Madness....
What do peoples always do when they're mad?
Scream?
Cry?
Blame?
Hide?
Curse?
Or even suicide?
Usually, i'll call 'em fool...
But this time... let me be that fool...
I am the most stupid person..
Poor... Naive... and Weak...
***
Posted by Widhi Satya
|
at
15.30
|
Beli Celana Dong!
"Beli celana wid! Masa celana robek-robek kaya gitu mo dipake terus?"
Aku hanya nyengir mendengar omelan ayahku.
Memang, sudah terhitung 2 tahun lebih. Aku tak mengurusi kebutuhan sandang-ku.
Maklum lah... aku tak bisa seenaknya mengeluarkan uang untuk keperluan yang tidak benar-benar penting. Urgent only! Kenapa? Karena aku tengah menginjak semester akhir. Otomatis, biaya yang harus kukeluarkan insya Allah makin banyak!
Posted by Widhi Satya
|
at
15.21
|
Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. (HR. Muslim)
Dalam hadits telah dijelaskan secara gamblang ciri-ciri orang munafik:
1. Dusta
2. Ingkar
3. Khianat
Posted by Widhi Satya
|
at
15.03
|
Tak terhitung lamanya aku memakai nomorku yang sekarang ini. Nomor ponsel yang orang-orang bilang "cantik". Aku tak sepakat dengan mereka yang berkata demikian. Karena aku laki. Maka nomorku harusnya "ganteng". [Apaan sih ga penting banget!]
Posted by Widhi Satya
|
at
14.56
|
Sebelumnya >>
Liburan [1]
***
Mobil mendadak berhenti dan terdengar suara pintu mobil dibuka.
Sepertinya aku sedikit tertidur tadi.
Setelah kurasa nyawaku terkumpul, aku menoleh, ingin tahu apa yg sedang terjadi.
Terlihat abi sedang ngobrol dengan orang tak dikenal. Disamping mereka ada sebuah mobil yang salah satu bannya amblas ke selokan.
Melihat kondisinya, segera ketahuan kalau bapak itu mengalami kesulitan.
Terlihat abi menuju ke arahku.
"Yusuf, tolong keluar sebentar dan bantu abi"
"Baik bi"
Kamipun akhirnya bahu-membahu mengeluarkan mobil yang terperosok di got itu.
***
Posted by Widhi Satya
|
at
15.10
|
Malas = Nikmat.
Itulah yang kurasakan belakangan ini. Hampir satu bulan aku berkawan dan memanjakan diriku dengan kemalasan.
Aku jadi lebih sering menghabiskan waktuku dengan hal-hal yang tak bermanfaat.
Jika di depan komputer, aku lebih sering surfing yang bahkan aku sendiripun heran: "Gila! Surfing selama ini, apa yang kudapat??"
Pun di rumah, aku lebih sering menggauli selimut dan melumuri bantalku. Tidur sangat awal, bangun sangat akhir. Tak pernah lagi aku tahajjud.
Benar-benar sebuah kemunduran yang drastis untukku.
Kurasakan betul kemunduran itu ketika kusadari:Mataku tak lagi tajam, telingaku tak lagi peka, rasa-ku tak lagi "sensitif", benakku tak lagi nakal dan meletup-letup liar.
Tak kulihat lagi, hal-hal yang luput dari pengamatan orang kebanyakan. Tak kudengar lagi perdebatan "suara-suara" itu di dalam diriku. Tak kurasa lagi kepedulianku terhadap sekitar, terhadap hal-hal kecil.
Karena mindset dalam diriku telah terpola:
Malas = Nikmat.
Posted by Widhi Satya
|
at
14.54
|
"Aku ingin masuk ke sekolah favorit seperti kakak!"
"Makanya.. Yang rajin belajarnya"
"Kenapa kamu ingin masuk sekolah favorit Yusuf?"
"Kan gengsi bi! Lagipula, kalau aku bisa diterima di sekolah favorit, berarti aku pintar bi!"
"Hahaha..
Dengar Yusuf, nilai seorang manusia, baik di mata orang lain maupun di Mata Tuhannya, tidak hanya diukur dari matematis angka IQ maupun angka-angka dalam ijazah"
Posted by Widhi Satya
|
at
11.49
|