Doa Seorang Penyembah Berhala...


Tuhanku berhala, terima kasih atas semua karunia yang telah Kau limpahkan padaku. Terima kasih pula atas Kau pilih aku sebagai penyembahMu yang setia.

Tuhanku berhala, hari ini aku tidak minta apa-apa, biarlah kali ini aku hanya ingin berterimakasih padaMU, aku malu untuk meminta berlebihan karena tanpa kuminta pun Kau tahu semua kebutuhanku sebab Kau Maha Tahu, Maha Adil, dan Maha Penyayang.

Tuhanku berhala, aku menyembahMu karena ayah dan kakekku pun menyembahMu, mereka mengajarkanku bahwa Engkau sungguh baik dan penuh kasih. KekuasaanMU meliputi segala sesuatu.

Posted by Widhi Satya | at 17.55 | 1 comments

Jenuh....


Kosong...
Hampa....
What's up with my mind?

What on earth is going on with me?
I feel so empty...

Jenuh!
Benar-benar sebuah titik jenuh yang drastis dan dalam.
Aku kehilangan minat, semangat, keinginan, motivasi. Semuanya!

Keceriaanku meredup. Senyumanku layu.
Hidup benar-benar terasa monoton.
Bekerja dari pagi hingga sore bahkan tak jarang malam..
Selalu begitu setiap hari.

Posted by Widhi Satya | at 16.15 | 1 comments

Air dan Kucing



Minggu pagi.. Aku ingin sekali bermalas-malasan di hari minggu. Aku ingin dan aku bisa. Tapi tidak di pagi hari.

Pagi hari, lebih tepatnya pagi buta adalah waktuku beraktifitas yang berurusan dengan air.

Kenapa? Karena di desa (kampung) sepertiku, masih belum terjamah PDAM dan masih harus mengelola air bersih sendiri (bagi yang tidak ingin menggunakan air bekas irigasi). Air bersih ini didapat dari mata air pegunungan asli. Karena aku memang tinggal di daerah pegunungan. 

Tapi celakanya, mungkin karena kaur air di desaku kurang tahu, tidak tahu atau mungkin tidak mau tahu sehingga menyepelekan soal urusan teknis manajemen air, maka kacaulah pembagian porsi air untuk masing-masing KK. 

Posted by Widhi Satya | at 10.01 | 2 comments

Parodi Jalan Raya [2] : Klakson di Pagi Hari


"Toooot!!!"
Suara klakson membuyarkan lamunanku.
"Tiiiiiin!!"
Belum lagi gaung klakson pertama habis sudah disusul dengan klakson lain. Kompak. Seperti pawai ketika musim pemilu.
Satu persatu kendaraan melewatiku. Padahal aku sudah menepi dari semula. Tidak dalam posisi tanggung. Tapi masih saja klakson2 itu menyemprotku.
 

Posted by Widhi Satya | at 19.22 | 0 comments

Parodi Jalan Raya [1] : Golongan



Jum'at, 29 Januari 2010 pukul 07.30. 

Pagi yang cukup mendung. Matahari masih malu-malu. Muncul perlahan dari ufuk.
Aku sudah berada di jalan raya. Membaur bersama ratusan kendaraan lain. Roda dua, maupun roda empat. Yang sama-sama punya kepentingan sepertiku: berangkat beraktifitas.


Posted by Widhi Satya | at 08.43 | 0 comments

Aku dan Ikal


Mahasiswa ekonomi.

Rambut gondrong tapi ikal

Perawakan pendek

Kulit putih

Berwatak keras kepala

Pengkhayal dengan pemikiran-pemikiran nakal dan liar

Imajinasinya aneh,

Seaneh sifatnya yang kadang tak membumi

Terakhir dan yang terpenting, miskin dan udik!

Posted by Widhi Satya | at 08.31 | 1 comments

Is the World Strange? or Am I the Stranger Itself?

 


Why does no one understand me?

Do they STUPID!

or Am i the STUPID ONE??

Or is it me and they just both STUPID???

Posted by Widhi Satya | at 07.58 | 0 comments