikan Timnas bermain melawan Oman di Gelora Bung Karno.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Menurutmu apa Timnas kita punya peluang Yusuf?" Pertanyaan Abi membuyarkan lamunanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Entahlah bi... Sepertinya sulit"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Hey.. Semangat nak! Bukankah kamu sudah menanti-nanti pertandingan ini!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Iya Yusuf.. Menonton langsung di GBK kali ini sengaja sebagai hadiahmu berhasil masuk sekolah favorit.&lt;br /&gt;Dan... Juga abimu ini baru saja dipromosikan.."&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku agak terkejut mendengar berita dari umi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Bener bi! Alhamdulillah..."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Ternyata abi kita ini bisa juga melakukan sesuatu dengan benar.."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ucapan adikku Yunus yang bernada meremehkan membuat kami semua tertawa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Besok kalo Yunus bisa masuk sekolah favorit seperti kak Yusuf, dirayain juga ya bi!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Eh.. Belum bisa janji sayang.. Kamu kan tahu sendiri.. Jadwal abi padat, kadang mendadak"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Abi pilih kasih!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terlihat wajah adikku mulai cemberut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Begini saja, anggap liburan kali ini sebagai hadiah kakakmu, abi, dan juga kamu kelak. Istilahnya, dibayar dimuka"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terlihat wajah abi yang tertawa dari spion depan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Abi curang!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku, umi, dan abi seolah sepakat menertawakan adikku yang belum sadar kalau dirinya sedang digoda.&lt;br /&gt;Perjalanan yang benar-benar menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah.. Aku dilahirkan di tengah keluarga yang lengkap. Keluarga yang hangat, dan tentunya keluarga yang sakinah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ya Rabb..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Yah... Abi tu gimana si! Masa hal sepenting itu bisa sampai lupa!!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Sudah abi cari-cari di dalam mobil, tas, saku, semuanya nihil. Sepertinya masih ketinggalan di rumah..."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, kita ga jadi nonton bolanya ne!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Mau gimana lagi sayang..Tiketnya ketinggalan di rumah. Lagipula, tiket itu modelnya pesen. Kalau beli sekarang jelas ga bisa, karena pasti sudah habis"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Ga mau! Abi harus tanggung jawab! Gimanapun caranya harus jadi nonton!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Heh..."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa menghela nafas menyaksikan perdebatan bapak anak itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi abi juga salah..&amp;nbsp; Nonton langsung bareng inilah acara utamanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku dan adikku memang penggila bola. Bisa nonton bareng sekeluarga langsung di stadion utama adalah event yang langka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau abi sampai lupa dan meninggalkan tiket di rumah, itu sudah dosa besar!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wajar saja, kalau adikku sampai mencak-mencak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kulihat penunjuk waktu di handphone-ku. Aku maju menengahi perdebatan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Bi, nus. Sekarang kalau kita pulang aja gimana? Kalau pulang sekarang, insya Allah masih sempat nonton di rumah."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kok nonton di rumah si kak..."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Mau gimana lagi? Tiketnya saja ditinggalin sama abi! Jelas tanpa tiket kita dah ga bisa masuk. Daripada ga nonton sama sekali? Lagipula, liburan tadi kan dah cukup nyenengin? Ya Yunus ya? Pulang aja ya?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Walau dengan muka cemberut, adikku mau pulang dan beranjak masuk ke mobil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku menoleh ke abi. Abipun mengert. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku berbalik, membantu umi membereskan barang-barang dan menyusul abi dan adikku, yang kelihatan sudah mulai bercanda di dalam mobil. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan, berangkatlah kami pulang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Bersambung&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/liburan-2.html"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Liburan [2] &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;********************************&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Maaf, berhubung waktu yang tersedia bagi saya gunakan untuk menulis terlalu sempit, maka tulisan ini Insya Allah akan saya lanjut ke bagian 2...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ini tulisan fiksi pertama saya... Untuk kritisasi, masukan, serta saran silakan isikan di kolom komentar di bawah...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terima kasih telah meluangkan waktu membaca...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Regard&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Widhi Satya&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-7047639188425448928?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/7047639188425448928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/liburan-1.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/7047639188425448928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/7047639188425448928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/liburan-1.html' title='Liburan.... [1]'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-1550134747302839333</id><published>2010-02-17T17:55:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:51:04.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><title type='text'>Doa Seorang Penyembah Berhala...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://areeavicenna.files.wordpress.com/2009/04/doa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://areeavicenna.files.wordpress.com/2009/04/doa.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku berhala, terima kasih atas semua karunia yang telah Kau limpahkan padaku. Terima kasih pula atas Kau pilih aku sebagai penyembahMu yang setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku berhala, hari ini aku tidak minta apa-apa, biarlah kali ini aku hanya ingin berterimakasih padaMU, aku malu untuk meminta berlebihan karena tanpa kuminta pun Kau tahu semua kebutuhanku sebab Kau Maha Tahu, Maha Adil, dan Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku berhala, aku menyembahMu karena ayah dan kakekku pun menyembahMu, mereka mengajarkanku bahwa Engkau sungguh baik dan penuh kasih. KekuasaanMU meliputi segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku berhala, diluar sana bermunculan berbagai ajaran baru, semuanya menyatakan bahwa ajarannyalah yang paling benar. Tapi aku yakin yang mereka sebut &lt;b&gt;Tuhan itu adalah Engkau juga. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada Tuhan melainkan Engkau, mustahil dalam semesta ini terdapat dua, tiga atau empat Tuhan.&lt;br /&gt;Tuhanku berhala, wujudMu ini berupa batu, itupun sudah yang kedua kalinya kubuat karena yang dulu jatuh dan pecah. Tapi aku tahu bahwa &lt;b&gt;Kau yang sebenarnya bukanlah yang dihadapanku ini. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaanmu tak terbatas, lagipula apa bedanya Tuhan yang berwujud atau tidak bila sikap dan kelakuan umatnya jauh dari kebajikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku berhala, Engkaulah alfa dan omega, awal dan akhir. Tiada sesuatupun yang menyerupaimu, dan hanya Engkaulah yang patut disembah dan dimintai pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;*) Catatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bilang liberalisasi???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKAN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kesadaran bahwa &lt;b&gt;ESA&lt;/b&gt; adalah &lt;b&gt;HAKIKI&lt;/b&gt;!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa semua agama, entah itu &lt;b&gt;samawi&lt;/b&gt; ataupun &lt;b&gt;ardhi&lt;/b&gt;, Puncak dari hierarki ketuhanannya adalah "ESA"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa sejatinya, tanpa kita sadari, kita menyembah Tuhan yang sama. Hanya sebutannya saja yang berbeda... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi? Untuk apa terpecah? Berselisih? Anarkis? &lt;b&gt;STOP!!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu yang kuinginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;UNITY = PERSATUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; I JUST WANT TO HAVE EACH OTHER &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa saling hujat masalah teologi dan hal-hal ketuhanan lainnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun baju kita berbeda, aku tetap menghormatimu... karena jika bajumu dibuka dengan paksa dan cara yang sembarangan, maka pastilah memancing kemarahanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyebutnya :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"laku dinukum waliyadin.."&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika baju kita sama, syahadat kita juga sama, dan selama kau berjalan di jalan taqwa! Maka kau adalah saudaraku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Bukankah persatuan dan saling menghormati itu indah?&lt;br /&gt;So, let's just HAVING EACH OTHER... for a better future... &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-1550134747302839333?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/1550134747302839333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/doa-seorang-penyembah-berhala.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/1550134747302839333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/1550134747302839333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/doa-seorang-penyembah-berhala.html' title='Doa Seorang Penyembah Berhala...'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-1445280890512456873</id><published>2010-02-11T16:15:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:50:51.593+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><title type='text'>Jenuh....</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S3PKnwNRI6I/AAAAAAAAAPc/wwHor6x3wWs/s1600-h/bored.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S3PKnwNRI6I/AAAAAAAAAPc/wwHor6x3wWs/s320/bored.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kosong...&lt;br /&gt;Hampa....&lt;br /&gt;What's up with my mind?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;What on earth is going on with me?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;I feel so empty...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenuh!&lt;br /&gt;Benar-benar sebuah titik jenuh yang drastis dan dalam.&lt;br /&gt;Aku kehilangan minat, semangat, keinginan, motivasi. &lt;b&gt;Semuanya!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keceriaanku meredup. Senyumanku layu.&lt;br /&gt;Hidup benar-benar terasa monoton.&lt;br /&gt;Bekerja dari pagi hingga sore bahkan tak jarang malam..&lt;br /&gt;Selalu begitu setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa seperti robot yang telah diprogram untuk melakukan kegiatan yang sama&amp;nbsp; berulang-ulang.&lt;br /&gt;Seperti burung beo yang selalu mengikuti apapun yang dikatakan kepadanya.&lt;br /&gt;Seperti anjing yang selalu mengekor majikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Aku tidak seperti aku.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yang biasanya menulis memacu imajinasiku.&lt;br /&gt;Yang biasanya membaca menafkahi otakku.&lt;br /&gt;Yang biasanya mendesain memancing daya khayalku. &lt;br /&gt;Tapi, &lt;b&gt;semua itu tidak seperti biasanya lagi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kuinginkan?&lt;br /&gt;Aku bahkan tidak menginginkan apa2?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepalaku seperti mau meledak!&lt;br /&gt;Badanku sama sekali tak mau&amp;nbsp; bergerak!&lt;br /&gt;Benar2 sesak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa jenuh benar-benar telah menggerogoti semangat hidupku.&lt;br /&gt;Aku merasa mati......&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku seperti melihat seonggok daging yang begitu mirip diriku,berjalan,berbicara,dan melakukan semua kegiatan yang biasa kulakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah dia aku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu "&lt;b&gt;SIAPA AKU???&lt;/b&gt;"&lt;br /&gt;"Di mana aku?"&lt;br /&gt;"Kenapa aku terkungkung di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Kau adalah IBLIS!"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa kau!" aku bertanya pada suara yg muncul tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"KAU ADALAH IBLIS!" dia membentakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau iblis dan tempat ini adalah ketidakpuasan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"TIDAK MUNGKIN!" aku menyanggah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku bukan iblis!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya! Kau iblis!" dia kembali membentakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau mungkin menganggap dirimu manusia,tapi lihatlah kembali jalan yang kau tempuh,dan tempat yang kau diami ini.. Kau ke sini karena mengikuti bujukan iblis dan tempat ini adalah salah satu kediaman iblis!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lemas...&lt;br /&gt;Aku terjatuh bertopang lutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau sebut apa tadi tempat ini?" tanyaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;b&gt;Ketidakpuasan&lt;/b&gt;" jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah aku salah tidak puas atas prestasiku?" tanyaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salah! Apa itu prestis? Prestis adalah &lt;b&gt;pamrih&lt;/b&gt;!!" bentaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin tersungkur dan larut dalam ketidakberdayaanku mengakui kekhilafanku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi segera aku bangkit kembali. Dan dengan suara mantap aku bertanya padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, mungkin aku telah salah karena mengejar prestasi. Tapi,apakah aku salah karena tidak puas akan kemampuanku? Aku ingin lebih hebat! Karena dengan menjadi lebih hebat, aku bisa lebih bermanfaat bagi sekitarku!" aku balik membentaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu kenapa kau masih disini?" dia balik bertanya padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itulah alasanmu berada disini. Kau tidak puas dengan dirimu sendiri!&lt;br /&gt;Jika kau tidak puas dengan dirimu, &lt;b&gt;berontaklah!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jangan hanya menjadi budak rutinitas dan menjadi babu bernama "jenuh"&lt;br /&gt;kau melihat dirimu di luar sana tadi? Dialah rutinitas. Dan kau adalah jenuh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memberondongku dengan kata-kata yang sedikit banyak menyadarkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merenung... kemudian aku bertanya padanya.&lt;br /&gt;"Apa yang harus kulakukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa bertanya? Kau bahkan sudah tahu jawabannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum simpul dan berdiri mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara itu berbicara lagi padaku, namun sayup-sayup menghilang...&lt;br /&gt;"Kurasa kau sudah mengerti. Sekarang keluarlah! Ambil kembali ragamu!Kalahkan rutinitas itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, aku tahu dan aku mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban dari kejenuhanku dan ketidakpuasan negatifku.. Semuanya pernah kubaca dalam buku yang ditulis Rhenald Kasali. Bukan kepada isi bukunya, tapi lebih spesifik pada judul buku itu. Buku itu berjudul &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"cHaNgE!"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perubahan!&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan yang menuju kepada advanced progress! Perubahan menuju hal dan menjadi diri yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Rasul telah menyabdakan bahwa "orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah jauh-jauh hari telah mendoktrin pada umatnya untuk berubah! &lt;b&gt;Progress!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Begitu pentingnya sebuah progress di mata Rasulullah. Bahkan Beliau menyabdakan "orang yang hari ini sama seperti hari kemarin adalah orang yang merugi!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin mengagumimu ya Rasulku...&lt;br /&gt;Betapa insan buta huruf sepertimu bahkan mampu mengalahkan intelijensia seorang professor Rhenald Kasali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya menyuruh &lt;b&gt;change!&lt;/b&gt;Tapi kau menyuruh &lt;b&gt;progress!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Cintaku kian menjadi, rinduku kian menggebu kekagumanku kian meluap padamu ya Rasul.. &lt;br /&gt;Sebagai perwujudan dari cintaku.. Adalah dengan mengikuti sunnahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah dengan perintah Rhenald Kasali... tapi kurang lengkap. Karena sebuah perubahan, tidak hanya asal berubah.&lt;br /&gt;Tapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; "Change!"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;and then&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Progress!"&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-1445280890512456873?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/1445280890512456873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/jenuh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/1445280890512456873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/1445280890512456873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/jenuh.html' title='Jenuh....'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S3PKnwNRI6I/AAAAAAAAAPc/wwHor6x3wWs/s72-c/bored.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-4713592802103112587</id><published>2010-02-09T10:01:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:50:31.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>Air dan Kucing</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://dreamindonesia.files.wordpress.com/2009/07/cat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://dreamindonesia.files.wordpress.com/2009/07/cat.jpg" width="232" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu pagi.. Aku ingin sekali bermalas-malasan di hari minggu. Aku ingin dan aku bisa. Tapi tidak di pagi hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pagi hari, lebih tepatnya pagi buta adalah waktuku beraktifitas yang berurusan dengan air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kenapa? Karena di desa (kampung) sepertiku, masih belum terjamah PDAM dan masih harus mengelola air bersih sendiri (bagi yang tidak ingin menggunakan air bekas irigasi). Air bersih ini didapat dari mata air pegunungan asli. Karena aku memang tinggal di daerah pegunungan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tapi celakanya, mungkin karena kaur air di desaku kurang tahu, tidak tahu atau mungkin tidak mau tahu sehingga menyepelekan soal urusan teknis manajemen air, maka kacaulah pembagian porsi air untuk masing-masing KK.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada yang deras, tapi bahkan ada pula yg besarnya aliran cuma sederas orang kencing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sudah begitu, masih ditambah pula dengan permasalahan sabotase air di sana-sini. Dari mulai instalasi ilegal, sampai penyumbatan dengan sengaja aliran tetangganya demi kepentingan agar air di rumahnya deras.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Maka jadilah permasalahan air ini pemicu perselisihan dan perang dingin antar tetangga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak jarang kedinginan itu meningkat tensinya menjadi perang mulut (baca=perang gertakan) yang bagiku itu adalah hal bodoh yang sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku lebih memilih mengalah. Lebih baik kecean (bermain air) di pagi buta. Karena jika hari sudah menginjak siang, aku benar-benar tidak kebagian jatah air karena air yang mengalir ke rumahku sudah kalah dan dicegat di rumah-rumah sebelumku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sejak kaur airku beserta para dewan staff-nya mengundurkan diri, lepas tangan. Entah karena menyadari ketidakbecusannya, entah karena memang sudah tidak mampu mengendalikan kebebalan warganya, atau entah karena lari dari tanggung jawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku tidak peduli. Aku pasrah. Aku masih bersyukur, meskipun harus berbasah-basahan di pagi buta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ya, aku sangat bersyukur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berapa banyak saudara kita setanah air yang harus rela antri berjam-jam hanya untuk mendapatkan segalon air, yang mungkin hanya cukup untuk memasak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku masih bersyukur meskipun harus pula mandi di pagi buta, tapi aku masih mandi memakai air bersih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lihatlah saudara kita di bantaran kali ciliwung, air sekeruh itu digunakan untuk keperluan sehari-hari. Mandi, masak, bahkan sampai untuk minum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jangan tanyakan arti higienis dan steril bagi mereka. Karena itulah pilihan mereka satu-satunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kali ciliwung dan air keruhnya, cerminan keruhnya suasana ibukota.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika mengingat itu semua aku benar-benar bersyukur...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak usahlah jauh-jauh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kebumen. Kota di mana keluarga dari bapakku tinggal. Jika aku liburan ke sana dengan bapakku, jika sudah sampai urusan kamar mandi, sungguh merepotkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mulai dari menimba air untuk wudlu dan mandi, sampai yang paling menyedihkan adalah jamban di tengah sawah. Ya, karena jambannya adalah sawah itu sendiri. Menggali kemudian mengurug. Benar-benar seperti kucing.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sampai sekarang, jika bukan karena kuasa dan ilham dari Allah, aku mungkin akan terus terheran-heran mengingat bagaimana kucing tahu harus mengurug kotorannya sendiri begitu dia selesai buang hajat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mahasuci Allah... Kucing saja diilhami dengan etika, kenapa manusia yang (katanya) memiliki akal, masih saja mengedepankan egonya sendiri?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apakah jika semua wargaku dikumpulkan di satu ruangan kemudian dipertontonkan berita tentang daerah yang kesulitan air mereka akan sadar dan bersyukur?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika belum, apakah jika setelahnya mereka dipertontonkan berita tentang warga di bantaran kali ciliwung mereka akan sadar dan bersyukur?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika masih belum juga, kurasa mereka harus dipertontonkan adegan kucing buang hajat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wallahua'lam bisshowab...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-4713592802103112587?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/4713592802103112587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/air-dan-kucing.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/4713592802103112587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/4713592802103112587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/air-dan-kucing.html' title='Air dan Kucing'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-3830539707811659674</id><published>2010-02-08T19:22:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:49:56.174+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>Parodi Jalan Raya [2] : Klakson di Pagi Hari</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S3ACrfVJ8iI/AAAAAAAAAPU/IvRPQHV6GVk/s1600-h/klakson.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="263" src="http://1.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S3ACrfVJ8iI/AAAAAAAAAPU/IvRPQHV6GVk/s320/klakson.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Toooot!!!"&lt;br /&gt;Suara klakson membuyarkan lamunanku. &lt;br /&gt;"Tiiiiiin!!"&lt;br /&gt;Belum lagi gaung klakson pertama habis sudah disusul dengan klakson lain. Kompak. Seperti pawai ketika musim pemilu. &lt;br /&gt;Satu persatu kendaraan melewatiku. Padahal aku sudah menepi dari semula. Tidak dalam posisi tanggung. Tapi masih saja klakson2 itu menyemprotku.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kurasa, pabrikan membuat klakson, difungsikan cuma sebagai pengingat di saat2 genting dan terdesak. Tapi kita sering seenaknya dengan alasan ketergesaan membunyikan klakson seperti anjing menyalak2.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kenapa kita sering sekali tidak sabar? Perlu ditegaskan, di jalan raya (baca = semua fasilitas publik) kita memiliki kepentingan,dan kedudukan yang sama! Tak perlu menyalak-nyalak pun! Jika masing-masing pribadi pengguna jalan raya SADAR dan memahami bahwa ini fasilitas bersama, hanya ORANG BODOH lah yang masih membunyikan klakson. Tak perlulah kendaraan dan pengendaranya meracau bak dukun gadungan!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam negara berbudaya, etika, dan toleransi tinggi seperti di Jepang, anda tidak akan menemukan suara klakson jangankan bergaung, berbisik saja tidak! Sebuah &lt;a href="http://eramuslim.com/oase-iman/berusaha-memahami.htm"&gt;kutipan &lt;/a&gt;yang sekiranya layak untuk "studi banding"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Eh, kenapa ya orang-orang ngga ada yang bunyiin klakson?" tanyaku pada suami, yang kebetulan orang Jepang. "Ngapain bunyiin klakson? Kayak orang bodoh aja? Nanti juga kan dapat gilirannya kalau mau jalan?" suamiku malah balik bertanya. Memang kulihat lalu lintas di Jepang teratur, yang jalan lurus sudah ancang-ancang dari jauh memilih jalur lurus, begitu juga yang ingin belok mengambil jalur sisi jalan agar tak menghalangi mobil yang akan jalan lurus. Mobil yang akan belok kanan akan mendahulukan pengendara yang berlawanan arah, baik itu yang jalan lurus ataupun yang belok kiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Coba posisikan anda sebagai seorang pengendara yang ingin menikmati paginya yang indah dengan santai, tetapi semuanya tidak berjalan lancar karena puluhan klakson menyalak pada anda, entah itu menyuruh anda minggir atau lebih cepat, yang jelas, mereka protes.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh bukan sambutan yang bagus untuk mengawali hari. Bagiku, pagi hari adalah masa yang paling menentukan. Suasana dan kondisi mood sepanjang hari, bergantung pada apa yang kualami di pagi hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sedikit saja emosi tersulut di pagi hari, maka sepanjang hari sisanya, jadilah aku seperti anak perawan yang sedang datang bulan. Uring2an. Cuma gara2 loading lama saja, aku menyumpahi telkom bertubi2.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; "Dasar! BUMN semua sama saja! Hanya karena mereka memonopoli sumber daya, menjadi seenaknya dalam hegemoni mereka! Mental apa ini! &lt;i&gt;Ing ngarso sok kuoso, ing madya mbangun tresna, tut wuri melu nggrogoti!&lt;/i&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ya, jika pagiku buruk, aku memang seperti kesetanan. Semua orang kuanggap pengganggu, dan semua hal seolah tidak bersahabat denganku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika pagiku kuawali dengan indah. Makan dengan santai, menikmati &lt;i&gt;on the way to work&lt;/i&gt;, sampai di tempat kerja setel winamp keras2.. Maka bisa dipastikan sisa hariku menjadi hari yang sangat indah buatku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan, agak ganjil memang jika dua situasi paradoks tersebut ditentukan oleh: &lt;b&gt;klakson di pagi hari&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Adakah yang berminat mengangkatnya menjadi judul skripsi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pengaruh klakson di pagi hari terhadap produktivitas kerja.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-3830539707811659674?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/3830539707811659674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/parodi-jalan-raya-2-klakson-di-pagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3830539707811659674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/3830539707811659674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/parodi-jalan-raya-2-klakson-di-pagi.html' title='Parodi Jalan Raya [2] : Klakson di Pagi Hari'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S3ACrfVJ8iI/AAAAAAAAAPU/IvRPQHV6GVk/s72-c/klakson.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-7453647775058823798</id><published>2010-02-03T08:43:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:49:49.293+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Neighborhood'/><title type='text'>Parodi Jalan Raya [1] : Golongan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S2jTQcVswdI/AAAAAAAAANQ/D1sM4CFYLMs/s1600-h/road.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S2jTQcVswdI/AAAAAAAAANQ/D1sM4CFYLMs/s320/road.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Jum'at, 29 Januari 2010 pukul 07.30.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pagi yang cukup mendung. Matahari masih malu-malu. Muncul perlahan dari ufuk.&lt;br /&gt;Aku sudah berada di jalan raya. Membaur bersama ratusan kendaraan lain. Roda dua, maupun roda empat. Yang sama-sama punya kepentingan sepertiku: &lt;b&gt;berangkat beraktifitas.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Satu-persatu kubiarkan kendaraan melewatiku. Akhir-akhir ini aku memang sudah tidak lagi menjadi pecandu adrenalin di jalan raya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku lebih tertarik untuk menikmati perjalananku dan mengamati apa-apa yang ada dalam jangkauan pengamatanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengamati kotaku dan UKM-UKM yang mulai bermunculan di pinggir-pinggir jalan, bersyukur rasanya bahwa penduduk kotaku mulai punya kesadaran tinggi akan pentingnya wirausaha. Ataukah ini wujud dari puncak krisis kepercayaan kepada pemerintah, yang tak kunjung menciptakan lapangan pekerjaan? Entahlah, lebih baik berfikir positif saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain mengamati pinggir-pinggir jalan, juga yang tak kalah menarik adalah para pelaku, aktor-aktor yang berseliweran di tengah jalan raya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mereka, termasuk aku adalah pengguna jasa layanan pemerintah berupa jalan raya. Perlu ditekankan bahwa kami hanyalah pengguna jasa, bukan pemilik. Bahwa jalan ini adalah raya, tapi entah masih ada saja oknum pengguna jalan yang bebal, melupakan atau seolah-olah lupa bahwa jalan ini RAYA!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menarik dan ada saja tingkah laku pemakai jalan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menganggap dirinya &lt;i&gt;valentino rossi&lt;/i&gt;, maka jadilah jalan ini sirkuit dadakan. [mungkin aku salah satu dari golongan ini]. Dia akan merasa sangat bangga, jika menikung [terutama kanan] lebih dari 60km/jam, ataupun berhasik mengovertaking kendaraan lain dengan manuver maupun dari sudut yang sangat sempit.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Biasanya golongan ini adalah anak2 sekolah [yang bahkan mayoritas belum punya sim], tukang ojek, polisi muda, bahkan ada beberapa kaum hawa termasuk ke dalam golongan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada yang supercepat, ada juga yang superlambat. Beruntung jika dia menyadari kelambatannya, dan rela menepi demi memberi kesempatan pengguna jalan lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang menyusahkan adalah, sudah superlambat, super tanggung pula! Minggir tidak, nengah juga tidak. Aku paling was-was dengan pengendara jenis ini. Gerakannya benar-benar spontan dan tak terduga! Ngeri!&lt;br /&gt;Mungkin orang-orang yang mengendarai dengan cara seperti ini, sebenarnya kepalanya sedang dipenuhi pikiran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pikiran-pikiran yang jika bisa dibaca, akan berkata demikian:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Ah dah tanggal segini, bentar lagi bayar cicilan motor. Kalo pake duit ane ndiri, meski dah ampe kelojotan nyari duit, masi juga lom ngumpul. Mana bini ane lom ngirim lagi dari taiwan! Buset dah! Naek motory mah enak! Diliatin tetangga keren!&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Berasa orang kaya!"&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terhenti di situ. Karena setelah itu, pikirannya berisi huruf-huruf yang sama sekali tak bisa kubaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Huruf-huruf yang hanya dimengerti oleh orang-orang sepertinya. Seperti semacam sandi.&lt;br /&gt;Sandi yang bagiku lebih mirip penutup borok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku menyalipnya dengan hati-hati. Terhenti sudah kegiatan paranormal spontanku. Atau ke-soktau-anku dengan &lt;i&gt;saru&lt;/i&gt;-nya membaca pikiran yang bisa jadi aib untuk orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat golongan itu, aku bersyukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar bersyukur. Bersyukur karena dalam ke-terengah-engahanku membiayai perkuliahanku sendiri, Allah memberikanku rezeki sehingga aku tidak perlu risau oleh hantu bulanan bernama: &lt;b&gt;CICILAN.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-7453647775058823798?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/7453647775058823798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/parodi-jalan-raya-1-golongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/7453647775058823798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/7453647775058823798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/parodi-jalan-raya-1-golongan.html' title='Parodi Jalan Raya [1] : Golongan'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S2jTQcVswdI/AAAAAAAAANQ/D1sM4CFYLMs/s72-c/road.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-5232837693455698587</id><published>2010-02-03T08:31:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:49:11.506+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Myself'/><title type='text'>Aku dan Ikal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S2jRqMCl7vI/AAAAAAAAANI/KU9MaNw-HCA/s1600-h/aku+dan+ikal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S2jRqMCl7vI/AAAAAAAAANI/KU9MaNw-HCA/s320/aku+dan+ikal.jpg" width="302" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mahasiswa ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambut gondrong tapi ikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawakan pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulit putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berwatak keras kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkhayal dengan pemikiran-pemikiran nakal dan liar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imajinasinya aneh, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seaneh sifatnya yang kadang tak membumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir dan yang terpenting, &lt;b&gt;miskin dan udik!&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;Ya, gambaran ikal dalam tetralogi Laskar Pelangi, sangat merepresentasikan diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, baru kutahu, ternyata aku mengidap penyakit gila nomer tujuhbelas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memaksakan dan menempatkan diri bahwa aku mirip tokoh utama setiap kisah yang kusuka&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-5232837693455698587?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/5232837693455698587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/aku-dan-ikal_7521.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/5232837693455698587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/5232837693455698587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/aku-dan-ikal_7521.html' title='Aku dan Ikal'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S2jRqMCl7vI/AAAAAAAAANI/KU9MaNw-HCA/s72-c/aku+dan+ikal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-1540594214830784532</id><published>2010-02-03T07:58:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:48:33.943+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Myself'/><title type='text'>Is the World Strange? or Am I the Stranger Itself?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S2jJdOZF3OI/AAAAAAAAAM4/bIV4RGXisD0/s1600-h/stranger.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S2jJdOZF3OI/AAAAAAAAAM4/bIV4RGXisD0/s320/stranger.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Why does no one understand me?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do they &lt;b&gt;STUPID&lt;/b&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;or Am i the &lt;b&gt;STUPID ONE&lt;/b&gt;??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Or is it me and they just both &lt;b&gt;STUPID&lt;/b&gt;???&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Or am i &lt;b&gt;LOST&lt;/b&gt;???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I lost and trapped in my own world?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My own world that i created with my naked thinking?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I lost here...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I lost in my &lt;b&gt;labyrinth imagination...&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-1540594214830784532?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/1540594214830784532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/is-world-strange-or-am-i-stranger_02.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/1540594214830784532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/1540594214830784532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/02/is-world-strange-or-am-i-stranger_02.html' title='Is the World Strange? or Am I the Stranger Itself?'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S2jJdOZF3OI/AAAAAAAAAM4/bIV4RGXisD0/s72-c/stranger.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-9221925955354688968</id><published>2010-01-27T07:53:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:47:43.871+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><title type='text'>Nglatheh</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S1-OSGafmBI/AAAAAAAAAMo/AobbfxeLfYs/s1600-h/istighfar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S1-OSGafmBI/AAAAAAAAAMo/AobbfxeLfYs/s1600/istighfar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Kalau pagi tu shubuh jama'ah.. Setel tu alarm hape biar ga kesiangan! Makin lama kamu tu makin "nglatheh"(=ngawur; seenaknya; menyepelekan) ya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitulah semprot bapakku pagi itu. Kala aku tengah menyantap sarapan pagi, tidak biasanya beliau memberiku bonus lauk sarapan berupa wejangan.(kurasa terlalu bagus jika disebut wejangan)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tercekat. Termenung sejenak. Tidak kupungkiri memang. Aku ini nglatheh. Sikapku yang super acuh dan seenaknya sudah menjadi perwatakanku, sampai banyak orang yang dibuat senewen karenanya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi apakah sikap nglathehku sudah sampai seakut itu?&lt;br /&gt;Sampai-sampai perintah agama pun kusepelekan?&lt;br /&gt;Astaghfirullah...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Aku tertampar. Benar-benar tertampar oleh kata-kata bapakku.&lt;br /&gt;Rupanya aku benar-benar telah dibutakan oleh rutinitas duniawi, sampai-sampai &lt;i&gt;hablumminallah &lt;/i&gt;pun hanya kuanggap sebagai rutinitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sholat lima waktu, kadang jamaah, kadang tidak.&lt;br /&gt;Padahal kebaikan 27 kali lipat itu pasti!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Shalat dhuha, kadang sempat, kadang tidak.&lt;br /&gt;Padahal Allah tidak pernah tidak sempat mencurahkan segala karuniaNya padaku!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Qiyamul lail, kadang terbangun, kadang tidak.&lt;br /&gt;Padahal Allah SELALU terbangun untuk mengutus malaikatnya turun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Puasa senin kamis, kadang kuat, kadang tidak.&lt;br /&gt;Sudah berapa catatan munkar nakir yang kosong oleh puasa senin kamis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang dan selalu kadang. Bukankah ini sudah menyepelekan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Seorang karyawan, jika ia kadang hadir kadang tidak sekehendak hatinya, bukankah membuktikan ketidakseriusannya?Bahkan telah menyepelekan bosnya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Akulah si karyawan itu, dan Allah sebagai Sang Maha-bos mungkin telah menganggapku menyepelekanNya.&lt;br /&gt;Mungkin saat ini Dia sedang menatapku dengan tatapan murkaNya yang mengatakan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Kemana ke-istiqomahan-mu yang dulu?"&lt;br /&gt;...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya terdiam.&lt;br /&gt;Tak dapat mengelak.&lt;br /&gt;Aku merasa sangat kecil di hadapan Sang Mahabesar..&lt;br /&gt;Satu-satunya kata-kataku yang keluar hanyalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Ampuni aku ya Allah..."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Entah untuk keberapa kalinya kata tersebut terucap dari mulutku.&lt;br /&gt;Sungguh hina kurasa diri ini..&lt;br /&gt;Bergelimang dosa.. Merengek-rengek memohon ampunan atas kesalahan yang kulakukan (lagi) secara sadar sesadar-sadarnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Aku memang tidak bisa memaksaMu mengampuniku atau secara sembrono memintaMu menghapus dosaku.&lt;br /&gt;Karena aku tahu, Kau akan mengampuniku ketika aku tidak lagi mengulangi perbuatan yang sama.&lt;br /&gt;Karena aku tahu, dosa-dosaku yang teramat banyak hanya bisa dihapus jika aku telah meraih simpatiMu, sampai Kau anggap aku layak untuk memperolah rahman wa rahimMu di akhirat kelak.&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Baik. Selagi kesempatan itu masih ada. Selagi ruh masih di badan. Sebelum menyesal kemudian. Perbaikan diri merupakan keharusan yang pasti!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahim...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Hanya Engkaulah yang aku sembah, dan hanya kepada Engkaulah aku meminta pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkanlah kepadaku jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.&lt;/i&gt; [surat yang selalu kubaca ketika sholat]&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-9221925955354688968?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/9221925955354688968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/01/nglatheh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/9221925955354688968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/9221925955354688968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/01/nglatheh.html' title='Nglatheh'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S1-OSGafmBI/AAAAAAAAAMo/AobbfxeLfYs/s72-c/istighfar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-1339746173938460600</id><published>2010-01-22T07:55:00.001+07:00</published><updated>2010-04-14T15:46:54.520+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Reflection'/><title type='text'>Sukses Itu...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S1j3aKes3dI/AAAAAAAAAL4/9Ot3XOD_yAs/s1600-h/success.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S1j3aKes3dI/AAAAAAAAAL4/9Ot3XOD_yAs/s320/success.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sukses&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Berbicara masalah sukses, berarti ada tiga unsur yang terlibat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu: &lt;b&gt;subjek&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;proses&lt;/b&gt;, serta &lt;b&gt;target&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam skala kecil, proses kesuksesan dapat diibaratkan seperti sebuah &lt;b&gt;perjalanan&lt;/b&gt;. Sama-sama terdapat tiga unsur di dalamnya. Yaitu subjek, route, serta tujuan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita misalkan aku sebagai subjek, serta Semarang sebagai tujuan. Maka aku dikatakan sukses,jika aku sampai ke semarang. Persoalan selama di route tersebut aku sempat tersesat, kepanasan, kehujanan, atau bahkan mengalami kecelakaan, tapi selama aku sampai ke Semarang, maka aku telah sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kejadian selama aku melewati route tersebut merupakan sebuah &lt;b&gt;proses &lt;/b&gt;yang mau tak mau harus kulewati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, berbeda subjeknya, berbeda pula tujuan, maupun route yang diambilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dalam kehidupan nyata. Berbeda subjeknya, beda pula target serta proses yang dialami untuk mencapai target tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang prosesnya [kelihatan] mudah, namun sebagian besar, seperti halnya anak sekolah ketika hendak naik tingkat, pasti melalui ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang lulus ujian karena memang telah &lt;b&gt;mempersiapkan segalanya secara matang&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yg tidak berani ikut ujian dan &lt;i&gt;stuck &lt;/i&gt;selama-lamanya di tingkat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yg tidak lulus ujian, tapi dapat mengambil pelajaran, dan tidak takut mengulang dari awal dengan penuh kesungguhan, sampai kemudian akhirnya ia lulus ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang karena tidak ingin melewati ujian kemudian mengambil jalan pintas, yang tentu saja, sebenarnya, secara prosedural jalan pintas tersebut tidak pernah ada.&lt;br /&gt;Jalan pintas tersebut adalah sebuah kecurangan yang dibuat oleh para oknum guna mencapai tujuan secara &lt;i&gt;instant&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, termasuk yang manakah kamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan kepada dirimu sendiri :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Bagaimana aku menyikapi ujian yang bahkan mungkin bertubi-tubi ditimpakan padaku?"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda proses, tentu beda pula targetnya.&lt;br /&gt;Terlebih, jika target tersebut hanyalah bersifat hedonis semata. Inilah manusia, karena fitrah hawa nafsu yang dimilikinya. Apalagi kalau setan telah turut campur di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi adalah seperti mengukur jalan raya yang tak berujung, maupun seperti meminum air laut saat kehausan. Semakin diminum, malah justru semakin haus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka baginya tidak akan ada kata &lt;i&gt;true success&lt;/i&gt;!&lt;br /&gt;Karena target/tujuannya tak akan pernah tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;"Jadi, apakah tujuanmu?" tanyaku kepada temanku.&lt;br /&gt;"Tujuanku? Aku ingin bisa mengaktualisasikan diriku dengan baik, baik sebagai hamba-Nya, maupun fitrahku sebagai manusia...&lt;br /&gt;Di dunia ini... dan menghasilkan yang terbaik untuk akhirat... hehe klise ya?" Jawabnya&lt;br /&gt;"Klise? Itu sangat seimbang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, sangat seimbang. akan tetapi setelah kurenungkan kembali, itu bukanlah sebuah target. Akan tetapi &lt;b&gt;pola hidup&lt;/b&gt;. Pola hidup seorang muslim tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pola hidup yang sangat ideal. Ideal dan Seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutamakan &lt;i&gt;hablumminallah&lt;/i&gt;.. Tapi tidak mengesampingkan &lt;i&gt;hablumminannas&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Berorientasi pada &lt;i&gt;ukhrowi&lt;/i&gt;, tapi tidak melalaikan &lt;i&gt;duniawi&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sedikit &lt;i&gt;out of topic&lt;/i&gt;, akan tetapi aku merasa perlu memaparkannya karena [mungkin] bermanfaat.&lt;br /&gt;Kembali ke masalah sukses, kembali ke target.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah tanyakan kepada dirimu sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;b&gt;Apa targetku?&lt;/b&gt;"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9015281302044147276-1339746173938460600?l=widhisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://widhisatya.blogspot.com/feeds/1339746173938460600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/01/sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/1339746173938460600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9015281302044147276/posts/default/1339746173938460600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://widhisatya.blogspot.com/2010/01/sukses.html' title='Sukses Itu...'/><author><name>Widhi Satya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10672558024136688415</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S6BP2snaMAI/AAAAAAAAAQc/ed3Zmyz_5SE/S220/widz+kunx+edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S1j3aKes3dI/AAAAAAAAAL4/9Ot3XOD_yAs/s72-c/success.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9015281302044147276.post-2032872756147361320</id><published>2010-01-19T09:46:00.002+07:00</published><updated>2010-04-14T15:46:28.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Me and Myself'/><title type='text'>A Letter For... [No One?]</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S1Uof_4-07I/AAAAAAAAALw/E0Xc01xVR0E/s1600-h/Thank+You+beach.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_sIXpuOvfqUg/S1Uof_4-07I/AAAAAAAAALw/E0Xc01xVR0E/s320/Thank+You+beach.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dunno how to write...&lt;br /&gt;Dunno where to start...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As you know, yo can called this's a special letter for you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As special as you were to me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't be so surprised, yeah. You really are. I puted you in a special place in my heart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, setelah sekian lama.. Akhiry ada juga suara yang sampai,dan terdengar oleh telinga hatiku.&lt;br /&gt;It's your voice... Your voice reached there.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, aku hampir putus asa pada diriku sendiri.&lt;br /&gt;Tak peduli siapapun, dan se-membabi buta apapun perhatian yg org berikan padaku,aku merasa hambar.&lt;br /&gt;Sampai2 aku benar2 percaya kalau aku mati rasa. [A heartless guy]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, finally you did it.You did reach my heart that getting dulled deep down inside me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bukan perhatian yg membabi butalah yg dibutuhkan untuk mencukupi rasa laparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma satu:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Kamu mengerti aku, yang bahkan aku sendiripun tidak.&lt;br /&gt;Kamu mengajariku kejujuran pada diri sendiri, saat aku mencoba mendustakany.&lt;br /&gt;Kamu menyadarkanku, bahwa "&lt;i&gt;semua makhluk yg hidup dan tumbuh di muka bumi ini, akan selalu memiliki kecenderungan pada matahari serta cahayanya&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu mampu mengimbangi keintrovertanku,&lt;br /&gt;mampu memahami jalan pikiranku..Dan sangat tahu apa yg sebaiknya kulakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu sangat tulus.&lt;br /&gt;Aku belum pernah merasakan ketulusan (lagi) setelah sekian lama.&lt;br /&gt;Kamu pasti tahu, apa perbedaan antara sebuah ketulusan dan sebuah basa-basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pure is warm.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ketulusan menghadirkan kenyamanan dan mendatangkan kehangatan bagi si penerima.&lt;br /&gt;Itulah kenapa, kamu selalu dapat menghidupkanku kembali dengan kata2mu.&lt;br /&gt;Just heard you said:&lt;br
